alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Mengenal Masper, Selebgram Khas Bahasa Jawa Asal Cepu

FEATURES – Semua orang di belahan dunia sekarang sudah terhubung. Jadi, untuk dikenal orang tak perlu ke kota besar. Cukup di desa dan memainkan jempol. Begitulah yang dilakukan Dimas. 

Dimas sedang menatap layar gawainya. Wajahnya memenuhi layar itu. Nyaris bagian belakang tak terlihat dia sedang di mana. Dia seperti sedang video call dengan seseorang. Tapi, sejatinya dia  sedang berbicara sendiri di depan layar gawainya itu. 

Dimas berbicara dengan bahasa Jawa. Lebih khasnya adalah jawa Cepu dan mirip dengan Bojonegoro wilayah barat. Medok. Kadang, dia bercerita tentang apa yang menjadi pengalamannya.

Tak jarang dia melakukan video call imaginer. Sebab, dia seperti mengajak berbicara kekasihnya. Dengan panggilan, Dek. Apa yang dilakukan Dimas di depan layar gawai itu tak lama. Hanya, sekitar kurang dari satu menit.

Dimas merekam apa yang dilakukan di depan layar itu. Akibat ulah kekonyolannya di depan layar gawai itulah yang menjadikan dirinya selebgram. Seorang selebritis di sosial media Instagram. 

Sebutan ini tak berlebihan. Sebab, dalam waktu yang sangat singkat sekali. Dimas sudah memiliki followers seratus ribu lebih di akun Instagram-nya. Sebab, isi akun Instagram-nya diisi dengan video tentang curhatan dan cerita-cerita lucunya. 

Sekali diunggah, penonton video sangat pendek itu bisa mencapai seratus tayangan. Tak hanya di Instagram, Dimas pun juga membuat akun Youtube dan kini subscribe-nya sudah mencapai 3.000-an.

Viewers-nya bisa mencapai 10.000. Jumlah yang cukup banyak bagi youtuber yang tak ada konsep. Sebab, isi videonya hanya wajah Dimas dan cerita-ceritanya. 

Baca Juga :  Gencarkan Vaksinasi Door To Door, Sasar ODGJ dan Disabilitas

Akibat ulahnya yang konyol, ada beberapa produk yang endors di akun Instagram-nya. Bukan sekali saja. Namun, itu jumlah yang lumayan bagi seorang pemula di kancah vlogger ini. 

Dimas mulai menceritakan awal mula dirinya iseng membuat Vlog memanfaatkan WhatsApp story. Saat itu, dia bekerja di salah satu kafe di Semarang. Dia sedang galau karena tahun baru masih di perantauan.

Video tak sampai satu menit itu mendapatkan respons yang baik dari teman-temannya di WA story.“Banyak yang chat dan menyarankan agar saya unggah di Youtube dan Instagram,” ujarnya. 

Orang yang menyarankan dirinya membuat akun Instagram dan Youtube ini dari seorang guru futsalnya. Langkah itu pun membuahkan hasil. Respons netizen pun positif.

Followers-nya meningkat. Hingga ada sebuah video tentang celotehan film Dilan, akhirnya membuat pecah jagat medsos. Sebab, video ala Dimas ini berbeda pada orang-orang umum. Begini bunyinya. 

“Dek. Dilan kandani yo. Sing berat kuwi nggak rindu tok. Tandur kuwi ya berat. Sok nek Dilan diganjar tandur karo rindu lak koyo kintel ditaleni.   Dek, Dilan iki ijih cah sekolah. Jal sok nek wis keluarga.

Ngomong karo Milea. Milea jangan ngedos nanti sotangnya ngapal. Tokornya gembel ndut,” Sontak kalimat ucapan Dimas ini menjadi viral. Di Facebook hingga di WA story beberapa orang yang akrab dengan logat Cepu-Jonegoroan pun merasa terwakili. 

Kini, Dimas sudah memiliki banyak fans. Bahkan, ada beberapa fans di setiap daerah. Misalnya, di Bojonegoro, Cepu, ataupun di Tuban.

