alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Milenial Bojonegoro Memilih Bekerja di Luar Daerah

BOJONEGORO – Generasi milenial yang kuliah di luar daerah masih enggan kembali ke Kota Ledre. Mereka lebih memilih bekerja dan melanjutkan karir di luar daerah. Faktor pengalaman dan minimnya lapangan pekerjaan menjadi penyebab keputusannya.

Sehingga bekerja ataupun berkarir di Bojonegoro bukan menjadi pilihan pertama. Selain itu, Bojonegoro tidak memiliki lahan pekerjaan sesuai bidang pendidikan. Adapun mereka berencana kembali setelah mendapat pengalaman di kota besar.

Agus Winarto, salah satu mahasiswa Universitas Brawijaya Malang ini berencana melanjutkan karir di luar Jawa, khususnya di industri sawit. Sebab, bidang tersebut sesuai dengan jurusan yang diambilnya, yakni agribisnis pertanian.

“Karena dengan usia saya saat ini masih memungkinkan untuk mencari pengalaman di luar daerah,” kata pria asal Desa Dayukidul, Kecamatan Kedungadem, itu kemarin (25/2).

Bahkan, Agus, sapaannya tidak memiliki keinginan untuk bekerja di Bojonegoro. Sebab, dia merasa tidak memiliki banyak pilihan pekerjaan di kota kelahirannya.  

Baca Juga :  Pengungkapan Kasus Narkoba, Libatkan Satu Anak di Bawah Umur

“Selain itu, banyak orang lokal yang melanjutkan hidup dan sukses di luar. Baik itu di luar kota ataupun negeri,” ucap mahasiswa semester delapan itu.

Bagi dia, usia produktif merupakan kesempatan untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Setelah itu, baru kembali dan bekerja di kota kelahiran.

“Saya belum bisa memperkirakan jangka waktu kembalinya. Namun, rencana saya mungkin nanti akan membuka usaha,” jelas dia.

Hal senada juga dikatakan Ifdatul Khoeroh, mahasiswi Universitas Airlangga Surabaya. Setelah lulus, dia memiliki rencana untuk bekerja sesuai bidang kuliahnya, yakni teknologi hasil perikanan.

“Otomatis saya ingin bekerja di luar Bojonegoro. Sebab tidak ada perusahaan yang bergerak di bidang perikanan,” kata dara asal Desa Bakung, Kecamatan Kanor itu.

Namun, berbeda dengan Agus, Ifdatul, sapaannya, masih membuka kesempatan untuk bekerja di Bojonegoro. Sebab, menurut dia saat ini mendapatkan pekerjaan cukup sulit.

“Seperti yang kita tahu, sekarang banyak pesaing kerja yang memiliki koneksi atau dibawa orang dalam,” jelas mahasiswi semester delapan itu.

Sehingga, dia mencantumkan Bojonegoro sebagai opsi kedua jika tidak diterima bekerja di luar daerah. Misalnya pun diterima bekerja di luar, dia memastikan tetap akan kembali ke Bojonegoro.

Baca Juga :  Desak Penetapan Hasil Lelang Jabatan

“Pastilah kembali ke kota kelahiran. Saya tidak mau melupakan kota asal. Terpenting itu bekerja sesuai dengan jenjang pendidikan,” ucap dia.

Di sisi lain, Kepala Seksi (Kasi) Informasi Pasar Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro Sugi Hartono menambahkan, masyarakat usia produktif memang lebih memilih bekerja di kota besar. Sehingga, bekerja di Bojonegoro belum menjadi pilihan mereka.

“Anak-anak muda yang baru lulus SMA/K dan kuliah banyak yang bekerja di luar. Sebab, mereka masih ingin melihat luasnya dunia dan haus akan pengalaman baru,” kata dia.

Menurut dia, jika sudah melewati usia produktif, mereka akan kembali dan bekerja di Bojonegoro. Karena, rata-rata yang bekerja di Bojonegoro usianya sudah tidak muda lagi.

“Tapi ada juga masyarakat yang tidak kembali dan melanjutkan hidup di luar. Sebab, mereka sudah sukses di sana,” imbuhnya.

