alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Bantuan Mesin Panen Turun Drastis

KOTA – Pemerintah pusat mengurangi bantuan alat panen ke daerah. Termasuk untuk Lamongan yang mengalami penurunan secara drastis. Tahun lalu mendapat bantuan 18 unit untuk semua ukuran. Namun tahun ini hanya lima unit. 

Kepala Bidang Tanaman Holtikultura Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Lamongan, Djohan Budiman mengklaim, pengurangan bantuan tersebut bukan dikarenakan minimnya tenaga yang mengoperasikan.

Tapi bantuan mesin panen diberikan sesuai dengan usulan petani, yang telah diverifikasi tim verifikator ke lapangan untuk memastikan kebutuhannya. “Karena seluruh tenaga akan diberikan pelatihan sebelum bantuan alat didistribusikan, jadi pengurangan ini bukan karena minim tenaga operasionalnya,” tukasnya senin (25/6). 

Menurut Djohan, penggunaan mesin panen bantuan pemerintah memang lebih sulit dibandingkan panen secara manual (tenaga manusia). Tapi dengan alat tersebut bisa menambah jumlah produksi serta mengurangi hasil yang terbuang. ‘’Karena itu pemerintah menyarankan untuk menggunakan mesin modern untuk meningkatkan hasil pertanian,’’ terangnya. 

Baca Juga :  Kang Rohman, Penggerak Rumah Belajar di Dusun Clili

Dia menambahkan, selama ini belum semua petani bisa mengoperasikan. Tapi, beberapa tenaga operator sudah diberikan pelatihan untuk mengoperasikan. Sehingga bantuan tersebut tetap bermanfaat bagi petani, meski belum maksimal. Sebab pelatihan mengoperasikannya membutuhkan waktu lama.

Apalagi ukuran alat harus menyesuaikan spesifik lahan. Meski begitu, secara perlahan, penggunaan mesin panen tersebut akan terus dimaksimalkan. Dengan tujuan meningkatkan produksi pertanian dan meminimalisir tenaga kerja. “Jumlah tenaga kerja bidang pertanian terus berkurang, jadi pemerintah aktif menggelontor bantuan mesin pertanian,”jelasnya

KOTA – Pemerintah pusat mengurangi bantuan alat panen ke daerah. Termasuk untuk Lamongan yang mengalami penurunan secara drastis. Tahun lalu mendapat bantuan 18 unit untuk semua ukuran. Namun tahun ini hanya lima unit. 

Kepala Bidang Tanaman Holtikultura Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Lamongan, Djohan Budiman mengklaim, pengurangan bantuan tersebut bukan dikarenakan minimnya tenaga yang mengoperasikan.

Tapi bantuan mesin panen diberikan sesuai dengan usulan petani, yang telah diverifikasi tim verifikator ke lapangan untuk memastikan kebutuhannya. “Karena seluruh tenaga akan diberikan pelatihan sebelum bantuan alat didistribusikan, jadi pengurangan ini bukan karena minim tenaga operasionalnya,” tukasnya senin (25/6). 

Menurut Djohan, penggunaan mesin panen bantuan pemerintah memang lebih sulit dibandingkan panen secara manual (tenaga manusia). Tapi dengan alat tersebut bisa menambah jumlah produksi serta mengurangi hasil yang terbuang. ‘’Karena itu pemerintah menyarankan untuk menggunakan mesin modern untuk meningkatkan hasil pertanian,’’ terangnya. 

Baca Juga :  Kang Rohman, Penggerak Rumah Belajar di Dusun Clili

Dia menambahkan, selama ini belum semua petani bisa mengoperasikan. Tapi, beberapa tenaga operator sudah diberikan pelatihan untuk mengoperasikan. Sehingga bantuan tersebut tetap bermanfaat bagi petani, meski belum maksimal. Sebab pelatihan mengoperasikannya membutuhkan waktu lama.

Apalagi ukuran alat harus menyesuaikan spesifik lahan. Meski begitu, secara perlahan, penggunaan mesin panen tersebut akan terus dimaksimalkan. Dengan tujuan meningkatkan produksi pertanian dan meminimalisir tenaga kerja. “Jumlah tenaga kerja bidang pertanian terus berkurang, jadi pemerintah aktif menggelontor bantuan mesin pertanian,”jelasnya

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/