Baca Juga :  Serapan Anggaran Covid-19 Baru 9,3 Miliar

Bahkan, sudah ada semacam forum semacam meet up bersama Dimas yang menjadi bintang tamu. “Besok (hari ini) ada undangan di Bojonegoro,” terang dia. 

Dimas benar-benar sudah menjadi seleb. Sebab, untuk hadir diacaranya Dimas, orang harus membeli tiket yang disediakan oleh panitia. 

“Ya kadang nyanyi. Pernah diminta jadi MC. Pernah juga diminta stand up,” ujar Dimas. 

Meski sudah punya nama di jagat medsos,  Dimas tetaplah Dimas. Dia tak mengubah karakternya yang lucu dan blokosuto itu. Sebab, dia mengakui dari keluarga yang sangat sederhana. 

“Bapak saya itu tukang ojek. Kadang ya ngarit. Ibu saya tukang pijet. Tapi sudah pensiun. Jadi, kini ya jualan sayur. Pesen bapak saya itu disuruh membumi. Opo eneke wae,” tuturnya. 

Dimas adalah lulusan salah satu SMK Santo Yosep di Cepu. Dia baru lulus 2017 lalu dari jurusan permesinan. Setelah lulus, dia pernah membantu bekerja sebagai penjaga portal jalan hingga tukang bangunan. Termasuk kerja di waiters di sebuah kafe di Semarang.

Kini, dia tetap bekerja sebagai pekerja di proyek pembangunan jalan di Pasuruan. Tak jarang, dia masih mengenakan helm proyek itu.  “Kadang ya sembunyi-sembunyi saat membuat video,” terangnya. 

Konten video Dimas tak hanya sepenuhnya guyonan. Ada pesan-pesan moral yang disampaikan. Seperti, menghormati guru dan tetap bangga menjadi orang Jawa. 

Ke depan, dia berharap ini menjadi awal dari karirnya. Dimas tetap punya mimpi menjadi vlogger yang keren dan tetap membawa pesan-pesan moral. (aam/nas)

FEATURES – Semua orang di belahan dunia sekarang sudah terhubung. Jadi, untuk dikenal orang tak perlu ke kota besar. Cukup di desa dan memainkan jempol. Begitulah yang dilakukan Dimas. 

Dimas sedang menatap layar gawainya. Wajahnya memenuhi layar itu. Nyaris bagian belakang tak terlihat dia sedang di mana. Dia seperti sedang video call dengan seseorang. Tapi, sejatinya dia  sedang berbicara sendiri di depan layar gawainya itu. 

Dimas berbicara dengan bahasa Jawa. Lebih khasnya adalah jawa Cepu dan mirip dengan Bojonegoro wilayah barat. Medok. Kadang, dia bercerita tentang apa yang menjadi pengalamannya.

Tak jarang dia melakukan video call imaginer. Sebab, dia seperti mengajak berbicara kekasihnya. Dengan panggilan, Dek. Apa yang dilakukan Dimas di depan layar gawai itu tak lama. Hanya, sekitar kurang dari satu menit.

Dimas merekam apa yang dilakukan di depan layar itu. Akibat ulah kekonyolannya di depan layar gawai itulah yang menjadikan dirinya selebgram. Seorang selebritis di sosial media Instagram. 

Sebutan ini tak berlebihan. Sebab, dalam waktu yang sangat singkat sekali. Dimas sudah memiliki followers seratus ribu lebih di akun Instagram-nya. Sebab, isi akun Instagram-nya diisi dengan video tentang curhatan dan cerita-cerita lucunya. 

Sekali diunggah, penonton video sangat pendek itu bisa mencapai seratus tayangan. Tak hanya di Instagram, Dimas pun juga membuat akun Youtube dan kini subscribe-nya sudah mencapai 3.000-an.

Viewers-nya bisa mencapai 10.000. Jumlah yang cukup banyak bagi youtuber yang tak ada konsep. Sebab, isi videonya hanya wajah Dimas dan cerita-ceritanya. 

