alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Bupati Blora Resmikan Kebun Buah Greneng

BLORA – Kebun Buah Greneng yang terletak di Dukuh Klapanan, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, telah dibuka untuk umum. Peresmian Senin (11/6). Bupati Blora Djoko Nugroho mengapresiasi Bambang dan rekannya, Prakoso yang telah berhasil membangun kawasan perkebunan buah di lahan yang sebelumnya tandus.

“Tujuh tahun yang lalu daerah ini kering dan tandus. Tidak ada yang mengira bahwa lokasi yang tandus itu kini bisa berubah menjadi kebun buah yang subur. Awalnya pasti mengira kalau Pak Bambang “bento” (gila). Namun berkat kegigihan dan usaha yang kuat itu, kini hasilnya bisa kita lihat bersama,” kata bupati.

Agar ke depan keberadaan kebun buah ini bisa bermanfaat untuk sekitar, bupati meminta semuanya harus ikut “cawe-cawe” (turun tangan).

“Contohnya nanti saya sebagai bupati akan membangun akses jalan masuk menuju kebun. Maguan menuju Tunjungan akan mulai dicor beton. Begitu juga warga sekitar harus ikut cawe-cawe. Sambut pengunjung dengan ramah dan sopan. Jika kebun ramai maka ekonomi akan tumbuh. Tenaga kerja akan lebih banyak terserap dan warung-warung bisa didirikan di sekitar kebun oleh warga,” lanjut bupati.

Baca Juga :  BPJS-TK Optimalisasi Pusat Layanan Kecelakaan Kerja

Sementara itu, Bambang Suharto pemilik kebun mengatakan, setelah melakukan persiapan selama lima tahun yang penuh perjuangan sejak lahan masih tandus hingga kini berjalan lancar dan siap dibuka untuk umum.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semuanya yang telah membantu untuk mewujudkan kebun ini. Tanpa jenengan semuanya, kami tidak bisa menjadi seperti ini,” kata Bambang.

Dia menjelaskan kebun sudah siap dikunjungi untuk masyarakat umum. Setiap harinya kebun yang terletak di tepi Waduk Greneng ini akan buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.30 WIB.

“Setiap hari buka, nanti tiket masuknya per orang Rp 5.000. Bisa masuk ke kawasan kebun buah untuk jalan-jalan sekaligus hunting foto. Jika saat bersamaan ada buah yang bisa dipanen, bisa dibeli untuk pengunjung,” lanjut Bambang.

Sementara itu, untuk melepas lelah, di tengah kawasan Kebun Buah Greneng telah disediakan kafetaria dan toko suvenir. Pengunjung bisa melepas lelah, berkuliner untuk sekadar minum makan, dan berburu oleh-oleh. Ada pusat informasi juga di atasnya kafetaria, kemudian arena bermain anak. Tidak jauh dari kebun juga ada masjid.

Baca Juga :  Anak-Anak SDN 02 Cilibang Serbu Delman Perpustakaan Keliling

“Saya memimpikan ke depan lokasi ini bisa menjadi kawasan wisata terpadu. Mengingat ada banyak daya tarik wisata di sekitar Waduk Greneng. Bukan hanya kebun ini saja. Sehingga saya mohon arahan bupati untuk pembangunan kawasan wisata ini agar bisa membawa manfaat untuk seluruh masyarakat Desa Tunjungan dan sekitarnya,” terangnya.

Luas Kebun Buah Greneng ini mencapai 26 hektare. Di mana 10 hektare sudah ditanami tanaman buah-buahan dan telah menghasilkan. Terdapat ribuan pohon aneka buah, seperti 1.200 batang pohon kelengkeng jumbo, 190 batang pohon durian montong, 2.500 batang pohon pepaya kalina, 850 batang pohon jambu kristal, 80 batang pohon alpukat kendil, srikaya, sawo, jeruk, dan lainnya.

