alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

UNBK Berakhir, 53 Siswa SMP Ujian Susulan

KOTA – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMP/MTs berakhir kemarin (25/4). Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, tercatat 84 siswa tidak hadir saat UNBK berlangsung.

Rinciannya, 53 siswa karena permasalahan teknis lembaga, 29 siswa tidak ada keterangan, dua siswa lainnya sakit keras. “Hanya 53 siswa yang dimungkinkan ikut susulan sesuai arahan provinsi,” ujar Kepala Disdik Lamongan, Adi Suwito.

Menurut dia, tidak semua, 84 siswa tersebut, dijadwalkan mengikuti ujian susulan (29/4). Ada sejumlah alasannya. Adi mencontohkan siswa yang tidak diketahui keberadaannya atau kondisi siswa yang tidak memungkinkan untuk ikut susulan.

Baca Juga :  Dapat Kunjungan Pelatih Rughby Internasional

Menurut dia, siswa SMPN 1 Karanggeneng dan SMPN 1 Paciran yang dinyatakan sakit, berdasarkan laporan terakhir tidak memungkinkan untuk ikut ujian susulan. Sebab, keduanya masih dirawat intensif.

Sedangkan 29 siswa lainnya, lanjut dia, tidak ada di daftar nominasi sementara (DNS) maupun daftar nominasi tetap (DNT).

Adi memastikan bahwa lembaga tetap memfasilitasi bila siswa tersebut kembali melanjutkan pendidikannya. Namun, mereka mengulang tahun depan. “Untuk 29 siswa itu memang sejak awal tidak mengikuti semesteran, sedangkan dua lainnya harus mengulang juga,” jelasnya.

Adi mengklaim pelaksanaan UNBK empat hari berjalan lancar. Terkait permasalahan teknis yang berdampak pada 53 siswa mengulang, dia menilai merata. Beberapa kabupaten juga mengalami masalah serupa. Hal itu terjadi karena beberapa kemungkinan.

Baca Juga :  Lima Out, Pinang Tujuh Pemain Anyar

Di antaranya, proses sinkronisasi tidak tepat waktu, sehingga server tidak connect saat pelaksanaan. Serta kemampuan daya listrik turun saat pelaksanaan. “Kita poin kedua, daya listrik turun sehingga harus sinkron ulang dan akhirnya direkomendasikan susulan,” ujarnya.

UNBK bukan menjadi penentu kelulusan. Meski mengulang, Adi menilai tidak menjadi masalah serius. UNBK hanya untuk mengukur kompetensi siswa dan menjadi syarat administrasi pemetaan  ke jenjang selanjutnya.

KOTA – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMP/MTs berakhir kemarin (25/4). Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, tercatat 84 siswa tidak hadir saat UNBK berlangsung.

Rinciannya, 53 siswa karena permasalahan teknis lembaga, 29 siswa tidak ada keterangan, dua siswa lainnya sakit keras. “Hanya 53 siswa yang dimungkinkan ikut susulan sesuai arahan provinsi,” ujar Kepala Disdik Lamongan, Adi Suwito.

Menurut dia, tidak semua, 84 siswa tersebut, dijadwalkan mengikuti ujian susulan (29/4). Ada sejumlah alasannya. Adi mencontohkan siswa yang tidak diketahui keberadaannya atau kondisi siswa yang tidak memungkinkan untuk ikut susulan.

Baca Juga :  Pembelajaran Daring, Begini Cara Adaptasi Siswa Berkebutuhan Khusus

Menurut dia, siswa SMPN 1 Karanggeneng dan SMPN 1 Paciran yang dinyatakan sakit, berdasarkan laporan terakhir tidak memungkinkan untuk ikut ujian susulan. Sebab, keduanya masih dirawat intensif.

Sedangkan 29 siswa lainnya, lanjut dia, tidak ada di daftar nominasi sementara (DNS) maupun daftar nominasi tetap (DNT).

Adi memastikan bahwa lembaga tetap memfasilitasi bila siswa tersebut kembali melanjutkan pendidikannya. Namun, mereka mengulang tahun depan. “Untuk 29 siswa itu memang sejak awal tidak mengikuti semesteran, sedangkan dua lainnya harus mengulang juga,” jelasnya.

Adi mengklaim pelaksanaan UNBK empat hari berjalan lancar. Terkait permasalahan teknis yang berdampak pada 53 siswa mengulang, dia menilai merata. Beberapa kabupaten juga mengalami masalah serupa. Hal itu terjadi karena beberapa kemungkinan.

Baca Juga :  THR PNS di Lamongan Dialokasikan Rp 45 Miliar

Di antaranya, proses sinkronisasi tidak tepat waktu, sehingga server tidak connect saat pelaksanaan. Serta kemampuan daya listrik turun saat pelaksanaan. “Kita poin kedua, daya listrik turun sehingga harus sinkron ulang dan akhirnya direkomendasikan susulan,” ujarnya.

UNBK bukan menjadi penentu kelulusan. Meski mengulang, Adi menilai tidak menjadi masalah serius. UNBK hanya untuk mengukur kompetensi siswa dan menjadi syarat administrasi pemetaan  ke jenjang selanjutnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/