alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Pendekar dari Dua Perguruan Silat Terlibat Bentrok

- Advertisement -

PARENGAN, Radar Tuban – Puluhan pendekar beratribut perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Pagar Nusa (PN) kemarin (25/8) sekitar pukul 13.00 terlibat bentrok di jalan depan Balai Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan. Berdasarkan informasi sementara, dua pendekar yang mengalami luka parah dilarikan ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo. Mereka mengalami luka terbuka pada kepala dan badan. Sementara lainnya luka ringan. Sebagian besar memar. Saat petugas datang ke TKP, puluhan orang melarikan diri ke sawah dan kawasan hutan. Untuk sementara, petugas mengamankan 24 orang yang diduga pelaku. Enam belas di antaranya diperiksa di mapolres setempat. Selebihnya masih diamankan di Polsek Parengan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, pertikaian diduga dipicu dari kesalahpahaman. Bermula saat perguruan PN menggelar acara Temu Kangen di lapangan Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan. Sekitar 250 orang pesilat beratribut Rembol 76 PN setelah menghadiri acara tersebut melakukan konvoi motor.

Baca Juga :  Dipicu Keterlambatan, Proyek Jadi Atensi

Ketika melintas di depan Balai Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan yang tengah berlangsung tes jago yang digelar PSHT dan diikuti pesilat se ranting kecamatan setempat, mereka diduga menggeber motornya. Selain menggeber motor, kabarnya mereka juga melempar batu ke balai desa.

Sebagian pesilat Rembol 76  dikabarkan turun dari motornya dan bermaksud masuk balai desa. Namun, upaya tersebut dihadang pengamanan internal PSHT ranting setempat. Ketika itulah, anggota pengamanan bernama Nurzam Rony, 28, terkena sabetan sajam di kaki hingga menyebabkan uratnya putus. 

Berselang 30 menit kemudian, puluhan anggota PSHT lainnya datang ke balai desa. Ketakutan, pesilat Rembol 76 melarikan diri menuju perbatasan Bojonegoro-Tuban dan arah Kecamatan Soko. Tak lama berselang, tersiar kabar anggota PN bernama Bayu Pratama, 23, warga Desa Karangsono, Kecamatan Dander, Bojonegoro terkena sabetan sajam pada paha kiri dan luka lecet di pergelangan kaki kanan.

Baca Juga :  Pajak Penerangan Jalan Sumber Pendapatan Terbesar
- Advertisement -

Situasi kian memanas setelah warga PSHT mendengar kabar melalui group WhatsApp terkait serangan PN. Warga PSHT yang berkumpul di sejumlah titik melakukan penghadangan terhadap pesilat Rembol 76 dari arah Bojonegoro.

Melihat massa PSHT kian banyak, PN melarikan diri ke arah Kecamatan  Soko dan Kabupaten Bojonegoro. 

Ahmad Rowi, saksi mata di tempat kejadian mengatakan, dari puluhan pendekar yang terlibat bentrok  tersebut sebagian membawa senjata tajam berupa celurit dan dobel stik alias ruyung. Setelah duel, pertikaian dilanjutkan dengan saling lempar batu dan benda tumpul lainnya. Kasatreskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo belum bisa dikonfirmasi. Ponselnya yang dihubungi tidak aktif. Sementara Kaurbinops Satreskrim Polres Tuban Iptu Dean Tomy Rimbawan ketika dikonfirmasi mengaku masih olah tempat kejadian perkara (TKP). ‘’Sebentar, masih mengumpulkan keterangan,’’ kata dia.

PARENGAN, Radar Tuban – Puluhan pendekar beratribut perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Pagar Nusa (PN) kemarin (25/8) sekitar pukul 13.00 terlibat bentrok di jalan depan Balai Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan. Berdasarkan informasi sementara, dua pendekar yang mengalami luka parah dilarikan ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo. Mereka mengalami luka terbuka pada kepala dan badan. Sementara lainnya luka ringan. Sebagian besar memar. Saat petugas datang ke TKP, puluhan orang melarikan diri ke sawah dan kawasan hutan. Untuk sementara, petugas mengamankan 24 orang yang diduga pelaku. Enam belas di antaranya diperiksa di mapolres setempat. Selebihnya masih diamankan di Polsek Parengan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, pertikaian diduga dipicu dari kesalahpahaman. Bermula saat perguruan PN menggelar acara Temu Kangen di lapangan Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan. Sekitar 250 orang pesilat beratribut Rembol 76 PN setelah menghadiri acara tersebut melakukan konvoi motor.

Baca Juga :  Banyak Pelanggar, Tujuh Hari Tilang 1.558 Pengendara

Ketika melintas di depan Balai Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan yang tengah berlangsung tes jago yang digelar PSHT dan diikuti pesilat se ranting kecamatan setempat, mereka diduga menggeber motornya. Selain menggeber motor, kabarnya mereka juga melempar batu ke balai desa.

Sebagian pesilat Rembol 76  dikabarkan turun dari motornya dan bermaksud masuk balai desa. Namun, upaya tersebut dihadang pengamanan internal PSHT ranting setempat. Ketika itulah, anggota pengamanan bernama Nurzam Rony, 28, terkena sabetan sajam di kaki hingga menyebabkan uratnya putus. 

Berselang 30 menit kemudian, puluhan anggota PSHT lainnya datang ke balai desa. Ketakutan, pesilat Rembol 76 melarikan diri menuju perbatasan Bojonegoro-Tuban dan arah Kecamatan Soko. Tak lama berselang, tersiar kabar anggota PN bernama Bayu Pratama, 23, warga Desa Karangsono, Kecamatan Dander, Bojonegoro terkena sabetan sajam pada paha kiri dan luka lecet di pergelangan kaki kanan.

Baca Juga :  Truk Terguling Karena AS Belakang Patah
- Advertisement -

Situasi kian memanas setelah warga PSHT mendengar kabar melalui group WhatsApp terkait serangan PN. Warga PSHT yang berkumpul di sejumlah titik melakukan penghadangan terhadap pesilat Rembol 76 dari arah Bojonegoro.

Melihat massa PSHT kian banyak, PN melarikan diri ke arah Kecamatan  Soko dan Kabupaten Bojonegoro. 

Ahmad Rowi, saksi mata di tempat kejadian mengatakan, dari puluhan pendekar yang terlibat bentrok  tersebut sebagian membawa senjata tajam berupa celurit dan dobel stik alias ruyung. Setelah duel, pertikaian dilanjutkan dengan saling lempar batu dan benda tumpul lainnya. Kasatreskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo belum bisa dikonfirmasi. Ponselnya yang dihubungi tidak aktif. Sementara Kaurbinops Satreskrim Polres Tuban Iptu Dean Tomy Rimbawan ketika dikonfirmasi mengaku masih olah tempat kejadian perkara (TKP). ‘’Sebentar, masih mengumpulkan keterangan,’’ kata dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/