alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

PKPI dan PKS Berlabuh ke PAN?

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ada sinyal berlabuh ke fraksi gabungan PAN dan Hanura. Hanya, sinyal ini masih belum final. Padahal, sebelumnya PKPI rencana membentuk fraksi sendiri dengan PKS.

PKPI dan PKS, sama-sama memiliki dua kursi di DPRD. Sedangkan, pembentukan fraksi, minimal memiliki empat kursi. ’’Belum final. Tapi sesuai hasil pembicaraan sementara, kami bergabung PAN,’’ kata Ketua DPC PKPI Bojonegoro Syamsul Huda kemarin (25/8).

Menurut dia, bergabungnya PKPI ke PAN dan Hanura itu dinilai akan lebih memperkuat fraksi gabungan. Sebab, jika hanya bergabung dengan PKS, fraksi gabungan nanti kurang kuat. Karena anggotanya hanya empat orang.

Baca Juga :  Belum Semua Perusahaan Terapkan UMK, Ini Kata Dinperinaker

Namun, dengan bergabungnya PKPI, PAN, Hanura, dan PKS, tentu jumlah anggota fraksi gabungan akan bertambah dua kali lipat. Yaitu delapan kursi. ’’Sehingga lebih kuat, karena lebih banyak,’’ lanjut mantan anggota DPRD itu.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Bojonegoro Suyuthi dikonfirmasi terpisah membenarkan rencana bergabungnya PKPI. Namun, rencana itu belum final. Sebagaimana seperti Hanura bergabung PAN. ’’Insyaallah (PKPI) gabung,’’ ujar politisi kelahiran Kecamatan Sumberrejo itu.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPD PKS Tri Wibowo mengatakan, ada opsi empat parpol (PKS, PAN, Hanura, dan PKPI) bergabung membentuk fraksi gabungan. Namun, rencana itu masih dikoordinasikan. Informasi dari internal PKS setempat, DPW PKS Jatim juga telah menyetujui rencana koalisi empat parpol tersebut.

Baca Juga :  Sejumlah Politisi Kaget Usulan Demokrat

’’Iya DPW juga sudah mengiyakan,’’ ujar salah satu kader internal PKS setempat.

Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Bojonegoro Imam Sholikin menargetkan fraksi segera terbentuk. Sehingga, dia meminta parpol segera mengirim surat terkait rekomendasi pembentukan fraksi.

Sebab, tugas utama pimpinan DPRD sementara adalah membentuk fraksi dan mengesahkan tata tertib (tatib) DPRD. Dan, menetapkan pimpinan definitif. ’’Meskipun waktu maskimalnya itu sebulan, tapi kami target sudah tuntas sebelum sebulan,’’ ujar politisi asal Kecamatan Tambakrejo ini.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ada sinyal berlabuh ke fraksi gabungan PAN dan Hanura. Hanya, sinyal ini masih belum final. Padahal, sebelumnya PKPI rencana membentuk fraksi sendiri dengan PKS.

PKPI dan PKS, sama-sama memiliki dua kursi di DPRD. Sedangkan, pembentukan fraksi, minimal memiliki empat kursi. ’’Belum final. Tapi sesuai hasil pembicaraan sementara, kami bergabung PAN,’’ kata Ketua DPC PKPI Bojonegoro Syamsul Huda kemarin (25/8).

Menurut dia, bergabungnya PKPI ke PAN dan Hanura itu dinilai akan lebih memperkuat fraksi gabungan. Sebab, jika hanya bergabung dengan PKS, fraksi gabungan nanti kurang kuat. Karena anggotanya hanya empat orang.

Baca Juga :  Jangan Sampai Ada Penolakan Pasien

Namun, dengan bergabungnya PKPI, PAN, Hanura, dan PKS, tentu jumlah anggota fraksi gabungan akan bertambah dua kali lipat. Yaitu delapan kursi. ’’Sehingga lebih kuat, karena lebih banyak,’’ lanjut mantan anggota DPRD itu.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Bojonegoro Suyuthi dikonfirmasi terpisah membenarkan rencana bergabungnya PKPI. Namun, rencana itu belum final. Sebagaimana seperti Hanura bergabung PAN. ’’Insyaallah (PKPI) gabung,’’ ujar politisi kelahiran Kecamatan Sumberrejo itu.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPD PKS Tri Wibowo mengatakan, ada opsi empat parpol (PKS, PAN, Hanura, dan PKPI) bergabung membentuk fraksi gabungan. Namun, rencana itu masih dikoordinasikan. Informasi dari internal PKS setempat, DPW PKS Jatim juga telah menyetujui rencana koalisi empat parpol tersebut.

Baca Juga :  Naas, Hendak Karaoke Eh Pria ini Malah Kesetrum

’’Iya DPW juga sudah mengiyakan,’’ ujar salah satu kader internal PKS setempat.

Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Bojonegoro Imam Sholikin menargetkan fraksi segera terbentuk. Sehingga, dia meminta parpol segera mengirim surat terkait rekomendasi pembentukan fraksi.

Sebab, tugas utama pimpinan DPRD sementara adalah membentuk fraksi dan mengesahkan tata tertib (tatib) DPRD. Dan, menetapkan pimpinan definitif. ’’Meskipun waktu maskimalnya itu sebulan, tapi kami target sudah tuntas sebelum sebulan,’’ ujar politisi asal Kecamatan Tambakrejo ini.

Artikel Terkait

Most Read

DPRD Minta Pasien Covid Harus Tertangani

Tinggal Menjalankan Ibadah Sunah

DWI KUS TERANCAM ABSEN

Artikel Terbaru


/