alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

SMK Muhammadiyah 5 Babat Terpilih Jadi SMK Pusat Keunggulan

Radar Lamongan – Kompetensi keahlian (komli) keperawatan di SMK Muhammadiyah 5 Babat dipilih Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI menjadi salah satu program SMK Pusat Keunggulan (PK).

Kemarin (25/8), UPT Vokasi dan Sertifikasi Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang ditunjuk Kemdikbud RI sebagai pendamping program SMP PK melakukan kunjungan pendampingan di Kampus 3 SMK yang terletak di Desa Gendongkulon, Kecamatan Babat tersebut.

Kepala SMK Muhammadiyah (SMKM) 5 Babat, Achmad Ghofur, S.Pd., menjelaskan, komli keperawatan di sekolahnya berorientasi pada sektor pekerja migran. Para siswa disiapkan untuk bekerja di luar negeri. Khususnya di bidang keperawatan dengan konsentrasi sebagai caregiver.

‘’Anak-anak akan diajari merawat lansia di Jepang. Sementara sudah ada tiga siswa yang siap diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti proses pemagangan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Hadirnya Klinik Geriatri, Penanganan Pasien Lansia Semakin Cepat

Rektor UMG, Dr. Eko Budi Leksono, ST, MT yang terjun langsung melakukan pendampingan menilai, program SMK PK di kawasan sekolah seluas 2,5 hektar itu telah berjalan 25 persen. Pembangunan gedung untuk praktikum caregiver juga sudah dimulai. Program SMK PK ditarget rampung pada Desember mendatang.

‘’Sebagai pendamping kami hanya memastikan sudah sesuai atau tidak dengan yang tertera di proposal. Itu yang akan kami laporkan ke Direktorat SMK Kemdikbud. Nanti ada evaluasinya setiap indikator,’’ terangnya.

Menurut Eko, salah satu indikator keberhasilan program SMK PK adalah bisa beroperasi untuk masyarakat umum. ‘’SMK harus punya BLU (badan layanan usaha). Misalnya buat homecare dengan spesialisasi caregiver. Setelah proyek ini selesai, homecare bisa beroperasi dan dirasakan untuk umum. Sehingga bisa memantik komli-komli lainnya untuk bersaing menjadi program SMK PK. Tidak hanya komli keperawatan saja,’’ paparnya.

Baca Juga :  Orang Tua Siswa Senang, Anaknya di Didik Wasbang dalam TMMD 106 Kodim

Kepala UPT Vokasi dan Sertifikasi UMG, Dr. Moh. Agung Surianto, SE., M.S.M. CSRS menambahkan, selain memberikan bantuan berupa fisik dan nonfisik, soft skill siswa-siswa komli keperawatan juga harus didukung adanya kerja sama dengan mitramitra yang fokus di bidang keperawatan lansia.

‘’Sepertinya butuh mitra-mitra terkait keperawatan lansia untuk mengasah soft skill siswa. Terutama dengan RS yang menyediakan layanan caregiver. Sebagai pendamping, kami yang akan menjembatani untuk terhubung dengan mitra serta memberikan solusi jika terjadi kendala,’’ pungkasnya.

Radar Lamongan – Kompetensi keahlian (komli) keperawatan di SMK Muhammadiyah 5 Babat dipilih Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI menjadi salah satu program SMK Pusat Keunggulan (PK).

Kemarin (25/8), UPT Vokasi dan Sertifikasi Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang ditunjuk Kemdikbud RI sebagai pendamping program SMP PK melakukan kunjungan pendampingan di Kampus 3 SMK yang terletak di Desa Gendongkulon, Kecamatan Babat tersebut.

Kepala SMK Muhammadiyah (SMKM) 5 Babat, Achmad Ghofur, S.Pd., menjelaskan, komli keperawatan di sekolahnya berorientasi pada sektor pekerja migran. Para siswa disiapkan untuk bekerja di luar negeri. Khususnya di bidang keperawatan dengan konsentrasi sebagai caregiver.

‘’Anak-anak akan diajari merawat lansia di Jepang. Sementara sudah ada tiga siswa yang siap diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti proses pemagangan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Donasikan Gaji Bagi Perlindungan Tenaga Medis dan Relawan Covid-19

Rektor UMG, Dr. Eko Budi Leksono, ST, MT yang terjun langsung melakukan pendampingan menilai, program SMK PK di kawasan sekolah seluas 2,5 hektar itu telah berjalan 25 persen. Pembangunan gedung untuk praktikum caregiver juga sudah dimulai. Program SMK PK ditarget rampung pada Desember mendatang.

‘’Sebagai pendamping kami hanya memastikan sudah sesuai atau tidak dengan yang tertera di proposal. Itu yang akan kami laporkan ke Direktorat SMK Kemdikbud. Nanti ada evaluasinya setiap indikator,’’ terangnya.

Menurut Eko, salah satu indikator keberhasilan program SMK PK adalah bisa beroperasi untuk masyarakat umum. ‘’SMK harus punya BLU (badan layanan usaha). Misalnya buat homecare dengan spesialisasi caregiver. Setelah proyek ini selesai, homecare bisa beroperasi dan dirasakan untuk umum. Sehingga bisa memantik komli-komli lainnya untuk bersaing menjadi program SMK PK. Tidak hanya komli keperawatan saja,’’ paparnya.

Baca Juga :  Orang Tua Siswa Senang, Anaknya di Didik Wasbang dalam TMMD 106 Kodim

Kepala UPT Vokasi dan Sertifikasi UMG, Dr. Moh. Agung Surianto, SE., M.S.M. CSRS menambahkan, selain memberikan bantuan berupa fisik dan nonfisik, soft skill siswa-siswa komli keperawatan juga harus didukung adanya kerja sama dengan mitramitra yang fokus di bidang keperawatan lansia.

‘’Sepertinya butuh mitra-mitra terkait keperawatan lansia untuk mengasah soft skill siswa. Terutama dengan RS yang menyediakan layanan caregiver. Sebagai pendamping, kami yang akan menjembatani untuk terhubung dengan mitra serta memberikan solusi jika terjadi kendala,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Owner Miliki Aset Perhiasan

Per Anggota DPRD Rp 20,9 Juta

Geladi Bersih, Pakai Sarung-Blangkon

Artikel Terbaru


/