alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Pemasaran Produk UMKM Harus Diperluas

BOJONEGORO – Pemasaran terhadap produk-produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) butuh diperluas. Terutama untuk menarik konsumen. Seperti keberadaan Gedung Pamer Produk Unggulan Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro menjadi penting sebagai penghubung pemasaran produk.

Para pengusaha di 28 kecamatan di Bojonegoro bisa memasarkan produknya. Meskipun dengan sistem titip jual di Gedung Pamer tersebut. Keberadaan gedung dekat dengan Kantor UKK Imigrasi menjadi poin penting memasarkan ke luar kota. 

Dewi Rosita staf Gedung Pamer mengatakan, tiap minggunya jumlah konsumen bisa mencapai 100-an. Sebab, lokasi gedung tersebut di samping Kantor UKK Imigrasi. “Jadi pengunjungnya dari Tuban, Madiun, Lamongan, Nganjuk, dan lainnya yang kebetulan sedang mengurus paspor di kantor imigrasi,” ujarnya. 

Baca Juga :  Bunga Krisan dan Aglonema Kian Ramah di Rumah

Sebab, rata-rata pengunjung kantor imigrasi memarkir kendaraan di depan Gedung Pamer itu. Produk-produk yang paling diminati ialah batik, kerajinan kayu, dan olahan makanan. 

Bahkan, tamu-tamu dari Pemkab Bojonegoro juga diajak mampir ke Gedung Pamer untuk oleh-oleh. Karena itu, omzet per bulannya minimal Rp 7 juta. “Omzet juga pernah tembus hingga Rp 20 juta per bulan,” jelasnya. 

Para pengusaha yang menitipkan produknya akan dihubungi sebulan sekali apabila ada produknya yang terjual. “Setiap produk yang terjual akan dipotong 10 persen,” ujarnya.

Dewi merasa prospek ke depan sangat bagus, karena para pengusaha di Bojonegoro semakin inovatif. Banyak tamu membeli di Gedung Pamer, buktinya banyak yang terkesan dengan produk-produk Bojonegoro. “Bahkan ada tamu dari Sumatera yang sampai pesan batik keluaran terbaru. Lalu minta dikirim ke rumahnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati: Stop Gunakan Jebakan Tikus Beraliran Listrik

BOJONEGORO – Pemasaran terhadap produk-produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) butuh diperluas. Terutama untuk menarik konsumen. Seperti keberadaan Gedung Pamer Produk Unggulan Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro menjadi penting sebagai penghubung pemasaran produk.

Para pengusaha di 28 kecamatan di Bojonegoro bisa memasarkan produknya. Meskipun dengan sistem titip jual di Gedung Pamer tersebut. Keberadaan gedung dekat dengan Kantor UKK Imigrasi menjadi poin penting memasarkan ke luar kota. 

Dewi Rosita staf Gedung Pamer mengatakan, tiap minggunya jumlah konsumen bisa mencapai 100-an. Sebab, lokasi gedung tersebut di samping Kantor UKK Imigrasi. “Jadi pengunjungnya dari Tuban, Madiun, Lamongan, Nganjuk, dan lainnya yang kebetulan sedang mengurus paspor di kantor imigrasi,” ujarnya. 

Baca Juga :  Purnawiyata Siswa Kelas XII Tahun Pelajaran 2021/2022 Angkatan XXXV

Sebab, rata-rata pengunjung kantor imigrasi memarkir kendaraan di depan Gedung Pamer itu. Produk-produk yang paling diminati ialah batik, kerajinan kayu, dan olahan makanan. 

Bahkan, tamu-tamu dari Pemkab Bojonegoro juga diajak mampir ke Gedung Pamer untuk oleh-oleh. Karena itu, omzet per bulannya minimal Rp 7 juta. “Omzet juga pernah tembus hingga Rp 20 juta per bulan,” jelasnya. 

Para pengusaha yang menitipkan produknya akan dihubungi sebulan sekali apabila ada produknya yang terjual. “Setiap produk yang terjual akan dipotong 10 persen,” ujarnya.

Dewi merasa prospek ke depan sangat bagus, karena para pengusaha di Bojonegoro semakin inovatif. Banyak tamu membeli di Gedung Pamer, buktinya banyak yang terkesan dengan produk-produk Bojonegoro. “Bahkan ada tamu dari Sumatera yang sampai pesan batik keluaran terbaru. Lalu minta dikirim ke rumahnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Mobil Pengantar Dilarang Masuk Jalan Mas Tumapel

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/