alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Belum Ikonik, Tahun ini Tambah 200 Pohon Tabebuya

Radar Bojonegoro – Pohon tabebuya memang masih belum ikonik bagi Bojonegoro. Namun, penanaman pohon tabebuya terus diperbanyak. Tahun ini akan menanam 200 pohon yang mirip bunga sakura itu. Rencana akan ditanam di 12 ruas jalan protokol.

Saat ini, jumlah pohon tabebuya di Kota Ledre mencapai 1.482 batang. Penanaman pohon penghijauan itu sejak tiga tahun lalu. Bertahap, diperkirakan pohon itu akan berbunga dua atau tiga tahun lagi.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, pohon tabebuya di Jalan Pattimura sudah mulai besar. Mulai berkembang, namun masih minim masyarakat mengetahui jika pohon penghijauan itu pohon tabebuya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Hanafi mengatakan, tahun ini mengang garkan 200 pohon tabebuya. Itu akan ditanam di sejumlah ruas jalan protokol.

‘’Sebagian sudah kita tanam di Jalan Ahmad Yani,’’ katanya. Selain di Jalan Ahmad Yani, juga akan ditanam di sepanjang Jalan Gajah Mada.

Baca Juga :  Shodikin Anggap Dakwaan JPU Tidak Cermat

Jalan poros nasional itu terlihat gersang karena banyak pohon yang tumbang tahun lalu. ‘’Supaya tidak gersang akan segera kami tanami tabebuya,’’ jelasnya.

Anggaran pembelian bibit tabebuya tahun ini tidak banyak. Yakni, mencapai Rp 45 juta. Jumlah itu untuk pengadaan 200 batang bibit tabebuya.

Hanafi menjelaskan, jumlah pohon tabebuya dianggarkan tahun ini memang tidak banyak. Dibanding tahun lalu jauh lebih sedikit.

Namun, tahun ini jumlah pohon tabebuya bakal ditanam dipastikan juga banyak. ‘’Sebagian anggarannya tidak di dinas kami. Tapi akan ditanami oleh rekanan yang mengerjakan proyek trotoar,’’ jelasnya.

Sebagian pohon terimbas proyek trotoar akan ditebang. Sebab, ada pohon berdiri di tengah trotoar. Sehingga, tidak memungkinkan untuk diperta hankan.

Baca Juga :  Pintu Air Waduk Pacal Ditutup

‘’Pohon yang ditebang itulah yang akan diganti,’’ ujar pria tinggal di Kecamatan Sumberrejo itu. Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Disdik) Bojonegoro itu menuturkan, pihaknya merekomendasikan tiga pohon pengganti imbas penebangan proyek trotoar dan drainase.

Yakni, pohon tabebuya, sepatu dea, dan pule. Sehingga, jika tidak mendapatkan tabebuya bisa menggantinya dengan pohon lain. Sejumlah pohon tabebuya yang ditanam tahun lalu mulai hidup. Namun, belum ada yang berbunga.

Diperkirakan pohon itu baru akan berbunga dua atau tiga tahun lagi. ‘’Kalau yang ditanam sejak tiga tahun lalu sudah ada yang berbunga,’’ jelasnya.

Kabid Persampahan DLH Bojonegoro Ahmas Sholeh Fatoni menambahkan, jumlah pohon tabebuya ditanam sudah cukup banyak. Namun, itu tidak hanya di kawasan kota. Sebagian ada di kecamatan pinggiran. ‘’Tahun ini kita tambah 200 batang,’’ jelasnya.

Radar Bojonegoro – Pohon tabebuya memang masih belum ikonik bagi Bojonegoro. Namun, penanaman pohon tabebuya terus diperbanyak. Tahun ini akan menanam 200 pohon yang mirip bunga sakura itu. Rencana akan ditanam di 12 ruas jalan protokol.

Saat ini, jumlah pohon tabebuya di Kota Ledre mencapai 1.482 batang. Penanaman pohon penghijauan itu sejak tiga tahun lalu. Bertahap, diperkirakan pohon itu akan berbunga dua atau tiga tahun lagi.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, pohon tabebuya di Jalan Pattimura sudah mulai besar. Mulai berkembang, namun masih minim masyarakat mengetahui jika pohon penghijauan itu pohon tabebuya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Hanafi mengatakan, tahun ini mengang garkan 200 pohon tabebuya. Itu akan ditanam di sejumlah ruas jalan protokol.

‘’Sebagian sudah kita tanam di Jalan Ahmad Yani,’’ katanya. Selain di Jalan Ahmad Yani, juga akan ditanam di sepanjang Jalan Gajah Mada.

Baca Juga :  Longsor, Dua Pekerja Terkubur Tambang

Jalan poros nasional itu terlihat gersang karena banyak pohon yang tumbang tahun lalu. ‘’Supaya tidak gersang akan segera kami tanami tabebuya,’’ jelasnya.

Anggaran pembelian bibit tabebuya tahun ini tidak banyak. Yakni, mencapai Rp 45 juta. Jumlah itu untuk pengadaan 200 batang bibit tabebuya.

Hanafi menjelaskan, jumlah pohon tabebuya dianggarkan tahun ini memang tidak banyak. Dibanding tahun lalu jauh lebih sedikit.

Namun, tahun ini jumlah pohon tabebuya bakal ditanam dipastikan juga banyak. ‘’Sebagian anggarannya tidak di dinas kami. Tapi akan ditanami oleh rekanan yang mengerjakan proyek trotoar,’’ jelasnya.

Sebagian pohon terimbas proyek trotoar akan ditebang. Sebab, ada pohon berdiri di tengah trotoar. Sehingga, tidak memungkinkan untuk diperta hankan.

Baca Juga :  Ujian Kelas 12 Dikelola Sekolah atau Disdik?

‘’Pohon yang ditebang itulah yang akan diganti,’’ ujar pria tinggal di Kecamatan Sumberrejo itu. Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Disdik) Bojonegoro itu menuturkan, pihaknya merekomendasikan tiga pohon pengganti imbas penebangan proyek trotoar dan drainase.

Yakni, pohon tabebuya, sepatu dea, dan pule. Sehingga, jika tidak mendapatkan tabebuya bisa menggantinya dengan pohon lain. Sejumlah pohon tabebuya yang ditanam tahun lalu mulai hidup. Namun, belum ada yang berbunga.

Diperkirakan pohon itu baru akan berbunga dua atau tiga tahun lagi. ‘’Kalau yang ditanam sejak tiga tahun lalu sudah ada yang berbunga,’’ jelasnya.

Kabid Persampahan DLH Bojonegoro Ahmas Sholeh Fatoni menambahkan, jumlah pohon tabebuya ditanam sudah cukup banyak. Namun, itu tidak hanya di kawasan kota. Sebagian ada di kecamatan pinggiran. ‘’Tahun ini kita tambah 200 batang,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/