alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Kebanyakan Sabu-Sabu Dipasok dari Surabaya

LAMONGAN – Hasil pengungkapan narkoba di Lamongan, kebanyakan sabu-sabu dan jenis lainnya dipasok dari Surabaya dan Madura.

Hanya, pengembangan perkara terkesan sulit, karena tersangka yang ditangkap memilih tutup mulut.

”Saya belum bisa memastikan, Lamongan kota pengedar maupun pengguna. Tetapi, barang tersebut kebanyakan kiriman dari Surabaya maupun Madura,’’ kata Kasatreskoba Polres Lamongan AKP Djoko Bisono, kemarin (25/9). 

Menurut dia, rata-rata penjualan sabu-sabu mendapat keuntungan sekitar Rp 200 ribu setiap satu klip. Namun, berat setiap klip berbeda.

Ada juga pengedar yang melakukan penjualan dengan meminta imbalan memakai sabu-sabu bersama. 

Namun, saat ditanya, mereka tak mengetahui teman serta beralasan tidak mengenalinya. Karena tersangka pengedar sabu-sabu sangat sensitif sekali kepada orang yang tak dikenalinya.

Baca Juga :  Genjot Endurance dan Kelincahan

”Pengembangan perkara narkoba yang lainnya sangat sulit karena pelaku memilih diam. Dan, tak mau menyebutkan asal usul mendapatkan narkoba,’’ ujar pria yang berpangkat tiga balok di pundaknya ini. 

Menurut dia, pengedar sendiri sangat paham dengan satu sama lain penjual sabu-sabu atau pemasok. Namun, tak mau menyebutkan dari mana barang tersebut.

Hanya sebagian tersangka saja yang menyebutkan identitas pemasok. ”Tersangka sendiri di waktu ditangkap saat dilakukan pemeriksaan sangat tertutup sekali,’’ ujar dia.

LAMONGAN – Hasil pengungkapan narkoba di Lamongan, kebanyakan sabu-sabu dan jenis lainnya dipasok dari Surabaya dan Madura.

Hanya, pengembangan perkara terkesan sulit, karena tersangka yang ditangkap memilih tutup mulut.

”Saya belum bisa memastikan, Lamongan kota pengedar maupun pengguna. Tetapi, barang tersebut kebanyakan kiriman dari Surabaya maupun Madura,’’ kata Kasatreskoba Polres Lamongan AKP Djoko Bisono, kemarin (25/9). 

Menurut dia, rata-rata penjualan sabu-sabu mendapat keuntungan sekitar Rp 200 ribu setiap satu klip. Namun, berat setiap klip berbeda.

Ada juga pengedar yang melakukan penjualan dengan meminta imbalan memakai sabu-sabu bersama. 

Namun, saat ditanya, mereka tak mengetahui teman serta beralasan tidak mengenalinya. Karena tersangka pengedar sabu-sabu sangat sensitif sekali kepada orang yang tak dikenalinya.

Baca Juga :  Kejaksaan Lamongan Musnahkan Sabu dan Ratusan Juta Uang Palsu

”Pengembangan perkara narkoba yang lainnya sangat sulit karena pelaku memilih diam. Dan, tak mau menyebutkan asal usul mendapatkan narkoba,’’ ujar pria yang berpangkat tiga balok di pundaknya ini. 

Menurut dia, pengedar sendiri sangat paham dengan satu sama lain penjual sabu-sabu atau pemasok. Namun, tak mau menyebutkan dari mana barang tersebut.

Hanya sebagian tersangka saja yang menyebutkan identitas pemasok. ”Tersangka sendiri di waktu ditangkap saat dilakukan pemeriksaan sangat tertutup sekali,’’ ujar dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/