alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Banyak Ritel Tak Jual Produk Lokal

BOJONEGORO – Ritel atau minimarket berjaring di Bojonegoro banyak yang tidak menyediakan produk lokal. Dinas perdagangan segera memanggil para pengelola ritel terkait hal itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Agus Hariyana menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para pelaku ritel di Bojonegoro terkait hal ini.

Mereka bukan tidak bersedia menempatkan space khusus untuk produk lokal. Namun, mereka terkena aturan dari kantor pusat. “Kendala utama memang di situ,” ujarnya.

Dia menuturkan, para pelaku yang ada di Bojonegoro atau pewaralaba sebenarnya bersedia. Namun, aturan perusahaan memang tidak membolehkan jika tidak izin dulu. Selain itu, untuk memasukkan produk ke ritel berjaring biasanya melalui seleksi ketat.

Baca Juga :  Lelang Jabatan Kepala Dinas Tuntas, Saatnya Buktikan Kinerja

Terkait hal itu, Agus Hariyana tidak diam saja. Sebab, aturan ritel harus menyediakan produk lokal sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 70 Tahun 2013.

Sehingga, pelaku ritel harus bersedia untuk mengakomodir produk lokal. “Jika tidak, maka mereka harus membuat surat pernyataan,” jelasnya.

Agus melanjutkan, surat pernyataan itu berisi tentang tidak bisa menyediakan space untuk produk lokal. “Kalau tanpa surat kami tidak bisa menerima,” jelasnya.

Dikatakan Agus, pemberian tempat khusus untuk produk lokal adalah bagian dari pemberdayaan masyarakat. Selain itu, itu juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

Menurut Agus, saat ini produk lokal Bojonegoro cukup banyak. Mulai makanan ringan hingga minuman. Sebab, saat ini industri kecil menengah (IKM) sedang bergeliat. “Ini harus diterapkan oleh pelaku ritel,” jelasnya.

Baca Juga :  Puluhan Warga Tolak Pengukur Lahan Kilang

Saat ini toko modern yang menjual produk lokal sudah banyak. Namun, itu bukan toko ritel berjaring. Itu adalah toko modern lokal. “Yang berjaring memang terkendala aturan itu. Tapi akan kami usahakan bisa,” jelasnya.

BOJONEGORO – Ritel atau minimarket berjaring di Bojonegoro banyak yang tidak menyediakan produk lokal. Dinas perdagangan segera memanggil para pengelola ritel terkait hal itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Agus Hariyana menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para pelaku ritel di Bojonegoro terkait hal ini.

Mereka bukan tidak bersedia menempatkan space khusus untuk produk lokal. Namun, mereka terkena aturan dari kantor pusat. “Kendala utama memang di situ,” ujarnya.

Dia menuturkan, para pelaku yang ada di Bojonegoro atau pewaralaba sebenarnya bersedia. Namun, aturan perusahaan memang tidak membolehkan jika tidak izin dulu. Selain itu, untuk memasukkan produk ke ritel berjaring biasanya melalui seleksi ketat.

Baca Juga :  Masuk Bergantian, Karyawan WBL Masih Digaji Separo

Terkait hal itu, Agus Hariyana tidak diam saja. Sebab, aturan ritel harus menyediakan produk lokal sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 70 Tahun 2013.

Sehingga, pelaku ritel harus bersedia untuk mengakomodir produk lokal. “Jika tidak, maka mereka harus membuat surat pernyataan,” jelasnya.

Agus melanjutkan, surat pernyataan itu berisi tentang tidak bisa menyediakan space untuk produk lokal. “Kalau tanpa surat kami tidak bisa menerima,” jelasnya.

Dikatakan Agus, pemberian tempat khusus untuk produk lokal adalah bagian dari pemberdayaan masyarakat. Selain itu, itu juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

Menurut Agus, saat ini produk lokal Bojonegoro cukup banyak. Mulai makanan ringan hingga minuman. Sebab, saat ini industri kecil menengah (IKM) sedang bergeliat. “Ini harus diterapkan oleh pelaku ritel,” jelasnya.

Baca Juga :  Kembangkan Kedelai di Tegalan Hutan Jati

Saat ini toko modern yang menjual produk lokal sudah banyak. Namun, itu bukan toko ritel berjaring. Itu adalah toko modern lokal. “Yang berjaring memang terkendala aturan itu. Tapi akan kami usahakan bisa,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/