alexametrics
22.6 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Paket C Jarang Latihan di Lab Komputer

BOJONEGORO – Dinas pendidikan (disdik) harus bekerja lebih esktra untuk mempersiapkan UNBK kejar paket B dan C. Sebab, jarang diantara mereka melakukan simulasi di laboratorium komputer. 

Kabid PNFI Disdik Bojonegoro Nandar mengatakan, peserta UNBK paket B dan C sejauh ini memang belum pernah melakukan latihan langsung di lab komputer.

Namun, mereka sudah kerap melakukan latihan mandiri dengan panduan proktor UNBK. ”Latihannya dilakukan dengan laptop,” ujar Nandar ditemui kemarin.

Nandar menjelaskan, pihaknya sejauh ini tidak mempermasalahkan hal itu. Sebab, meskipun tidak di lab komputer, latihan UNBK tetap bisa dilakukan.

Pihaknya juga meminta proktor untuk melakukan pendampingan secara langsung. Pendampingan latihan itu dilakukan di masing-masing PKBM. ”Yang penting mereka latihan. Itu poin yang paling penting,” jelasnya.

Baca Juga :  Kenaikan Tarif PDAM Instruksi Mendagri

Menurut Nandar, meskipun peserta UNBK paket B dan C rata-rata sudah berusia dewasa, namun dia yakin tidak ada kendala.

Sebab, rata-rata peserta paket B dab C saat ini sudah memiliki ponsel android. ”Jadi, mereka akan lebih mudah mengoperasikan komputer,” jelasnya.

Sesuai rencana, UNBK untuk kejar paket tersebut akan dilaksanakan di sekolah formal yang memiliki lab komputer. Disdik sudah melakukan komunikasi dengan sekolah yang akan ditumpangi itu. ”Semua sekolah yang akan ditempati sudah kami surati,” jelasnya.

Bagi PNFI, ini adalah gawe yang cukup besar. Sebab, ini adalah pertama kali peserta kejar paket melaksanakan UNBK. Sebelumnya, ujian kejar paket selalu berbasis kertas. ”Tapi sejauh ini tidak mengalami kendala,” terang dia.

Baca Juga :  Kungfu Panda dan Rambo Iseng

Selain sudah memastikan latihan, jumlah peserta kejar paket juga sudah ditentukan. Untuk paket B jumlahnya mencapai 750, dan paket C mencapai 1.533 peserta. Jumlah itu tidak akan berubah karena sudah menjadi daftar nominatif tetap (DNT). 

Sementara itu, untuk peserta paket A masih belum menerapkan UNBK tahun ini. Sejauh ini paket A masih menerapkan unas berbasis kertas.

Kepala Disdik Hanafi mengatakan, jenjang SD tahun ini masih melaksanakan ujian berbasis kertas. Sebab, SD dinilai masih belum mampu menggelar UNBK. ”Masih belum UNBK. Tidak tahu kapan siap UNBK,” jelasnya.

BOJONEGORO – Dinas pendidikan (disdik) harus bekerja lebih esktra untuk mempersiapkan UNBK kejar paket B dan C. Sebab, jarang diantara mereka melakukan simulasi di laboratorium komputer. 

Kabid PNFI Disdik Bojonegoro Nandar mengatakan, peserta UNBK paket B dan C sejauh ini memang belum pernah melakukan latihan langsung di lab komputer.

Namun, mereka sudah kerap melakukan latihan mandiri dengan panduan proktor UNBK. ”Latihannya dilakukan dengan laptop,” ujar Nandar ditemui kemarin.

Nandar menjelaskan, pihaknya sejauh ini tidak mempermasalahkan hal itu. Sebab, meskipun tidak di lab komputer, latihan UNBK tetap bisa dilakukan.

Pihaknya juga meminta proktor untuk melakukan pendampingan secara langsung. Pendampingan latihan itu dilakukan di masing-masing PKBM. ”Yang penting mereka latihan. Itu poin yang paling penting,” jelasnya.

Baca Juga :  Deklarasi Bumi Perkemahan Kambang Putih

Menurut Nandar, meskipun peserta UNBK paket B dan C rata-rata sudah berusia dewasa, namun dia yakin tidak ada kendala.

Sebab, rata-rata peserta paket B dab C saat ini sudah memiliki ponsel android. ”Jadi, mereka akan lebih mudah mengoperasikan komputer,” jelasnya.

Sesuai rencana, UNBK untuk kejar paket tersebut akan dilaksanakan di sekolah formal yang memiliki lab komputer. Disdik sudah melakukan komunikasi dengan sekolah yang akan ditumpangi itu. ”Semua sekolah yang akan ditempati sudah kami surati,” jelasnya.

Bagi PNFI, ini adalah gawe yang cukup besar. Sebab, ini adalah pertama kali peserta kejar paket melaksanakan UNBK. Sebelumnya, ujian kejar paket selalu berbasis kertas. ”Tapi sejauh ini tidak mengalami kendala,” terang dia.

Baca Juga :  Kungfu Panda dan Rambo Iseng

Selain sudah memastikan latihan, jumlah peserta kejar paket juga sudah ditentukan. Untuk paket B jumlahnya mencapai 750, dan paket C mencapai 1.533 peserta. Jumlah itu tidak akan berubah karena sudah menjadi daftar nominatif tetap (DNT). 

Sementara itu, untuk peserta paket A masih belum menerapkan UNBK tahun ini. Sejauh ini paket A masih menerapkan unas berbasis kertas.

Kepala Disdik Hanafi mengatakan, jenjang SD tahun ini masih melaksanakan ujian berbasis kertas. Sebab, SD dinilai masih belum mampu menggelar UNBK. ”Masih belum UNBK. Tidak tahu kapan siap UNBK,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/