alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Demi Pemerataan Ekonomi, Desa Harus Reborn Tempat Wisata

Radar Bojonegoro – Desa wisata mulai menggeliat di Bojonegoro. Itu menjadi sinyal positif namun patut diseriusi. Sebab, eksistensi desa wisata mampu menggerakkan perekonomian lokal. Kaitannya pertum buhan dan peme rataan ekonomi di Bojonegoro.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, setiap desa memiliki potensi wisata. Apalagi di Bojonegoro dengan kekayaan sumber daya alamnya. Banyak yang bisa dikonsep.

‘’Terkait desa-desa wisata, sudah lama kami minta menjadi pemicu geliat ekonomi,” katanya saat menghadiri wisata edukasi di Desa Pejambon, Kecamatan Sumberrejo kemarin (25/9). Menurut dia, sering kali mengunjungi desa-desa wisata untuk kembali mengangkat dan menggeliatkannya. Sebab, itu memang menjadi skala prioritas pembangunan nasional 2020. Utamanya pada 2021 mendatang adalah pariwisata.

‘’Itulah maka, Pak Presiden di 2021 agak genjot juga di pariwisata,” ujar dia. Agenda tersebut yakni destinasi superprioritas pariwisata. Meliputi lima titik di seluruh Indonesia. Namun, di Pulau Jawa kebagian Candi Borobudor saja. Hal itupun akan berdampak pada upaya pariwasata di tingkat desa.

Baca Juga :  Taksi Online Pilih Beroperasi Ilegal

‘’Karena pariwisata itu salah satu model pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan merata,” tandasnya. Menurut dia, banyak jaringanjaringan yang digerakkan dan menguntungkan dengan adanya desa pariwisata.

Seperti halnya di Desa Pejambon. Pasti di sekitarnya akan menggeliat. Jalan-jalan pasti akan menjadi pusat perhatian. ‘’Baik pemkab, maupun pemprov, ketika itu menjadi kewajiban pemprov, bahkan pemerintah pusat,” imbuh dia.

Sementara itu, menurut Halim, semua pihak sedang menghadapi satu stituasi dapat diharapkan menjadi reborn. Menjadi titik tolak bangkitnya situasi ekonomi karena pandemi Covid-19.

Sebab, seluruh destinasi wisata di Indonesia mengalami keterpurukan. ‘’Nah bagaimana momentum reborn ini diambil? Ternyata kuncinya ada di desa wisata. Baik wisata edukasi maupun wisata alam. Tapi, hakekatnya, kami berharap semua wisata di desa ada edukasinya. Jadi bukan pada wisata-wisata besar,” terangnya.

Baca Juga :  Figur Penyayang Keluarga dan Mencintai Masyarakat 

Sehingga, dengan adanya pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemkab setempat. Juga menggeliatnya desa-desa wisata yang terkonsep matang. Ia memiliki keyakinan bahwa Bojonegoro ke depannya bisa bebas kemiskinan seiring pertumbuhan ekonomi yang merata.

‘’Saya yakin 2024 paling akhir, Bojonegoro menjadi kabupaten tanpa kemiskinan dan kabupaten dengan ekonomi tumbuh merata,” tutur dia. Sementara itu, Bupati Anna Mu’awannah menuturkan Bojonegoro merupakan daerah dengan jumlah desa terbanyak se Jatim. Yakni dengan 419 desa dan 8 kelurahan. Dari jumlah itu, sudah tidak ada desa kategori tertinggal maupun sangat tertinggal.

‘’Seluruh desa dan kelurahan di Bojonegoro sudah masuk dalam kategori maju dan berkembang. Ke depannya kami terus berupaya meraih capaian kabupaten bebas kemiskinan dan kabupaten dengan ekonomi tumbuh dan merata,” jelasnya.

Radar Bojonegoro – Desa wisata mulai menggeliat di Bojonegoro. Itu menjadi sinyal positif namun patut diseriusi. Sebab, eksistensi desa wisata mampu menggerakkan perekonomian lokal. Kaitannya pertum buhan dan peme rataan ekonomi di Bojonegoro.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, setiap desa memiliki potensi wisata. Apalagi di Bojonegoro dengan kekayaan sumber daya alamnya. Banyak yang bisa dikonsep.

‘’Terkait desa-desa wisata, sudah lama kami minta menjadi pemicu geliat ekonomi,” katanya saat menghadiri wisata edukasi di Desa Pejambon, Kecamatan Sumberrejo kemarin (25/9). Menurut dia, sering kali mengunjungi desa-desa wisata untuk kembali mengangkat dan menggeliatkannya. Sebab, itu memang menjadi skala prioritas pembangunan nasional 2020. Utamanya pada 2021 mendatang adalah pariwisata.

‘’Itulah maka, Pak Presiden di 2021 agak genjot juga di pariwisata,” ujar dia. Agenda tersebut yakni destinasi superprioritas pariwisata. Meliputi lima titik di seluruh Indonesia. Namun, di Pulau Jawa kebagian Candi Borobudor saja. Hal itupun akan berdampak pada upaya pariwasata di tingkat desa.

Baca Juga :  APBD Bojonegoro 2022 Diproyeksikan Capai Rp 4,1 Triliun

‘’Karena pariwisata itu salah satu model pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan merata,” tandasnya. Menurut dia, banyak jaringanjaringan yang digerakkan dan menguntungkan dengan adanya desa pariwisata.

Seperti halnya di Desa Pejambon. Pasti di sekitarnya akan menggeliat. Jalan-jalan pasti akan menjadi pusat perhatian. ‘’Baik pemkab, maupun pemprov, ketika itu menjadi kewajiban pemprov, bahkan pemerintah pusat,” imbuh dia.

Sementara itu, menurut Halim, semua pihak sedang menghadapi satu stituasi dapat diharapkan menjadi reborn. Menjadi titik tolak bangkitnya situasi ekonomi karena pandemi Covid-19.

Sebab, seluruh destinasi wisata di Indonesia mengalami keterpurukan. ‘’Nah bagaimana momentum reborn ini diambil? Ternyata kuncinya ada di desa wisata. Baik wisata edukasi maupun wisata alam. Tapi, hakekatnya, kami berharap semua wisata di desa ada edukasinya. Jadi bukan pada wisata-wisata besar,” terangnya.

Baca Juga :  Figur Penyayang Keluarga dan Mencintai Masyarakat 

Sehingga, dengan adanya pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemkab setempat. Juga menggeliatnya desa-desa wisata yang terkonsep matang. Ia memiliki keyakinan bahwa Bojonegoro ke depannya bisa bebas kemiskinan seiring pertumbuhan ekonomi yang merata.

‘’Saya yakin 2024 paling akhir, Bojonegoro menjadi kabupaten tanpa kemiskinan dan kabupaten dengan ekonomi tumbuh merata,” tutur dia. Sementara itu, Bupati Anna Mu’awannah menuturkan Bojonegoro merupakan daerah dengan jumlah desa terbanyak se Jatim. Yakni dengan 419 desa dan 8 kelurahan. Dari jumlah itu, sudah tidak ada desa kategori tertinggal maupun sangat tertinggal.

‘’Seluruh desa dan kelurahan di Bojonegoro sudah masuk dalam kategori maju dan berkembang. Ke depannya kami terus berupaya meraih capaian kabupaten bebas kemiskinan dan kabupaten dengan ekonomi tumbuh dan merata,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/