Saat ini yang sedang musim dipanen adalah pepaya kalina dan jambu kristal. Sedangkan kelengkeng sedang musim berbunga dan diperkirakan akan masak di akhir Juli. (adv)

BLORA – Kebun Buah Greneng yang terletak di Dukuh Klapanan, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, telah dibuka untuk umum. Peresmian Senin (11/6). Bupati Blora Djoko Nugroho mengapresiasi Bambang dan rekannya, Prakoso yang telah berhasil membangun kawasan perkebunan buah di lahan yang sebelumnya tandus.

“Tujuh tahun yang lalu daerah ini kering dan tandus. Tidak ada yang mengira bahwa lokasi yang tandus itu kini bisa berubah menjadi kebun buah yang subur. Awalnya pasti mengira kalau Pak Bambang “bento” (gila). Namun berkat kegigihan dan usaha yang kuat itu, kini hasilnya bisa kita lihat bersama,” kata bupati.

Agar ke depan keberadaan kebun buah ini bisa bermanfaat untuk sekitar, bupati meminta semuanya harus ikut “cawe-cawe” (turun tangan).

“Contohnya nanti saya sebagai bupati akan membangun akses jalan masuk menuju kebun. Maguan menuju Tunjungan akan mulai dicor beton. Begitu juga warga sekitar harus ikut cawe-cawe. Sambut pengunjung dengan ramah dan sopan. Jika kebun ramai maka ekonomi akan tumbuh. Tenaga kerja akan lebih banyak terserap dan warung-warung bisa didirikan di sekitar kebun oleh warga,” lanjut bupati.

Baca Juga :  Panen Raya, Nilai Tukar Petani Turun Terimbas Beras Impor

Sementara itu, Bambang Suharto pemilik kebun mengatakan, setelah melakukan persiapan selama lima tahun yang penuh perjuangan sejak lahan masih tandus hingga kini berjalan lancar dan siap dibuka untuk umum.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semuanya yang telah membantu untuk mewujudkan kebun ini. Tanpa jenengan semuanya, kami tidak bisa menjadi seperti ini,” kata Bambang.

Dia menjelaskan kebun sudah siap dikunjungi untuk masyarakat umum. Setiap harinya kebun yang terletak di tepi Waduk Greneng ini akan buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.30 WIB.

“Setiap hari buka, nanti tiket masuknya per orang Rp 5.000. Bisa masuk ke kawasan kebun buah untuk jalan-jalan sekaligus hunting foto. Jika saat bersamaan ada buah yang bisa dipanen, bisa dibeli untuk pengunjung,” lanjut Bambang.

Sementara itu, untuk melepas lelah, di tengah kawasan Kebun Buah Greneng telah disediakan kafetaria dan toko suvenir. Pengunjung bisa melepas lelah, berkuliner untuk sekadar minum makan, dan berburu oleh-oleh. Ada pusat informasi juga di atasnya kafetaria, kemudian arena bermain anak. Tidak jauh dari kebun juga ada masjid.

Baca Juga :  Pengembangan Kapasitas Harus Jadi Fokus Remaja

“Saya memimpikan ke depan lokasi ini bisa menjadi kawasan wisata terpadu. Mengingat ada banyak daya tarik wisata di sekitar Waduk Greneng. Bukan hanya kebun ini saja. Sehingga saya mohon arahan bupati untuk pembangunan kawasan wisata ini agar bisa membawa manfaat untuk seluruh masyarakat Desa Tunjungan dan sekitarnya,” terangnya.

Luas Kebun Buah Greneng ini mencapai 26 hektare. Di mana 10 hektare sudah ditanami tanaman buah-buahan dan telah menghasilkan. Terdapat ribuan pohon aneka buah, seperti 1.200 batang pohon kelengkeng jumbo, 190 batang pohon durian montong, 2.500 batang pohon pepaya kalina, 850 batang pohon jambu kristal, 80 batang pohon alpukat kendil, srikaya, sawo, jeruk, dan lainnya.

Saat ini yang sedang musim dipanen adalah pepaya kalina dan jambu kristal. Sedangkan kelengkeng sedang musim berbunga dan diperkirakan akan masak di akhir Juli. (adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/