alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Sulit Pantau Truk Bak Panjang Over Loading

- Advertisement -

Radar Lamongan – Truk dengan bak panjang dan tak wajar kerap melintas di jalan nasional Lamongan. Dinas perhubungan (dishub) setempat tidak bisa memastikan bahwa truk tersebut over loading (odol), yang dilarang Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beroperasi.

‘’Jadi tidak bisa dilihat dengan kasat mata, apakah itu termasuk odol atau bukan. Dari Kemenhub memang melarang,’’ tutur Kepala Dishub Lamongan A Farikh kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (25/3).

Truk odol, lanjut dia, ke banyakan bak bagian belakang dimodifikasi agar lebih panjang. Sehingga, tonase dari truk tersebut tidak sesuai surat registrasi uji tipe (SRUT) yang dikeluarkan Dirjen Perhubungan Darat. ‘’Sekarang memang truk odol jadi perhatian. Bahkan beberapa kali dari kemenhub melakukan operasi secara langsung,’’ katanya.

Baca Juga :  Harus Diimbangi Kesiapan Sarpras

Dia menambahkan, banyak pemilik kendaraan yang mengakali tonase lebih dengan menambah dimensi truk tanpa melakukan perizinan SRUT. ‘’Jadi kalau memastikan harus dengan mengecek. Mencocokkan buku dan SRUT,’’ imbuhnya.

Farikh mengaku belum ada instruksi dari Dirjen Perhubu ngan Darat Kemenhub ke daerah untuk melakukan operasi terhadap truk odol. ‘’Selama ini belum ada instruksi khusus,’’ ujarnya.

- Advertisement -

Keberadaan truk odol cukup merugikan. Sebab, over tonase membuat jalan cepat rusak. ‘’Berdampak pada nilai ekonomis jalan, nilai ekonomis jembatan, perlambatan arus dan lainnya,’’ jelas Farikh.

Radar Lamongan – Truk dengan bak panjang dan tak wajar kerap melintas di jalan nasional Lamongan. Dinas perhubungan (dishub) setempat tidak bisa memastikan bahwa truk tersebut over loading (odol), yang dilarang Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beroperasi.

‘’Jadi tidak bisa dilihat dengan kasat mata, apakah itu termasuk odol atau bukan. Dari Kemenhub memang melarang,’’ tutur Kepala Dishub Lamongan A Farikh kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (25/3).

Truk odol, lanjut dia, ke banyakan bak bagian belakang dimodifikasi agar lebih panjang. Sehingga, tonase dari truk tersebut tidak sesuai surat registrasi uji tipe (SRUT) yang dikeluarkan Dirjen Perhubungan Darat. ‘’Sekarang memang truk odol jadi perhatian. Bahkan beberapa kali dari kemenhub melakukan operasi secara langsung,’’ katanya.

Baca Juga :  Sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dia menambahkan, banyak pemilik kendaraan yang mengakali tonase lebih dengan menambah dimensi truk tanpa melakukan perizinan SRUT. ‘’Jadi kalau memastikan harus dengan mengecek. Mencocokkan buku dan SRUT,’’ imbuhnya.

Farikh mengaku belum ada instruksi dari Dirjen Perhubu ngan Darat Kemenhub ke daerah untuk melakukan operasi terhadap truk odol. ‘’Selama ini belum ada instruksi khusus,’’ ujarnya.

- Advertisement -

Keberadaan truk odol cukup merugikan. Sebab, over tonase membuat jalan cepat rusak. ‘’Berdampak pada nilai ekonomis jalan, nilai ekonomis jembatan, perlambatan arus dan lainnya,’’ jelas Farikh.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/