alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Kembangkan Kedelai di Tegalan Hutan Jati

- Advertisement -

BLORA – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) melaksanakan Pengembangan Teknologi Budidaya Kedelai pada Lahan Naungan Jati (Budena Jati) dan Kabupaten Blora dijadikan lokasi percontohannya.

Bertempat di kawasan hutan jati Perhutani RPH Gendongan, BKPH Ngapus, KPH Blora, pengembangan Budena Jati ini ditanam di lahan seluas 41,4 hektare yang tersebar di petak 53, 54,55 dan 57. Yang secara administratif masuk di wilayah Desa Bogem dan Desa Tlogowungu, Kecamatan Japah.

Hutan jati yang biasanya ditanam jagung pada sela tegalan, kini dicoba untuk ditanami kedelai. Hasilnya setelah ditanam pada awal bulan Februari lalu, dan berjalan hingga 70 hari lamanya, akhirnya pada hari Selasa (24/4) mulai dilakukan panen perdana di petak 53.

Kepala Balitkabi Joko Susilo Utomo mengatakan, pengembangan teknologi Budena Jati di hutan BKPH Ngapus ini merupakan tahapan awal yang nantinya akan dijadikan percontohan untuk perluasan di lahan hutan jati lainnya.

Baca Juga :  Pesangon Petugas Pemilu Tak Jelas

“Kami dari Balitkabi mencoba teknologi pengembangan Budena Jati yang menyasar lahan hutan, khususnya di sela tegakan jati seperti yang kita lakukan di Blora ini,” ujar dia. 

- Advertisement -

Teknologi, benih, dan pendampingan dilakukan Balitkabi, lahannya dari Perhutani, dan dilaksanakan oleh petani yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

“Alhamdulillah di Blora ini hasilnya bagus. Meskipun ditanam di bawah tegalan jati, terbukti masih bisa menghasilkan kedelai sebanyak 2 ton per hektare dengan kualitas unggul. Yang kami tanam ada empat varietas unggul, yakni Dena-1 seluas 4,75 hektare, Dega-1 seluas 2 hektare, Anjasmoro 15,2 hektare dan Argomulyo 19,45 hektare,” terang dia. 

Dia mengatakan, hasil panen ini akan dipakai untuk penanaman di lahan baru kembali guna mendukung program swasembada kedelai 2020 melalui penyediaan benih berkualitas. 

Baca Juga :  Pemuda Pilar Pembangunan, Menjaga Tantangan Global

Administratur Perhutani KPH Blora Rukman Supriyatnam mengatakan, hutan harus produktif dan memberikan manfaat untuk masyarakat. Kalau hanya mengandalkan jati saja, hasilnya hanya bisa diambil puluhan tahun sekali ketika masa tebang. 

“Untuk menyiasati itulah kami dari Perhutani juga mulai mengembangkan hutan untuk agroforestri atau wanatani, serta wisata sehingga hutan bisa menghasilkan setiap bulannya. Budena Jati ini merupakan salah satu wujud agroforestri yang harus didukung,” ucapnya.

Wakil Bupati Arief Rohman mengaku senang atas adanya program tersebut. 

“Petani sangat antusias dan semoga kegiatan ini bisa berlanjut hingga tahun berikutnya,” kata Arief.

Menurutnya, saat ini hutan yang baru ditanami seluas 41,4 hektare. Ke depan bisa sampai 4000 hektare hutan. Sehingga Blora bisa ikut menjadi produsen kedelai yang unggul. Tidak hanya Grobogan yang memang sudah lama mengembangkan kedelai di lahan persawahan.

BLORA – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) melaksanakan Pengembangan Teknologi Budidaya Kedelai pada Lahan Naungan Jati (Budena Jati) dan Kabupaten Blora dijadikan lokasi percontohannya.

Bertempat di kawasan hutan jati Perhutani RPH Gendongan, BKPH Ngapus, KPH Blora, pengembangan Budena Jati ini ditanam di lahan seluas 41,4 hektare yang tersebar di petak 53, 54,55 dan 57. Yang secara administratif masuk di wilayah Desa Bogem dan Desa Tlogowungu, Kecamatan Japah.

Hutan jati yang biasanya ditanam jagung pada sela tegalan, kini dicoba untuk ditanami kedelai. Hasilnya setelah ditanam pada awal bulan Februari lalu, dan berjalan hingga 70 hari lamanya, akhirnya pada hari Selasa (24/4) mulai dilakukan panen perdana di petak 53.

Kepala Balitkabi Joko Susilo Utomo mengatakan, pengembangan teknologi Budena Jati di hutan BKPH Ngapus ini merupakan tahapan awal yang nantinya akan dijadikan percontohan untuk perluasan di lahan hutan jati lainnya.

Baca Juga :  Gerilya di Hutan Bojonegoro hingga Bersua Bung Tomo

“Kami dari Balitkabi mencoba teknologi pengembangan Budena Jati yang menyasar lahan hutan, khususnya di sela tegakan jati seperti yang kita lakukan di Blora ini,” ujar dia. 

- Advertisement -

Teknologi, benih, dan pendampingan dilakukan Balitkabi, lahannya dari Perhutani, dan dilaksanakan oleh petani yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

“Alhamdulillah di Blora ini hasilnya bagus. Meskipun ditanam di bawah tegalan jati, terbukti masih bisa menghasilkan kedelai sebanyak 2 ton per hektare dengan kualitas unggul. Yang kami tanam ada empat varietas unggul, yakni Dena-1 seluas 4,75 hektare, Dega-1 seluas 2 hektare, Anjasmoro 15,2 hektare dan Argomulyo 19,45 hektare,” terang dia. 

Dia mengatakan, hasil panen ini akan dipakai untuk penanaman di lahan baru kembali guna mendukung program swasembada kedelai 2020 melalui penyediaan benih berkualitas. 

Baca Juga :  Bu Yoto Pasrah Hasil Pilkada

Administratur Perhutani KPH Blora Rukman Supriyatnam mengatakan, hutan harus produktif dan memberikan manfaat untuk masyarakat. Kalau hanya mengandalkan jati saja, hasilnya hanya bisa diambil puluhan tahun sekali ketika masa tebang. 

“Untuk menyiasati itulah kami dari Perhutani juga mulai mengembangkan hutan untuk agroforestri atau wanatani, serta wisata sehingga hutan bisa menghasilkan setiap bulannya. Budena Jati ini merupakan salah satu wujud agroforestri yang harus didukung,” ucapnya.

Wakil Bupati Arief Rohman mengaku senang atas adanya program tersebut. 

“Petani sangat antusias dan semoga kegiatan ini bisa berlanjut hingga tahun berikutnya,” kata Arief.

Menurutnya, saat ini hutan yang baru ditanami seluas 41,4 hektare. Ke depan bisa sampai 4000 hektare hutan. Sehingga Blora bisa ikut menjadi produsen kedelai yang unggul. Tidak hanya Grobogan yang memang sudah lama mengembangkan kedelai di lahan persawahan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/