alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Kebutuhan Pustawakan Mendesak

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Koleksi buku di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bojonegoro dinilai belum variatif. Salah satu sebabnya karena Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bojonegoro belum memiliki tenaga pustakawan.

Sehingga pembelanjaan buku sebagai bahan bacaan, tidak mengacu berdasarkan kebutuhan pembaca dan kualitas buku. Namun, hanya berdasar pada keinginan dan bukan karena faktor kebutuhan.

’’Bojonegoro belum punya putakawan. Sehingga koleksi bukunya belum variatif,’’ kata Supriyanto, pustakawan perpustakaan nasional saat diskusi di Pemkab Bojonegoro kemarin (25/7).

Menurut Supriyanto, mayoritas koleksi buku perpustakan di pemerintah daerah, khususnya di Bojonegoro masih monoton. Padahal, sesuai aturannya, yang menentukan pengadaan buku di perpustakaan adalah pustakawan. 

Namun, karena di Bojonegoro belum memiliki pustakawan, tentu ke depan harus ada tenaga pustakawan, agar perpustakaan tak sepi pengunjung. Dan memiliki buku yang variatif.

Baca Juga :  3.905 Guru SMA SMK Menanti Vaksinasi

Menurut dia, kebutuhan pustakawan di Bojonegoro sangat mendesak, karena jika tidak ada pustakawan, manajemen perpustakaan tidak akan berkembang. Sebab, yang bisa membuat inovasi tentang pengelolaan perpustakaan itu adalah pustakawan.

Dia mengibaratkan sebuah rumah sakit harus ada dokternya. Nah, jika perpustakaan itu diibaratkan rumah sakit, pustakawan adalah dokternya. Ada tahapan kompetensi seorang yang bisa menjadi pustawakan.

’’Jika butuh pustakawan, perpustakan nasional siap membantu,’’ janjinya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bojonegoro Kamidin membenarkan belum memiliki pustakawan. Sehingga, diharapan perpustakan nasional bisa membantu perpustakaan di daerah untuk mendidik tenaga pustakawan. 

’’Karena itu, kami minta bantuan dari perpustakaan pusat,’’ ungkap dia.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Koleksi buku di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bojonegoro dinilai belum variatif. Salah satu sebabnya karena Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bojonegoro belum memiliki tenaga pustakawan.

Sehingga pembelanjaan buku sebagai bahan bacaan, tidak mengacu berdasarkan kebutuhan pembaca dan kualitas buku. Namun, hanya berdasar pada keinginan dan bukan karena faktor kebutuhan.

’’Bojonegoro belum punya putakawan. Sehingga koleksi bukunya belum variatif,’’ kata Supriyanto, pustakawan perpustakaan nasional saat diskusi di Pemkab Bojonegoro kemarin (25/7).

Menurut Supriyanto, mayoritas koleksi buku perpustakan di pemerintah daerah, khususnya di Bojonegoro masih monoton. Padahal, sesuai aturannya, yang menentukan pengadaan buku di perpustakaan adalah pustakawan. 

Namun, karena di Bojonegoro belum memiliki pustakawan, tentu ke depan harus ada tenaga pustakawan, agar perpustakaan tak sepi pengunjung. Dan memiliki buku yang variatif.

Baca Juga :  bantuan Penunjang Operasional Belum Cair, Verifikasi Berkas MA

Menurut dia, kebutuhan pustakawan di Bojonegoro sangat mendesak, karena jika tidak ada pustakawan, manajemen perpustakaan tidak akan berkembang. Sebab, yang bisa membuat inovasi tentang pengelolaan perpustakaan itu adalah pustakawan.

Dia mengibaratkan sebuah rumah sakit harus ada dokternya. Nah, jika perpustakaan itu diibaratkan rumah sakit, pustakawan adalah dokternya. Ada tahapan kompetensi seorang yang bisa menjadi pustawakan.

’’Jika butuh pustakawan, perpustakan nasional siap membantu,’’ janjinya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bojonegoro Kamidin membenarkan belum memiliki pustakawan. Sehingga, diharapan perpustakan nasional bisa membantu perpustakaan di daerah untuk mendidik tenaga pustakawan. 

’’Karena itu, kami minta bantuan dari perpustakaan pusat,’’ ungkap dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/