alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Dirawat RS Lima Hari, Satu Jamaah Haji Meninggal

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Nur Munazah, jamaah haji kelompok terbang (kloter) 75 asal Bojonegoro dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 15.00 (waktu setempat) pada Sabtu (24/8). Sebelum meninggal dunia, almarhumah tinggal di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Kota, itu sempat dirawat selama lima hari di Rumah Sakit (RS) Al Noor Makkah.

Menurut Habrun, tim pembimbing ibadah haji Indonesia (TPIHI) kloter 75, almarhumah yang selama lima hari dirawat, didiagnosis menderita gagal ginjal dan kanker payudara metastases. Selama menunaikan ibadah haji, almarhumah juga didampingi oleh suaminya.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Terima Anugerah UNY Network Award 2022

“Semoga khusnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan bisa sabar dan tabah,” ujarnya saat dihubungi via WhatsApp kemarin (25/8).

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Asyik Syamsul Huda mengungkapkan, bahwa jenazah almarhumah dimakamkan di Arab Saudi. Ia sangat berharap tidak ada lagi jamaah haji yang meninggal dunia. Karena proses screening jamaah haji tahun ini sudah sangat ketat.

“Seperti kondisi almarhumah saat di-screening juga sehat tidak kelihatan dalam kondisi sakit. Tapi ternyata takdir berkata lain,” ungkap dia.

- Advertisement -

Apabila melihat jumlah jamaah haji yang meninggal tahun lalu, tentu saat ini mengalami penurunan. Pada 2018, ada empat jamaah haji yang meninggal. Sedangkan pada 2017, tujuh jamaah haji meninggal. Pihaknya bersama dinas kesehatan (dinkes) sudah berusaha semaksimal mungkin menyaring jamaah haji yang kondisinya memang sehat dengan berbagai batas kewajaran. 

Baca Juga :  Ponpes Modern Al-Fatimah Wujudkan Pesantren Berkemajuan

“Tahun ini pun sistemnya diperketat. Jamaah haji dinyatakan istithaah (mampu) dulu baru bisa lakukan pelunasan. Dan cek kesehatan kini juga dilakukan lebih awal,” tegasnya.

Perlu diketahui, jumlah jamaah haji tahun ini sebanyak 1.285 orang dan 15 petugas. Dibagi tiga kloter, yakni 73, 74, dan 75. Jamaah haji yang menggunakan kursi roda dengan pendampingan keluarga atau petugas sebanyak 23 orang. Asyik mengatakan, rombongan jamaah haji akan pulang ke Indonesia pada 12 September mendatang.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Nur Munazah, jamaah haji kelompok terbang (kloter) 75 asal Bojonegoro dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 15.00 (waktu setempat) pada Sabtu (24/8). Sebelum meninggal dunia, almarhumah tinggal di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Kota, itu sempat dirawat selama lima hari di Rumah Sakit (RS) Al Noor Makkah.

Menurut Habrun, tim pembimbing ibadah haji Indonesia (TPIHI) kloter 75, almarhumah yang selama lima hari dirawat, didiagnosis menderita gagal ginjal dan kanker payudara metastases. Selama menunaikan ibadah haji, almarhumah juga didampingi oleh suaminya.

Baca Juga :  Angkringan Jogja ala Jonegaran

“Semoga khusnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan bisa sabar dan tabah,” ujarnya saat dihubungi via WhatsApp kemarin (25/8).

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Asyik Syamsul Huda mengungkapkan, bahwa jenazah almarhumah dimakamkan di Arab Saudi. Ia sangat berharap tidak ada lagi jamaah haji yang meninggal dunia. Karena proses screening jamaah haji tahun ini sudah sangat ketat.

“Seperti kondisi almarhumah saat di-screening juga sehat tidak kelihatan dalam kondisi sakit. Tapi ternyata takdir berkata lain,” ungkap dia.

- Advertisement -

Apabila melihat jumlah jamaah haji yang meninggal tahun lalu, tentu saat ini mengalami penurunan. Pada 2018, ada empat jamaah haji yang meninggal. Sedangkan pada 2017, tujuh jamaah haji meninggal. Pihaknya bersama dinas kesehatan (dinkes) sudah berusaha semaksimal mungkin menyaring jamaah haji yang kondisinya memang sehat dengan berbagai batas kewajaran. 

Baca Juga :  Harap Pengurangannya Berkala

“Tahun ini pun sistemnya diperketat. Jamaah haji dinyatakan istithaah (mampu) dulu baru bisa lakukan pelunasan. Dan cek kesehatan kini juga dilakukan lebih awal,” tegasnya.

Perlu diketahui, jumlah jamaah haji tahun ini sebanyak 1.285 orang dan 15 petugas. Dibagi tiga kloter, yakni 73, 74, dan 75. Jamaah haji yang menggunakan kursi roda dengan pendampingan keluarga atau petugas sebanyak 23 orang. Asyik mengatakan, rombongan jamaah haji akan pulang ke Indonesia pada 12 September mendatang.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/