alexametrics
30.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

Ingin Dirikan Kafe Berkonsep Ruang Diskusi

Bisnis warkop ala kafe menjamur ke berbagai kecamatan. Namun, Dhurrotun Navishah, 21, merasa kafe-kafe yang ada di Kabupaten Lamongan belum memadai untuk digunakan sebagai sarana diskusi maupun belajar. 

Gadis asal Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio ini berkeinginan suatu saat bisa mendirikan kafe berkonsep co-working space di Kota Soto ini.

‘’Selain menjual minuman atau makanan, konsep co-working space nanti menyediakan ruang kerja atau diskusi bagi freelancer ataupun komunitas yang belum mempunyai tempat,’’ ujar dara yang akrab disapa Sasa kemarin (25/7).

Keinginan tersebut tidak serta merta timbul karena hobinya yang sering bertandang dari satu kafe ke kafe lainnya. Sejak kuliah di Malang, dia membutuhkan tempat belajar yang tenang, nyaman, dan memiliki fasilitas lengkap. Kafe berkonsep co-working space ternyata banyak dinikmati mahasiswa maupun pekerja lepas menjadi tempat untuk mengerjakan tugas-tugasnya tanpa perlu membayar mahal. Hal yang seperti inilah yang ditangkap Sasa sebagai peluang bisnis mendatang.

Baca Juga :  Tak Berprestasi di Cabor Silat, Pindah ke Kickboxing

‘’Tentu modalnya sangat besar karena membutuhkan lahan untuk bangunan dan mengisi interiornya. Jadi sementara saat ini harus banyak belajar tentang proses pendirian hingga manajemennya bagaimana,’’ kata mahasiswi jurusan teknik kimia itu.

Sasa yang kini tengah menjalani libur semester menyibukkan dirinya dengan mengikuti kegiatan karang taruna di kampungnya. Dia bersama teman-temannya menyiapkan event untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan. Di kepanitiaan, Sasa diberi kepercayaan sebagai humas. Menurut dia, peran humas berpengaruh dalam keberlangsungan acara.

‘’Mensosialiasikan perencanaan dan penggalangan dana itu tidak mudah. Karena kita harus menentukan momen yang tepat untuk menyampaikan informasi agar tidak terjadi salah tangkap. Tapi sejauh ini tidak ada masalah serius,’’ tuturnya. 

Baca Juga :  Kasus Perkara Anak Meningkat Drastis

Bisnis warkop ala kafe menjamur ke berbagai kecamatan. Namun, Dhurrotun Navishah, 21, merasa kafe-kafe yang ada di Kabupaten Lamongan belum memadai untuk digunakan sebagai sarana diskusi maupun belajar. 

Gadis asal Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio ini berkeinginan suatu saat bisa mendirikan kafe berkonsep co-working space di Kota Soto ini.

‘’Selain menjual minuman atau makanan, konsep co-working space nanti menyediakan ruang kerja atau diskusi bagi freelancer ataupun komunitas yang belum mempunyai tempat,’’ ujar dara yang akrab disapa Sasa kemarin (25/7).

Keinginan tersebut tidak serta merta timbul karena hobinya yang sering bertandang dari satu kafe ke kafe lainnya. Sejak kuliah di Malang, dia membutuhkan tempat belajar yang tenang, nyaman, dan memiliki fasilitas lengkap. Kafe berkonsep co-working space ternyata banyak dinikmati mahasiswa maupun pekerja lepas menjadi tempat untuk mengerjakan tugas-tugasnya tanpa perlu membayar mahal. Hal yang seperti inilah yang ditangkap Sasa sebagai peluang bisnis mendatang.

Baca Juga :  Udara Buruk, Harus Pakai Masker

‘’Tentu modalnya sangat besar karena membutuhkan lahan untuk bangunan dan mengisi interiornya. Jadi sementara saat ini harus banyak belajar tentang proses pendirian hingga manajemennya bagaimana,’’ kata mahasiswi jurusan teknik kimia itu.

Sasa yang kini tengah menjalani libur semester menyibukkan dirinya dengan mengikuti kegiatan karang taruna di kampungnya. Dia bersama teman-temannya menyiapkan event untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan. Di kepanitiaan, Sasa diberi kepercayaan sebagai humas. Menurut dia, peran humas berpengaruh dalam keberlangsungan acara.

‘’Mensosialiasikan perencanaan dan penggalangan dana itu tidak mudah. Karena kita harus menentukan momen yang tepat untuk menyampaikan informasi agar tidak terjadi salah tangkap. Tapi sejauh ini tidak ada masalah serius,’’ tuturnya. 

Baca Juga :  Tak Berprestasi di Cabor Silat, Pindah ke Kickboxing

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/