BOJONEGORO – Generasi milenial yang kuliah di luar daerah masih enggan kembali ke Kota Ledre. Mereka lebih memilih bekerja dan melanjutkan karir di luar daerah. Faktor pengalaman dan minimnya lapangan pekerjaan menjadi penyebab keputusannya.

Sehingga bekerja ataupun berkarir di Bojonegoro bukan menjadi pilihan pertama. Selain itu, Bojonegoro tidak memiliki lahan pekerjaan sesuai bidang pendidikan. Adapun mereka berencana kembali setelah mendapat pengalaman di kota besar.

Agus Winarto, salah satu mahasiswa Universitas Brawijaya Malang ini berencana melanjutkan karir di luar Jawa, khususnya di industri sawit. Sebab, bidang tersebut sesuai dengan jurusan yang diambilnya, yakni agribisnis pertanian.

“Karena dengan usia saya saat ini masih memungkinkan untuk mencari pengalaman di luar daerah,” kata pria asal Desa Dayukidul, Kecamatan Kedungadem, itu kemarin (25/2).

Bahkan, Agus, sapaannya tidak memiliki keinginan untuk bekerja di Bojonegoro. Sebab, dia merasa tidak memiliki banyak pilihan pekerjaan di kota kelahirannya.  

Baca Juga :  Sepuluh Hari, Tiga Orang Tewas Gantung Diri

“Selain itu, banyak orang lokal yang melanjutkan hidup dan sukses di luar. Baik itu di luar kota ataupun negeri,” ucap mahasiswa semester delapan itu.

Bagi dia, usia produktif merupakan kesempatan untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Setelah itu, baru kembali dan bekerja di kota kelahiran.

“Saya belum bisa memperkirakan jangka waktu kembalinya. Namun, rencana saya mungkin nanti akan membuka usaha,” jelas dia.

Hal senada juga dikatakan Ifdatul Khoeroh, mahasiswi Universitas Airlangga Surabaya. Setelah lulus, dia memiliki rencana untuk bekerja sesuai bidang kuliahnya, yakni teknologi hasil perikanan.

“Otomatis saya ingin bekerja di luar Bojonegoro. Sebab tidak ada perusahaan yang bergerak di bidang perikanan,” kata dara asal Desa Bakung, Kecamatan Kanor itu.

Namun, berbeda dengan Agus, Ifdatul, sapaannya, masih membuka kesempatan untuk bekerja di Bojonegoro. Sebab, menurut dia saat ini mendapatkan pekerjaan cukup sulit.

“Seperti yang kita tahu, sekarang banyak pesaing kerja yang memiliki koneksi atau dibawa orang dalam,” jelas mahasiswi semester delapan itu.

Sehingga, dia mencantumkan Bojonegoro sebagai opsi kedua jika tidak diterima bekerja di luar daerah. Misalnya pun diterima bekerja di luar, dia memastikan tetap akan kembali ke Bojonegoro.

Baca Juga :  Separo Belum Digarap, 11 Raperda Batal Dibahas Tahun Ini

“Pastilah kembali ke kota kelahiran. Saya tidak mau melupakan kota asal. Terpenting itu bekerja sesuai dengan jenjang pendidikan,” ucap dia.

Di sisi lain, Kepala Seksi (Kasi) Informasi Pasar Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro Sugi Hartono menambahkan, masyarakat usia produktif memang lebih memilih bekerja di kota besar. Sehingga, bekerja di Bojonegoro belum menjadi pilihan mereka.

“Anak-anak muda yang baru lulus SMA/K dan kuliah banyak yang bekerja di luar. Sebab, mereka masih ingin melihat luasnya dunia dan haus akan pengalaman baru,” kata dia.

Menurut dia, jika sudah melewati usia produktif, mereka akan kembali dan bekerja di Bojonegoro. Karena, rata-rata yang bekerja di Bojonegoro usianya sudah tidak muda lagi.

“Tapi ada juga masyarakat yang tidak kembali dan melanjutkan hidup di luar. Sebab, mereka sudah sukses di sana,” imbuhnya.

Artikel Terkait

Most Read

Hari Ini Mulai Pleno di Kecamatan

Rencanakan Perbaikan Mulai November

Persibo Jajal Stadion Joko Samudro

Artikel Terbaru


/