alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

2.000 Pengajuan Santunan Kematian Belum Cair

Radar Bojonegoro – Santunan kematian tahun ini mendapatkan alokasi cukup besar dibanding tahun sebelumnya. Data di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sektretariat Daerah (Setda) Bojonegoro menyebutkan, tahun ini anggarannya mencapai Rp 18,7 miliar. Jauh lebih besar dibanding alokasi tahun lalu hanya mencapai Rp 12 miliar.

Tentu, jumlah penerima semakin merata. Setiap pengajuan menerima Rp 2,5 juta. Namun, tiga bulan ini pencairan santunan kematian belum bisa cair. Ada persyaratan yang belum tuntas. Padahal, sekitar 2.000 pengajuan santunan kematian antre pencairan. Pencairan masih manual, tentu butuh percepatan proses pengajuan.

Kabag Kesra Setda Sahari menjelaskan, tahun ini alokasi anggaran santunan kematian jauh lebih besar. Tahun lalu alokasi anggaran disediakan sempat habis. Sehingga harus penambahan pada APBD Perubahan 2020. ‘’Tahun ini disiapkan lebih banyak agar tidak sampai habis seperti tahun lalu,’’ katanya.

Baca Juga :  Sumantri, Pembuat Parabola dari Kipas Angin Bekas

Pengajuan santunan kematian memang banyak. Hingga kemarin, jumlah orang mengajukan santunan itu sudah mencapai 2 ribu orang lebih. Hingga kini pengajuan itu masih belum cair. Mantan sekretaris dinas kepemudaan dan olahraga itu menjelaskan, masih mempersiapkan pencairan santunan. Santunan itu bersifat hibah. Sehingga, harus ada syarat harus dipenuhi untuk mencairkan bantuan tersebut.

Hingga Kini Sahari belum bisa memastikan kapan santunan itu akan cair. Diperkirakan jumlah pengajuannya akan terus bertambah. ‘’Kami usahakan secepatnya,’’ jelasnya. Setiap pengajuan mendapatkan anggaran Rp 2,5 juta. Itu diberikan kepada ahli waris mengurus pencairan santunan itu. Santunan kematian diberikan pada warga meninggal bukan karena bencana. Mereka yang meninggal karena bencana santunan diberikan oleh badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).

Baca Juga :  Banyak Tak Kuliah, Dua SMAN Diusulkan Keahlian

’’Kalau di kami ini kematian biasa. Bukan karena bencana,’’ terangnya. Sahari menambahkan, pengajuan santunan kematian masih dilakukan secara manual. Pihaknya masih mempersiapkan pengajuan pencairan melalui aplikasi. ‘’Saat ini kami masih membantu mereka mengajukan untuk menginput datanya,’’ jelasnya.

Sementara itu, DPRD meminta pemkab mempermudah syarat pengajuan bantunan kematian itu. Sehingga, warga tidak terlalu sulit mencairkannya. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Wawan Kurniyanto pada rapat paripurna istimewa kemarin (24/3). ‘’Data-datanya juga harus di-update. Sehingga, bisa lebih valid,’’ tuturnya.

Radar Bojonegoro – Santunan kematian tahun ini mendapatkan alokasi cukup besar dibanding tahun sebelumnya. Data di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sektretariat Daerah (Setda) Bojonegoro menyebutkan, tahun ini anggarannya mencapai Rp 18,7 miliar. Jauh lebih besar dibanding alokasi tahun lalu hanya mencapai Rp 12 miliar.

Tentu, jumlah penerima semakin merata. Setiap pengajuan menerima Rp 2,5 juta. Namun, tiga bulan ini pencairan santunan kematian belum bisa cair. Ada persyaratan yang belum tuntas. Padahal, sekitar 2.000 pengajuan santunan kematian antre pencairan. Pencairan masih manual, tentu butuh percepatan proses pengajuan.

Kabag Kesra Setda Sahari menjelaskan, tahun ini alokasi anggaran santunan kematian jauh lebih besar. Tahun lalu alokasi anggaran disediakan sempat habis. Sehingga harus penambahan pada APBD Perubahan 2020. ‘’Tahun ini disiapkan lebih banyak agar tidak sampai habis seperti tahun lalu,’’ katanya.

Baca Juga :  Diaz Ingin Lanjutkan Clean Sheet

Pengajuan santunan kematian memang banyak. Hingga kemarin, jumlah orang mengajukan santunan itu sudah mencapai 2 ribu orang lebih. Hingga kini pengajuan itu masih belum cair. Mantan sekretaris dinas kepemudaan dan olahraga itu menjelaskan, masih mempersiapkan pencairan santunan. Santunan itu bersifat hibah. Sehingga, harus ada syarat harus dipenuhi untuk mencairkan bantuan tersebut.

Hingga Kini Sahari belum bisa memastikan kapan santunan itu akan cair. Diperkirakan jumlah pengajuannya akan terus bertambah. ‘’Kami usahakan secepatnya,’’ jelasnya. Setiap pengajuan mendapatkan anggaran Rp 2,5 juta. Itu diberikan kepada ahli waris mengurus pencairan santunan itu. Santunan kematian diberikan pada warga meninggal bukan karena bencana. Mereka yang meninggal karena bencana santunan diberikan oleh badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).

Baca Juga :  Rindu Menang Away

’’Kalau di kami ini kematian biasa. Bukan karena bencana,’’ terangnya. Sahari menambahkan, pengajuan santunan kematian masih dilakukan secara manual. Pihaknya masih mempersiapkan pengajuan pencairan melalui aplikasi. ‘’Saat ini kami masih membantu mereka mengajukan untuk menginput datanya,’’ jelasnya.

Sementara itu, DPRD meminta pemkab mempermudah syarat pengajuan bantunan kematian itu. Sehingga, warga tidak terlalu sulit mencairkannya. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Wawan Kurniyanto pada rapat paripurna istimewa kemarin (24/3). ‘’Data-datanya juga harus di-update. Sehingga, bisa lebih valid,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/