alexametrics
24 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Penyebab Kasus, Lebih Banyak karena Kelelahan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Lima kasus aktif baru ditemukan dalam minggu ini. Namun, jumlah kasus pasien sembuhnya ada sepuluh orang. Kepala Dinas Kesehatan Lamongan Taufik Hidayat menjelaskan, resiko penularan bisa diturunkan karena kesadaran untuk melaksanakan protokol kesehatan cukup tinggi. Menggunakan masker dan menghindari kerumunan sudah menjadi kebiasaan sebagian orang, meski tetap ada yang acuh. 

Menurut dia, resiko pasien terpapar masih ada karena mobilisasi warga kembali pulih. “Intinya dikembalikan ke manusianya, kalau ingin sehat, beraktivitas normal lagi ya patuhi prokes itu saja,” ujarnya. 

Taufik mengatakan, tingkat hunian di rumah sakit juga turun. Sejak minggu lalu, hanya satu persen keterisiannya. Jika dikalkukasi, maka hunian di rumah sakit itu sekitar sepuluh orang. Mereka yang dirawat tidak semua berstatus positif. Mereka ada yang beresiko terpapar dan menularkan, sehingga perlu dilakukan perawatan di ruang isolasi. 

Baca Juga :  Operasi Pasar di Salatiga, Airlangga Disambut Histeri Emak-Emak

Taufik berharap kesadaran masyarakat untuk prokes semakin tinggi supaya resiko penularan bisa diturunkan. Saat ini, jumlah pasien suspek masih ada setiap harinya. Namun, jumlahnya kecil, dua sampai tiga orang. Secara kumulatif, jumlah suspek di Lamongan mencapai 3.683 orang. 

Taufik juga bersyukur status 15 kecamatan zona hijau. Sisanya kuning karena masih ada yang berstatus positif. “Pasien positif sekarang sebagian karena faktor kelelahan sehingga tubuh mudah terserang virus, jadi sebaiknya kita kontrol kesehatan kita,” tuturnya.

Reporter: Rika Ratmawati

Redaktur: Supriyanto

LAMONGAN, Radar Lamongan – Lima kasus aktif baru ditemukan dalam minggu ini. Namun, jumlah kasus pasien sembuhnya ada sepuluh orang. Kepala Dinas Kesehatan Lamongan Taufik Hidayat menjelaskan, resiko penularan bisa diturunkan karena kesadaran untuk melaksanakan protokol kesehatan cukup tinggi. Menggunakan masker dan menghindari kerumunan sudah menjadi kebiasaan sebagian orang, meski tetap ada yang acuh. 

Menurut dia, resiko pasien terpapar masih ada karena mobilisasi warga kembali pulih. “Intinya dikembalikan ke manusianya, kalau ingin sehat, beraktivitas normal lagi ya patuhi prokes itu saja,” ujarnya. 

Taufik mengatakan, tingkat hunian di rumah sakit juga turun. Sejak minggu lalu, hanya satu persen keterisiannya. Jika dikalkukasi, maka hunian di rumah sakit itu sekitar sepuluh orang. Mereka yang dirawat tidak semua berstatus positif. Mereka ada yang beresiko terpapar dan menularkan, sehingga perlu dilakukan perawatan di ruang isolasi. 

Baca Juga :  Mulai Menemukan Performa, Tren Positif Harus Dipertahankan

Taufik berharap kesadaran masyarakat untuk prokes semakin tinggi supaya resiko penularan bisa diturunkan. Saat ini, jumlah pasien suspek masih ada setiap harinya. Namun, jumlahnya kecil, dua sampai tiga orang. Secara kumulatif, jumlah suspek di Lamongan mencapai 3.683 orang. 

Taufik juga bersyukur status 15 kecamatan zona hijau. Sisanya kuning karena masih ada yang berstatus positif. “Pasien positif sekarang sebagian karena faktor kelelahan sehingga tubuh mudah terserang virus, jadi sebaiknya kita kontrol kesehatan kita,” tuturnya.

Reporter: Rika Ratmawati

Redaktur: Supriyanto

Artikel Terkait

Most Read

Jelang Nataru, Siapkan Penjinak Bom

Coret Empat Pemain

Menjaga Tradisi Bubur Suro 

Artikel Terbaru


/