alexametrics
28.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Tak Berizin, Pabrik Beton Ditutup Paksa

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Petugas gabungan dari Pemkab Bojonegoro menutup paksa pabrik beton atau batching plant di Desa Sratu, Kecamatan Baureno, kemarin (25/9). Pabrik beton itu ditutup karena belum memiliki izin. Namun, pabrik sudah beroperasi.

’’Batching plant ini sudah beroperasi sejak akhir bulan lalu,’’ ujar Camat Baureno Didit Sugiarto.

Menurut Didit, sudah dua kali mendatangi pabrik beton itu. Dan, meminta manajemen pabrik menghentikan sementara, sampai perizinan selesai. Namun, belum ada respons. Bahkan, masih terus beroperasi.

’’Akhirnya saya berkoordinasi dengan dinas PTSP (pelayanan terpadu satu pintu) dan satpol PP,’’ ujar pria sebelumnya menjabat sekretaris dinas pengelolaan keuangan dan aset daerah.

Petugas gabungan yang melakukan penutupan adalah Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Baureno, Pemerintah Desa (Pemdes) Sratu, satpol PP, dinas PTSP, dan dinas lingkungan hidup (DLH).

Baca Juga :  Pepohonan di Sepanjang Jalan Gajahmada Bakal Diganti Tabebuya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PTSP Gunardi menjelaskan, penutupan itu dilakukan agar manajemen segera melakukan izin. Sebab, pabrik beton itu sudah beroperasi terlebih dulu sebelum ada perizinan.

’’Hingga kini belum ada izin apapun yang masuk ke kami,’’ tegas dia.

Pabrik beton itu bisa beroperasi lagi jika izin sudah lengkap. Mulai izin gangguan hingga izin usaha. ’’Kalau izin sudah ada, bisa beroperasi lagi,’’ lanjut Gunardi.

Pabrik beton itu adalah milik salah satu perusahaan beton di Kecamatan Kalitidu. Pabrik di Kalitidu itu membuka cabang di wilayah Baureno untuk melayani rekanan yang mengerjakan kegiatan konstruksi di wilayah Bojonegoro timur.

’’Kami sebenarnya sudah mengurus izin. Namun, belum tuntas. Baru sampai tahap pengajuan di tingkat desa,’’ ujar Misnan, mandor pabrik beton itu ditemui di lokasi.

Baca Juga :  Iseng Ikut Lomba, Menang, Ketagihan

Misnan menjelaskan, pabrik di Desa Sratu ini adalah cabang dari pabrik di Kecamatan Kalitidu. Nantinya itu untuk melayani sejumlah rekanan kawasan Bojonegoro timur. ’’Ini untuk melayani proyek-proyek di wilayah timur Bojonegoro,’’ jelasnya.

Plt Kepala Satpol PP Arief Nanang menuturkan, pihaknya seketika melakukan penyegelan pabrik beton. Sebab, beroperasinya pabrik beton itu mengacu Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perizinan.

’’Kami langsung memasangi segel. Akan kami cabut setelah izin sudah ada,’ tuturnya.

Kepala DLH Nurul Azizah menjelaskan, pabrik beton itu harus berizin terlebih dulu sebelum beroperasi. Sebab, pabrik itu bisa menimbulkan dampak lingkungan yang tidak baik. ’’Jadi, harus lengkap dulu izinnya,’’ jelasnya.

Menurut Nurul, dampak lingkungan harus menjadi perhatian serius. Sehingga, beroperasinya pabrik itu tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Petugas gabungan dari Pemkab Bojonegoro menutup paksa pabrik beton atau batching plant di Desa Sratu, Kecamatan Baureno, kemarin (25/9). Pabrik beton itu ditutup karena belum memiliki izin. Namun, pabrik sudah beroperasi.

’’Batching plant ini sudah beroperasi sejak akhir bulan lalu,’’ ujar Camat Baureno Didit Sugiarto.

Menurut Didit, sudah dua kali mendatangi pabrik beton itu. Dan, meminta manajemen pabrik menghentikan sementara, sampai perizinan selesai. Namun, belum ada respons. Bahkan, masih terus beroperasi.

’’Akhirnya saya berkoordinasi dengan dinas PTSP (pelayanan terpadu satu pintu) dan satpol PP,’’ ujar pria sebelumnya menjabat sekretaris dinas pengelolaan keuangan dan aset daerah.

Petugas gabungan yang melakukan penutupan adalah Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Baureno, Pemerintah Desa (Pemdes) Sratu, satpol PP, dinas PTSP, dan dinas lingkungan hidup (DLH).

Baca Juga :  Bojonegoro-Lamongan Bertahan di Zona Oranye

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PTSP Gunardi menjelaskan, penutupan itu dilakukan agar manajemen segera melakukan izin. Sebab, pabrik beton itu sudah beroperasi terlebih dulu sebelum ada perizinan.

’’Hingga kini belum ada izin apapun yang masuk ke kami,’’ tegas dia.

Pabrik beton itu bisa beroperasi lagi jika izin sudah lengkap. Mulai izin gangguan hingga izin usaha. ’’Kalau izin sudah ada, bisa beroperasi lagi,’’ lanjut Gunardi.

Pabrik beton itu adalah milik salah satu perusahaan beton di Kecamatan Kalitidu. Pabrik di Kalitidu itu membuka cabang di wilayah Baureno untuk melayani rekanan yang mengerjakan kegiatan konstruksi di wilayah Bojonegoro timur.

’’Kami sebenarnya sudah mengurus izin. Namun, belum tuntas. Baru sampai tahap pengajuan di tingkat desa,’’ ujar Misnan, mandor pabrik beton itu ditemui di lokasi.

Baca Juga :  Batas Pengesahan APBD 2021 Akhir Bulan Ini

Misnan menjelaskan, pabrik di Desa Sratu ini adalah cabang dari pabrik di Kecamatan Kalitidu. Nantinya itu untuk melayani sejumlah rekanan kawasan Bojonegoro timur. ’’Ini untuk melayani proyek-proyek di wilayah timur Bojonegoro,’’ jelasnya.

Plt Kepala Satpol PP Arief Nanang menuturkan, pihaknya seketika melakukan penyegelan pabrik beton. Sebab, beroperasinya pabrik beton itu mengacu Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perizinan.

’’Kami langsung memasangi segel. Akan kami cabut setelah izin sudah ada,’ tuturnya.

Kepala DLH Nurul Azizah menjelaskan, pabrik beton itu harus berizin terlebih dulu sebelum beroperasi. Sebab, pabrik itu bisa menimbulkan dampak lingkungan yang tidak baik. ’’Jadi, harus lengkap dulu izinnya,’’ jelasnya.

Menurut Nurul, dampak lingkungan harus menjadi perhatian serius. Sehingga, beroperasinya pabrik itu tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/