alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Tertipu Jual Beli Online

KOTA – Kasus penipuan jual beli online terus terjadi di Lamongan. Kali ini korbannya Elys Musya’da,30, warga Desa Telogo Agung Kecamatan Kembangbahu. Dia telah melapor ke Polres Lamongan. Menurut pengakuannya, kasus tersebut bermula saat membeli karpet melalui media sosial (medsos) Facebook, dengan akun Toko Grosir Karpet Karakter pada 20 April lalu. Harganya Rp 800 Ribu. Sebelumnya dia mengaku telah menghubungi nomor telepon yang tercantum pada akun facebook tersebut.

Merasa yakin, kemudian dia mentransfer uang ke rekening yang diberikan pemilik nomor telepon tersebut. ‘’Korban telah mengirim uang dengan cara mentransfer,’’ kata Kasubag Humas Polres Lamongan, AKP Harmuji Dia melanjutkan, korban kemudian diminta mentransfer uang lagi sebesar Rp 200 Ribu dengan alasan untuk biaya pengiriman dan tambahan uang lagi yang belum disebutkan nilainya.

Baca Juga :  85 Pertamini hanya Diawasi

Saat itu korban baru merasa curiga karena terus dimintai uang, sehingga tidak memenuhi permintaan itu. ‘’Korban kemudian melapor ke Polres Lamongan,’’ ujar mantan Kapolsek Sugio itu. Menurut dia, hingga kemarin barangnya belum diterima korban. Dia juga minta bukti pengiriman tapi tidak diberikan.

Bahkan nomor teleponnya tidak bisa dihubungi lagi. ‘’Masyarakat harus waspada karena banyak modus penipuan jual beli online,’’ tuturnya. Beberapa hari yang lalu, Polsek Babat juga melakukan penangkapan pelaku jual beli online dengan di wilayah Mojokerto dengan kerugian korban Rp 2,7 Juta.

KOTA – Kasus penipuan jual beli online terus terjadi di Lamongan. Kali ini korbannya Elys Musya’da,30, warga Desa Telogo Agung Kecamatan Kembangbahu. Dia telah melapor ke Polres Lamongan. Menurut pengakuannya, kasus tersebut bermula saat membeli karpet melalui media sosial (medsos) Facebook, dengan akun Toko Grosir Karpet Karakter pada 20 April lalu. Harganya Rp 800 Ribu. Sebelumnya dia mengaku telah menghubungi nomor telepon yang tercantum pada akun facebook tersebut.

Merasa yakin, kemudian dia mentransfer uang ke rekening yang diberikan pemilik nomor telepon tersebut. ‘’Korban telah mengirim uang dengan cara mentransfer,’’ kata Kasubag Humas Polres Lamongan, AKP Harmuji Dia melanjutkan, korban kemudian diminta mentransfer uang lagi sebesar Rp 200 Ribu dengan alasan untuk biaya pengiriman dan tambahan uang lagi yang belum disebutkan nilainya.

Baca Juga :  Ada Tokoh Intelektual Terlibat?

Saat itu korban baru merasa curiga karena terus dimintai uang, sehingga tidak memenuhi permintaan itu. ‘’Korban kemudian melapor ke Polres Lamongan,’’ ujar mantan Kapolsek Sugio itu. Menurut dia, hingga kemarin barangnya belum diterima korban. Dia juga minta bukti pengiriman tapi tidak diberikan.

Bahkan nomor teleponnya tidak bisa dihubungi lagi. ‘’Masyarakat harus waspada karena banyak modus penipuan jual beli online,’’ tuturnya. Beberapa hari yang lalu, Polsek Babat juga melakukan penangkapan pelaku jual beli online dengan di wilayah Mojokerto dengan kerugian korban Rp 2,7 Juta.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/