alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Pendapatan Asli Daerah Belum Maksimal, Masih Andalkan Transferan Pusat

Radar Bojonegoro – Kinerja pendapatan asli daerah (PAD) belum maksimal. Banyak yang meleset. Sehingga, postur pendapatan pada APBD tahun depan masih didominasi dana transfer pusat.

Dana trasfer pusat tahun depan diproyeksikan mencapai Rp 2,9 triliun. Sedangkan, pendapatan asli daerah (PAD) diproyeksikan hanya Rp 691 miliar. Target PAD itu turun dibanding tahun lalu. Berdasar data dihimpun, tahun ini PAD ditarget mencapai Rp 843 miliar.

Target itu harus dikoreksi karena sulit terealisasi. Sehingga, target PAD tahun ini lebih sedikit, yakni Rp 568 miliar. ‘’Itu karena banyak target yang meleset,’’ ujar Ketua Komisi C DPRD Mochlasin Afan.

Menurut Afan, pemkab harus berani memasang target PAD lebih besar tahun depan. Sehingga, saat dana transfer pusat mengalami penurunan, tidak banyak memengaruhi program pembangunan.

Baca Juga :  Persela Lamongan Bersiap untuk Antisipasi Kecepatan Persija

Saat ini, pendapatan transfer dari pemerintah pusat kerap mengalami penurunan. Itu karena efek pandemi Covid-19. Misalnya, transfer dana bagi hasil (DBH) migas tahun ini turun cukup banyak. Awalnya, DBH migas diproyeksikan mencapai Rp 947 miliar. Namun, realisasinya hanya mencapai Rp 577 miliar.

‘’Dibanding DBH migas 2019 jauh menurun. Tahun lalu DBH migas mencapai Rp 2 triliun lebih,’’ tutur politikus Demokrat itu. Afan menuturkan, banyak hal bisa dilakukan agar PAD meningkat. Salah satunya memaksimalkan kinerja BUMD.

Sejauh ini BUMD milik pemkab masih belum maksimal. Selain itu, pajak dan retribusi daerah juga bisa lebih dimaksimalkan. Sebab, beberapa pendapatan dari pajak dan retribusi masih menunjukkan peningkatan tahun ini.

Baca Juga :  Safari Ramadan Sambil Kawal Prokes dan Pemulihan Ekonomi

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Ibnu Soeyoethi menjelaskan, hingga kini posisi pencapaian PAD sudah 94 persen dari target. Dia yakin akhir tahun nanti target tersebut akan tercapai penuh.

Tahun ini target pendapatan memang harus dikoreksi. Sebab, ada beberapa pendapatan tidak tercapai. Misalnya, pendapatan dari BUMD ditargetkan mencapai Rp 133 miliar harus turun jadi Rp 20 miliar.

Sebab, ada BUMD belum bisa setor PAD tahun ini. ‘’Sebagian PAD baru disetor tahun depan,’’ tuturnya. BUMD yang setor PAD tahun depan adalah PT Asri Dharma Sentosa (ADS) dan PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS). PT ADS potensi PAD akan disetor sebesar Rp 122 miliar dan PT BBS senilai Rp 1,3 miliar.

Radar Bojonegoro – Kinerja pendapatan asli daerah (PAD) belum maksimal. Banyak yang meleset. Sehingga, postur pendapatan pada APBD tahun depan masih didominasi dana transfer pusat.

Dana trasfer pusat tahun depan diproyeksikan mencapai Rp 2,9 triliun. Sedangkan, pendapatan asli daerah (PAD) diproyeksikan hanya Rp 691 miliar. Target PAD itu turun dibanding tahun lalu. Berdasar data dihimpun, tahun ini PAD ditarget mencapai Rp 843 miliar.

Target itu harus dikoreksi karena sulit terealisasi. Sehingga, target PAD tahun ini lebih sedikit, yakni Rp 568 miliar. ‘’Itu karena banyak target yang meleset,’’ ujar Ketua Komisi C DPRD Mochlasin Afan.

Menurut Afan, pemkab harus berani memasang target PAD lebih besar tahun depan. Sehingga, saat dana transfer pusat mengalami penurunan, tidak banyak memengaruhi program pembangunan.

Baca Juga :  Secangkir Kopi di Perbukitan

Saat ini, pendapatan transfer dari pemerintah pusat kerap mengalami penurunan. Itu karena efek pandemi Covid-19. Misalnya, transfer dana bagi hasil (DBH) migas tahun ini turun cukup banyak. Awalnya, DBH migas diproyeksikan mencapai Rp 947 miliar. Namun, realisasinya hanya mencapai Rp 577 miliar.

‘’Dibanding DBH migas 2019 jauh menurun. Tahun lalu DBH migas mencapai Rp 2 triliun lebih,’’ tutur politikus Demokrat itu. Afan menuturkan, banyak hal bisa dilakukan agar PAD meningkat. Salah satunya memaksimalkan kinerja BUMD.

Sejauh ini BUMD milik pemkab masih belum maksimal. Selain itu, pajak dan retribusi daerah juga bisa lebih dimaksimalkan. Sebab, beberapa pendapatan dari pajak dan retribusi masih menunjukkan peningkatan tahun ini.

Baca Juga :  Iseng Edit Foto Bugil, Eko Divonis 16 Bulan

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Ibnu Soeyoethi menjelaskan, hingga kini posisi pencapaian PAD sudah 94 persen dari target. Dia yakin akhir tahun nanti target tersebut akan tercapai penuh.

Tahun ini target pendapatan memang harus dikoreksi. Sebab, ada beberapa pendapatan tidak tercapai. Misalnya, pendapatan dari BUMD ditargetkan mencapai Rp 133 miliar harus turun jadi Rp 20 miliar.

Sebab, ada BUMD belum bisa setor PAD tahun ini. ‘’Sebagian PAD baru disetor tahun depan,’’ tuturnya. BUMD yang setor PAD tahun depan adalah PT Asri Dharma Sentosa (ADS) dan PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS). PT ADS potensi PAD akan disetor sebesar Rp 122 miliar dan PT BBS senilai Rp 1,3 miliar.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/