alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Warga Trucuk Tewas Kesetrum

TRUCUK – Nasib nahas menimpa Mahsun, 49, warga Desa Padangan, Kecamatan Trucuk. Dia tewas terbujur kaku akibat kesetrum saat memperbaiki instalasi listrik di rumah adik kandungnya. Dia ditemukan telah meregang nyawa sekitar pukul 10.00 kemarin (25/2) oleh istrinya.

Menurut keterangan Kapolsek Trucuk AKP Wiwin Rusli, peristiwa ini berawal sekitar pukul 08.00, korban pergi ke rumah adik kandungnya yang bernama Tuni, 30. Jarak dengan rumahnya tidak jauh. Korban berniat memperbaiki instalasi listrik di rumah adiknya tersebut, sebab rumah tersebut baru saja selesai dibangun.

“Niatnya korban memperbaiki instalasi listrik itu, tapi kondisinya saat itu kosong, penghuni rumahnya sedang di depan rumah, sedangkan korban di belakang rumah,” jelasnya.

Baca Juga :  Naas, Hendak Karaoke Eh Pria ini Malah Kesetrum

Namun, sekitar pukul 10.00, istri korban, Rofiah, 35, mulai curiga suaminya tak kunjung pulang. Sehingga, sang istri pun memutuskan untuk mencari suaminya. Ketika sudah di rumah adiknya tersebut, istri korban mencari suaminya di belakang rumah dan ditemukan sudah tergeletak tak bernyawa.

“Saat mengetahui kondisi suaminya tergeletak di tanah, istri korban sangat terkejut dan spontan berteriak meminta tolong para tetangganya, korban pun ditolong dievakuasi ke dalam rumah,” jelasnya.

Kapolsek mengatakan, saat kejadian tidak ada satu pun saksi yang melihat korban tersengat arus listrik. Namun berdasarkan hasil identifikasi, diketahui ciri-ciri mayat, jenis kelamin laki-laki, panjang mayat 178 sentimeter, kulit sawo matang, rambut hitam lurus pendek. Korban mengenakan celana panjang warna cokelat dan baju lengan pendek warna hitam.

Baca Juga :  Korsleting, Ruang Tamu Terbakar

“Petugas medis dari Puskesmas Trucuk menyatakan meninggal karena tersengat listrik dan tidak terdapat bekas atau tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” tuturnya.

Sementara itu, setelah bermusyawarah, keluarga korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan. Selanjutnya jenazah korban diserahkan pada keluarganya untuk dimakamkan.

 

TRUCUK – Nasib nahas menimpa Mahsun, 49, warga Desa Padangan, Kecamatan Trucuk. Dia tewas terbujur kaku akibat kesetrum saat memperbaiki instalasi listrik di rumah adik kandungnya. Dia ditemukan telah meregang nyawa sekitar pukul 10.00 kemarin (25/2) oleh istrinya.

Menurut keterangan Kapolsek Trucuk AKP Wiwin Rusli, peristiwa ini berawal sekitar pukul 08.00, korban pergi ke rumah adik kandungnya yang bernama Tuni, 30. Jarak dengan rumahnya tidak jauh. Korban berniat memperbaiki instalasi listrik di rumah adiknya tersebut, sebab rumah tersebut baru saja selesai dibangun.

“Niatnya korban memperbaiki instalasi listrik itu, tapi kondisinya saat itu kosong, penghuni rumahnya sedang di depan rumah, sedangkan korban di belakang rumah,” jelasnya.

Baca Juga :  Korsleting, Ruang Tamu Terbakar

Namun, sekitar pukul 10.00, istri korban, Rofiah, 35, mulai curiga suaminya tak kunjung pulang. Sehingga, sang istri pun memutuskan untuk mencari suaminya. Ketika sudah di rumah adiknya tersebut, istri korban mencari suaminya di belakang rumah dan ditemukan sudah tergeletak tak bernyawa.

“Saat mengetahui kondisi suaminya tergeletak di tanah, istri korban sangat terkejut dan spontan berteriak meminta tolong para tetangganya, korban pun ditolong dievakuasi ke dalam rumah,” jelasnya.

Kapolsek mengatakan, saat kejadian tidak ada satu pun saksi yang melihat korban tersengat arus listrik. Namun berdasarkan hasil identifikasi, diketahui ciri-ciri mayat, jenis kelamin laki-laki, panjang mayat 178 sentimeter, kulit sawo matang, rambut hitam lurus pendek. Korban mengenakan celana panjang warna cokelat dan baju lengan pendek warna hitam.

Baca Juga :  Abi – Malik Belum Tergantikan

“Petugas medis dari Puskesmas Trucuk menyatakan meninggal karena tersengat listrik dan tidak terdapat bekas atau tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” tuturnya.

Sementara itu, setelah bermusyawarah, keluarga korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan. Selanjutnya jenazah korban diserahkan pada keluarganya untuk dimakamkan.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/