alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Pilkades Masih Terpola Pilbup dan Pileg

BOJONEGORO – Pelaksanaan pilkades serentak yang berlangsung hari ini (26/6) harus menjadi momentum memilih pemimpin berkualitas. Jangan sampai ajang pemilihan pemimpin di tingkat desa itu menjadi pesta politik uang. Sehingga, menghasilkan pemimpin yang tidak berkualitas.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengatatakan, politik uang dalam pilkades sulit untuk dihindari. Karena itu, masyarakat harus cerdas dalam memilih. ‘’Pilih pemimpin yang berkualitas dan memiliki kapasitas,’’ terang dia.

Dalam hal ini, dia meminta aparat penegak hukum memberikan sanksi hukum berat bagi pelakunya. Sehingga, praktek seperti itu tidak sampai terjadi dalam proses pemilihan kepala desa. ‘’Saya juga mengimbau masyarakat agar jangan sampai tergoda dengan uang seperti itu,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Lebih Tepat Memekarkan Kecamatan

Dia meminta masyarakat benar-benar berfikir jernih memberikan hak suaranya. Berikan hak suara pada pemimpin benar-benar memiliki tekad membangun desa. ‘’Jangan sampai memilih pemimpin karena diberi uang,’’ jelasnya.

Politikus Demokrat itu menjelaskan, pelaksanaan pilkades berdekatan pelaksanaan pemilu legislatif dan pilpres. Sehingga, masyarakat masih terpola dengan pemilu sebelumnya. ‘’Apalagi setahun lalu juga baru dilaksanakan pilbup,’’ terang dia.

Selain itu, cakupan pilkades tidak luas. Hanya satu desa. Sehingga, persaingan kontestasi sangat terasa. Desa yang jumlah calonnya hanya dua, tensinya mungkin bisa lebih panas. ‘’Itu beda dengan pemilu yang cakupannya lebih luas,’’ jelasnya.

Sukur menuturkan, pilkades dianggarkan dari APBD. Jangan sampai kegiatan yang dibiayai daerah itu menghasilkan pemimpin yang tidak berkualitas.

Baca Juga :  Harga Cabai dan Mayoritas Bumbu Dapur Naik

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DMPD) Bojonegoro Faishol Ahmadi memastikan semua biaya pilkades ditanggung dari APBDes dan APBD. Untuk besaran anggaran dari APBD, menyesuaikan jumlah DPT atau daftar pemilih tetap.

BOJONEGORO – Pelaksanaan pilkades serentak yang berlangsung hari ini (26/6) harus menjadi momentum memilih pemimpin berkualitas. Jangan sampai ajang pemilihan pemimpin di tingkat desa itu menjadi pesta politik uang. Sehingga, menghasilkan pemimpin yang tidak berkualitas.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengatatakan, politik uang dalam pilkades sulit untuk dihindari. Karena itu, masyarakat harus cerdas dalam memilih. ‘’Pilih pemimpin yang berkualitas dan memiliki kapasitas,’’ terang dia.

Dalam hal ini, dia meminta aparat penegak hukum memberikan sanksi hukum berat bagi pelakunya. Sehingga, praktek seperti itu tidak sampai terjadi dalam proses pemilihan kepala desa. ‘’Saya juga mengimbau masyarakat agar jangan sampai tergoda dengan uang seperti itu,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kemarau, BPBD Siapkan 902 Tangki Air

Dia meminta masyarakat benar-benar berfikir jernih memberikan hak suaranya. Berikan hak suara pada pemimpin benar-benar memiliki tekad membangun desa. ‘’Jangan sampai memilih pemimpin karena diberi uang,’’ jelasnya.

Politikus Demokrat itu menjelaskan, pelaksanaan pilkades berdekatan pelaksanaan pemilu legislatif dan pilpres. Sehingga, masyarakat masih terpola dengan pemilu sebelumnya. ‘’Apalagi setahun lalu juga baru dilaksanakan pilbup,’’ terang dia.

Selain itu, cakupan pilkades tidak luas. Hanya satu desa. Sehingga, persaingan kontestasi sangat terasa. Desa yang jumlah calonnya hanya dua, tensinya mungkin bisa lebih panas. ‘’Itu beda dengan pemilu yang cakupannya lebih luas,’’ jelasnya.

Sukur menuturkan, pilkades dianggarkan dari APBD. Jangan sampai kegiatan yang dibiayai daerah itu menghasilkan pemimpin yang tidak berkualitas.

Baca Juga :  60 Rekanan Berebut Proyek Masjid Wisata Religi Margomulyo

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DMPD) Bojonegoro Faishol Ahmadi memastikan semua biaya pilkades ditanggung dari APBDes dan APBD. Untuk besaran anggaran dari APBD, menyesuaikan jumlah DPT atau daftar pemilih tetap.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/