Baca Juga :  SambutĀ Kasdam IV Diponegoro, Kasdim 0703 Kodim Cilacap Tinjau Kesiapan

Akibat ulahnya yang konyol, ada beberapa produk yang endors di akun Instagram-nya. Bukan sekali saja. Namun, itu jumlah yang lumayan bagi seorang pemula di kancah vlogger ini. 

Dimas mulai menceritakan awal mula dirinya iseng membuat Vlog memanfaatkan WhatsApp story. Saat itu, dia bekerja di salah satu kafe di Semarang. Dia sedang galau karena tahun baru masih di perantauan.

Video tak sampai satu menit itu mendapatkan respons yang baik dari teman-temannya di WA story.“Banyak yang chat dan menyarankan agar saya unggah di Youtube dan Instagram,” ujarnya. 

Orang yang menyarankan dirinya membuat akun Instagram dan Youtube ini dari seorang guru futsalnya. Langkah itu pun membuahkan hasil. Respons netizen pun positif.

Followers-nya meningkat. Hingga ada sebuah video tentang celotehan film Dilan, akhirnya membuat pecah jagat medsos. Sebab, video ala Dimas ini berbeda pada orang-orang umum. Begini bunyinya. 

“Dek. Dilan kandani yo. Sing berat kuwi nggak rindu tok. Tandur kuwi ya berat. Sok nek Dilan diganjar tandur karo rindu lak koyo kintel ditaleni.   Dek, Dilan iki ijih cah sekolah. Jal sok nek wis keluarga.

Ngomong karo Milea. Milea jangan ngedos nanti sotangnya ngapal. Tokornya gembel ndut,” Sontak kalimat ucapan Dimas ini menjadi viral. Di Facebook hingga di WA story beberapa orang yang akrab dengan logat Cepu-Jonegoroan pun merasa terwakili. 

Kini, Dimas sudah memiliki banyak fans. Bahkan, ada beberapa fans di setiap daerah. Misalnya, di Bojonegoro, Cepu, ataupun di Tuban.

Baca Juga :  Berbincang di Perahu, Sepakati Jembatan Bojonegoro-Blora

Bahkan, sudah ada semacam forum semacam meet up bersama Dimas yang menjadi bintang tamu. “Besok (hari ini) ada undangan di Bojonegoro,” terang dia. 

Dimas benar-benar sudah menjadi seleb. Sebab, untuk hadir diacaranya Dimas, orang harus membeli tiket yang disediakan oleh panitia. 

“Ya kadang nyanyi. Pernah diminta jadi MC. Pernah juga diminta stand up,” ujar Dimas. 

Meski sudah punya nama di jagat medsos,  Dimas tetaplah Dimas. Dia tak mengubah karakternya yang lucu dan blokosuto itu. Sebab, dia mengakui dari keluarga yang sangat sederhana. 

“Bapak saya itu tukang ojek. Kadang ya ngarit. Ibu saya tukang pijet. Tapi sudah pensiun. Jadi, kini ya jualan sayur. Pesen bapak saya itu disuruh membumi. Opo eneke wae,” tuturnya. 

Dimas adalah lulusan salah satu SMK Santo Yosep di Cepu. Dia baru lulus 2017 lalu dari jurusan permesinan. Setelah lulus, dia pernah membantu bekerja sebagai penjaga portal jalan hingga tukang bangunan. Termasuk kerja di waiters di sebuah kafe di Semarang.

Kini, dia tetap bekerja sebagai pekerja di proyek pembangunan jalan di Pasuruan. Tak jarang, dia masih mengenakan helm proyek itu.  “Kadang ya sembunyi-sembunyi saat membuat video,” terangnya. 

Konten video Dimas tak hanya sepenuhnya guyonan. Ada pesan-pesan moral yang disampaikan. Seperti, menghormati guru dan tetap bangga menjadi orang Jawa. 

Ke depan, dia berharap ini menjadi awal dari karirnya. Dimas tetap punya mimpi menjadi vlogger yang keren dan tetap membawa pesan-pesan moral. (aam/nas)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/