alexametrics
24 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Desak Aparat Tegas Tangani Pencemaran Bengawan Solo

Radar Bojonegoro – Pencemaran air Bengawan Solo tentu akan memberikan efek domino bagi biota Bengawan Solo hingga masyarakat Bojonegoro. Desakan aparat agar menindak pelaku pencemaran Bengawan Solo, mengingat tiga bulan ini ada lima kejadian pencemaran. Air menghitam dan berbau.

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar mengatakan, agar masyarakat harus waspada dan hati-hati terkait dengan penggunaan air Bengawan Solo. Kemudian, harus ada tindakan tegas dari aparat terkait terhadap industriindustri tekstil dari hulu sesuai dengan ketentuan berlaku.

“Pemkab harus berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berwenang menangani Bengawan Solo,” ucapnya. Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mendesak agar Pemkab Bojonegoro serius menangani dan menindaklanjuti masalah pencemaran air tersebut.

Baca Juga :  Miliki Kesan  Laga Derby

“Butuh keseriusan Pemkab Bojonegoro, salah satunya melalui dinas lingkungan hidup (DLH) dalam hal menelusuri serta menangani pencemaran air Bengawan Solo,” tutur politikus Partai Demokrat itu.

Karena biar bagaimanapun air Bengawan Solo melintas di Bojonegoro digunakan banyak orang. Bahkan peru sahaan air minum daerah (PDAM) juga memanfaatkan air Bengawan Solo untuk mengaliri rumah tangga. Sehingga, sangat berisiko apabila pencemaran air tersebut berdampak kepada kesehatan masyarakat secara jangka panjang.

Peran masyarakat juga penting mengawal penanganan pencemaran air Bengawan Solo. Sukur pun menambahkan, perlu adanya penegakan hukum tegas di wilayah hulu Bengawan Solo bagi para pembuang limbah industri. Juga upaya-upaya kebersamaan masyarakat dalam menjaga Bengawan Solo tetap bersih.

Baca Juga :  Latih Pendaki Pemula agar Tidak Tersesat dan Tahan Hujan

“Kesadaran untuk menjaga lingkungan termasuk Bengawan Solo harus tertanam masyarakat. Dan tentunya butuh penegakan hukum yang tegas,” kata Sukur.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) Prigi Arisandi menilai pemerintah telah lalai menanggulangi pencemaran Bengawan Solo.

Menurutnya, pencemaran air Bengawan Solo ini butuh komitmen banyak pihak yang secara serentak menyuarakannya. Karena kualitas air layak konsumsi merupakan hak setiap masyarakat. 

Radar Bojonegoro – Pencemaran air Bengawan Solo tentu akan memberikan efek domino bagi biota Bengawan Solo hingga masyarakat Bojonegoro. Desakan aparat agar menindak pelaku pencemaran Bengawan Solo, mengingat tiga bulan ini ada lima kejadian pencemaran. Air menghitam dan berbau.

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar mengatakan, agar masyarakat harus waspada dan hati-hati terkait dengan penggunaan air Bengawan Solo. Kemudian, harus ada tindakan tegas dari aparat terkait terhadap industriindustri tekstil dari hulu sesuai dengan ketentuan berlaku.

“Pemkab harus berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berwenang menangani Bengawan Solo,” ucapnya. Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mendesak agar Pemkab Bojonegoro serius menangani dan menindaklanjuti masalah pencemaran air tersebut.

Baca Juga :  Rekonstruksi Kades Sedahkidul : Tolak Adegan Terima Uang

“Butuh keseriusan Pemkab Bojonegoro, salah satunya melalui dinas lingkungan hidup (DLH) dalam hal menelusuri serta menangani pencemaran air Bengawan Solo,” tutur politikus Partai Demokrat itu.

Karena biar bagaimanapun air Bengawan Solo melintas di Bojonegoro digunakan banyak orang. Bahkan peru sahaan air minum daerah (PDAM) juga memanfaatkan air Bengawan Solo untuk mengaliri rumah tangga. Sehingga, sangat berisiko apabila pencemaran air tersebut berdampak kepada kesehatan masyarakat secara jangka panjang.

Peran masyarakat juga penting mengawal penanganan pencemaran air Bengawan Solo. Sukur pun menambahkan, perlu adanya penegakan hukum tegas di wilayah hulu Bengawan Solo bagi para pembuang limbah industri. Juga upaya-upaya kebersamaan masyarakat dalam menjaga Bengawan Solo tetap bersih.

Baca Juga :  Miliki Kesan  Laga Derby

“Kesadaran untuk menjaga lingkungan termasuk Bengawan Solo harus tertanam masyarakat. Dan tentunya butuh penegakan hukum yang tegas,” kata Sukur.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) Prigi Arisandi menilai pemerintah telah lalai menanggulangi pencemaran Bengawan Solo.

Menurutnya, pencemaran air Bengawan Solo ini butuh komitmen banyak pihak yang secara serentak menyuarakannya. Karena kualitas air layak konsumsi merupakan hak setiap masyarakat. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/