alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Dilempari Batu, Rumah dan Warung Dirusak Rombongan Konvoi

Radar Lamongan – Polisi memeriksa enam orang saksi kasus perusakan dan pelemparan batu pada Senin malam (24/8). Yakni, perusakan warung dan rumah yang berdekatan milik Minuk, 46, warga Desa Mojodadi, Kecamatan Kedungpring dan pelemparan batu terhadap M Asrori, 28, warga Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng.

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, awalnya ada rombongan sekitar 30 motor berkonvoi. Mereka diduga dari salah satu perguruan silat. Ketika sampai di TKP, ada salah seorang dari rombongan itu melempar batu ke warung milik Minuk. Malam itu, di warung terdapat dua pengunjung. Keduanya kemudian memilih melarikan diri. Tiga motor dan satu sepeda yang ada di sekitar warung, dirusak.

Tak lama kemudian, ada pelemparan batu ke rumah Minuk yang lokasinya berdekatan dengan warung. Akibat kejadian tersebut, kaca jendela warung dan pintu tripleks mengalami kerusakan. Selain itu, sebagian kaca rumah juga pecah.

Baca Juga :  Berangkat dari Hobi, Hasilkan Pundi-Pundi Uang 

‘’Memang benar ada dua lokasi dan saya langsung ke lokasi,’’ kata Kapolres Lamongan AKBP Harun. Satu lokasi lagi, di Desa Sungelebak. Kejadian hampir sama. Ada rombongan konvoi sekitar 200 motor dari utara. Dua orang yang hendak ke warung kopi dilempar menggunakan batu. Lemparan itu mengenai bagian pelipis mata Asrori.

‘’Yang pasti ini semua masih dalam penyelidikan lebih lanjut,’’ imbuh Kapolres. Versi dia, kerusakan tak begitu parah karena kapolsek setempat dan anggotanya melakukan pengawasan di wilayah masing – masing. Pengamanan juga meminta bantuan satu kompi dari Brimob Polda Jatim dan Kodim 0812 Lamongan.

‘’Jadi kalau ada kejadian tidak sampai berkepanjangan. Karena hampir semua titik rawan telah diberikan anggota. Apalagi, setelah kejadian langsung diberikan anggota bersama brimob,’’ tuturnya. Menurut Kapolres, kendaraan yang rusak dibawa ke Mapolres Lamongan. Juga alat bukti perusakan seperti batu.

Baca Juga :  Jalani Isolasi, Bupati Tetap Pantau PPKM Darurat

Saat dirinya datang ke lokasi, warga setempat tak mengetahui dan tak mengenal pelaku perusakan tersebut. ‘’Yang terpenting warga yang mengalami kerusakan meminta ganti rugi atas beberapa barang miliknya yang rusak, selesai,’’ katanya.

Menurut Kapolres, sampai saat ini enam orang sudah dimintai keterangan. Empat orang di antaranya untuk kasus perusakan warung dan rumah di Desa Mojodadi. Yakni, saksi korban Minuk dan Akbar Pramodya yang motornya dirusak, serta Yosie Said Pribadi dan Edi Krisdianto, warga sekitar. Dua saksi lainnya, M Asrori, korban pelemparan dan Ikhyaul Ulum, warga Sungelebak

Radar Lamongan – Polisi memeriksa enam orang saksi kasus perusakan dan pelemparan batu pada Senin malam (24/8). Yakni, perusakan warung dan rumah yang berdekatan milik Minuk, 46, warga Desa Mojodadi, Kecamatan Kedungpring dan pelemparan batu terhadap M Asrori, 28, warga Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng.

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, awalnya ada rombongan sekitar 30 motor berkonvoi. Mereka diduga dari salah satu perguruan silat. Ketika sampai di TKP, ada salah seorang dari rombongan itu melempar batu ke warung milik Minuk. Malam itu, di warung terdapat dua pengunjung. Keduanya kemudian memilih melarikan diri. Tiga motor dan satu sepeda yang ada di sekitar warung, dirusak.

Tak lama kemudian, ada pelemparan batu ke rumah Minuk yang lokasinya berdekatan dengan warung. Akibat kejadian tersebut, kaca jendela warung dan pintu tripleks mengalami kerusakan. Selain itu, sebagian kaca rumah juga pecah.

Baca Juga :  Berangkat dari Hobi, Hasilkan Pundi-Pundi Uang 

‘’Memang benar ada dua lokasi dan saya langsung ke lokasi,’’ kata Kapolres Lamongan AKBP Harun. Satu lokasi lagi, di Desa Sungelebak. Kejadian hampir sama. Ada rombongan konvoi sekitar 200 motor dari utara. Dua orang yang hendak ke warung kopi dilempar menggunakan batu. Lemparan itu mengenai bagian pelipis mata Asrori.

‘’Yang pasti ini semua masih dalam penyelidikan lebih lanjut,’’ imbuh Kapolres. Versi dia, kerusakan tak begitu parah karena kapolsek setempat dan anggotanya melakukan pengawasan di wilayah masing – masing. Pengamanan juga meminta bantuan satu kompi dari Brimob Polda Jatim dan Kodim 0812 Lamongan.

‘’Jadi kalau ada kejadian tidak sampai berkepanjangan. Karena hampir semua titik rawan telah diberikan anggota. Apalagi, setelah kejadian langsung diberikan anggota bersama brimob,’’ tuturnya. Menurut Kapolres, kendaraan yang rusak dibawa ke Mapolres Lamongan. Juga alat bukti perusakan seperti batu.

Baca Juga :  11 SMAN Kekurangan Siswa, Ada 565 Bangku Kosong

Saat dirinya datang ke lokasi, warga setempat tak mengetahui dan tak mengenal pelaku perusakan tersebut. ‘’Yang terpenting warga yang mengalami kerusakan meminta ganti rugi atas beberapa barang miliknya yang rusak, selesai,’’ katanya.

Menurut Kapolres, sampai saat ini enam orang sudah dimintai keterangan. Empat orang di antaranya untuk kasus perusakan warung dan rumah di Desa Mojodadi. Yakni, saksi korban Minuk dan Akbar Pramodya yang motornya dirusak, serta Yosie Said Pribadi dan Edi Krisdianto, warga sekitar. Dua saksi lainnya, M Asrori, korban pelemparan dan Ikhyaul Ulum, warga Sungelebak

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/