alexametrics
32.8 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Disdag Awasi Tiga Pangkalan Elpiji Melanggar

- Advertisement -

DANDER – Tiga pangkalan elpiji 3 kilogram (kg) dalam pemantauan serius tim Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdag) Bojonegoro. Hingga senin (25/6) aktivitasnya terus diawasi setelah tertangkap tangan menjual elpiji bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET).

Tiga pangkalan tersebut nekat melanggar aturan karena menjual elpiji 3 kg seharga Rp 18.000 per tabung. Padahal, HET adalah Rp 16.000 per tabung. Disdag dan pasar telah menerbitkan surat peringatan (SP) terhadap tiga pangkalan. 

Tiga pangkalan tersebut dua di wilayah kota yakni di Jalan WR Supratman dan Kelurahan Jetak. Satunya pangkalan di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. “SP sudah kami berikan minggu lalu,’’ ungkap Plt Kepala Disdag Agus Hariyana senin.

Baca Juga :  Sumber Bau Minyak Mulai Dikosongkan

Agus menjelaskan, sidak ke sejumlah pangkalan dilakukan usai Lebaran. Sidak dilakukan karena ada laporan kelangkaan elpiji 3 kg. Sehingga, segera sidak atas laporan kelangkaan karena pasokan elpiji dari SPBE lancar. Bahkan, Lebaran kedua penyaluran dilakukan ke sejumlah pangkalan. 

“Ini kan aneh. Jadi, kami bertindak mencari masalahnya di mana,’’ ungkap dia.

- Advertisement -

Tim disdag, menurut Agus, mengecek satu per satu pasokan di pangkalan. Ternyata sejumlah pangkalan melakukan kecurangan. Selain menjual di atas HET, juga melakukan distribusi tidak semestinya. Yaitu, mengirimkan elpiji ke para pengecer sebelum tiba di gudang. 

“Dari truk langsung dimasukkan pikap. Itu tidak boleh. Harus dijual di tempat bukan langsung dibawa,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Ongkos Angkut Minyak Ada Peruntukan Jaga Lingkungan

Indikasi lainnya, kata Agus, pangkalan tidak melayani penjual eceran. Padahal, pangkalan adalah lokasi membeli resmi elpiji. Namun, banyak temuan di lapangan bahwa pangkalan hanya melayani penjual eceran. ‚‘Ini kami berikan peringatan,‘‘ jelasnya.

Sementara itu, sejumlah pangkalan melakukan pelanggaran ringan hanya diberikan teguran. Sedangkan tiga diberikan SP adalah yang melakukan pelanggaran serius. Yaitu, menjual di atas HET dan tidak melayani pembeli. “Jika sudah SP tiga kali, pangkalan akan kami tutup. Saat ini masih terus kami pantau,‘‘ jelasnya.

DANDER – Tiga pangkalan elpiji 3 kilogram (kg) dalam pemantauan serius tim Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdag) Bojonegoro. Hingga senin (25/6) aktivitasnya terus diawasi setelah tertangkap tangan menjual elpiji bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET).

Tiga pangkalan tersebut nekat melanggar aturan karena menjual elpiji 3 kg seharga Rp 18.000 per tabung. Padahal, HET adalah Rp 16.000 per tabung. Disdag dan pasar telah menerbitkan surat peringatan (SP) terhadap tiga pangkalan. 

Tiga pangkalan tersebut dua di wilayah kota yakni di Jalan WR Supratman dan Kelurahan Jetak. Satunya pangkalan di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. “SP sudah kami berikan minggu lalu,’’ ungkap Plt Kepala Disdag Agus Hariyana senin.

Baca Juga :  Ongkos Angkut Minyak Ada Peruntukan Jaga Lingkungan

Agus menjelaskan, sidak ke sejumlah pangkalan dilakukan usai Lebaran. Sidak dilakukan karena ada laporan kelangkaan elpiji 3 kg. Sehingga, segera sidak atas laporan kelangkaan karena pasokan elpiji dari SPBE lancar. Bahkan, Lebaran kedua penyaluran dilakukan ke sejumlah pangkalan. 

“Ini kan aneh. Jadi, kami bertindak mencari masalahnya di mana,’’ ungkap dia.

- Advertisement -

Tim disdag, menurut Agus, mengecek satu per satu pasokan di pangkalan. Ternyata sejumlah pangkalan melakukan kecurangan. Selain menjual di atas HET, juga melakukan distribusi tidak semestinya. Yaitu, mengirimkan elpiji ke para pengecer sebelum tiba di gudang. 

“Dari truk langsung dimasukkan pikap. Itu tidak boleh. Harus dijual di tempat bukan langsung dibawa,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Pemkab Terima Keputusan Gubernur

Indikasi lainnya, kata Agus, pangkalan tidak melayani penjual eceran. Padahal, pangkalan adalah lokasi membeli resmi elpiji. Namun, banyak temuan di lapangan bahwa pangkalan hanya melayani penjual eceran. ‚‘Ini kami berikan peringatan,‘‘ jelasnya.

Sementara itu, sejumlah pangkalan melakukan pelanggaran ringan hanya diberikan teguran. Sedangkan tiga diberikan SP adalah yang melakukan pelanggaran serius. Yaitu, menjual di atas HET dan tidak melayani pembeli. “Jika sudah SP tiga kali, pangkalan akan kami tutup. Saat ini masih terus kami pantau,‘‘ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/