alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Hasil Panen Meningkat 20 Persen

ADVERTORIAL – Sejumlah inovasi di bidang pertanian yang dicanangkan Pemkab Tuban mulai membuahkan hasil. Salah satunya adalah pengurangan pemakaian pupuk kimia dengan memanfaat pupuk organik Agrodyke. Hasilnya, produksi padi semakin maksimal.

Bukti keberhasilan pupuk organik tersebut terlihat di Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang. Hasil produksi padi di wilayah yang menjadi demplot atau lahan percontohan penggunaan pupuk organik itu, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Kamis (22/2) lalu, bupati Fathul Huda meninjau langsung panen padi di area percontohan penggunaan pupuk organik tersebut. Dalam kunjungannya, bupati memberikan apresiasi sekaligus bangga melihat hasil pertanian setelah memanfaatkan pupuk organik tersebut.

Sebab, hasil panen mengalami peningkatan yang cukup signifikan di banding saat menggunakan pupuk anorganik. ‘’Ada peningkatan sekitar 20 persen,’’ kata dia yang meyakinkan penggunaan pupuk organik memiliki manfaat cukup besar.

Selain itu, lanjut bupati, secara kualitas hasil panen juga semakin maksimal. Saat panen, jumlah padi yang gabuk sangat minim. Begitu juga rendemennya (berbandingan kuantitas gabah setelah digiling), mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Baca Juga :  Ukuran Tingkat Siaga Banjir Berubah

‘’Secara visual sudah saya lihat, rendemennya memang lebih bagus. (Setelah digiling, Red) hasilnya lebih banyak dibanding menggunakan pupuk anorganik,’’ terang bupati dua priode itu.

Dipaparkan bupati, jika sebelumnya lahan seluas 1,1 hektare hanya mampu menghasilkan padi sekitar 6,4 ton, kini setelah mengurangi penggunaan pupuk kimia dan memanfaatkan pupuk organik, hasilnya meningkat menjadi 9,7 ton.

Praktis, ada peningkatan sekitar 3,3 ton dari sebelumnya. Begitu juga setelah proses giling menjadi beras.

Jika sebelumnya 100 kilogram (kg) gabah hanya mampu menghasilkan beras sekitar 58-60 kg, kini setelah memanfaatkan pupuk organic Agrodyke bisa menghasilkan beras sekitar 70 kg.

Selain mampu meningkatkan hasil pertanian, lanjut bupati, penggunaan pupuk organik ini juga bisa memberikan manfaat yang lebih luas terhadap kesuburan tanah. Unsur hara tanah yang sebelumnya terkontaminasi dengan pupuk kimia, kini mulai bisa dinetralisir.

Baca Juga :  Blora Gelar Festival Kelor

‘’Unsur hara tanah akan benar-benar kembali normal setelah lima kali masa tanam,’’ tegas  bupati.Dia juga menilai pemanfaatan pupuk organik bisa menekan biaya produksi.

Sebab, persentase penggunaan pupuk bakal terus berkurang seiring dengan kondisi kesuburan tanah yang kembali netral setelah memanfaatkan pupuk organik.

‘’Untuk proses tanam pertama saja sudah ada penghematan biaya sekitar Rp 500 ribu,’’ kata bupati. Dengan begitu, pemanfaatan pupuk organik bisa mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik.

Dan, ini juga bisa menjadi langkah yang baik dalam mengatasi kelangkaan pupuk yang setiap tahun selalu menjadi persoalan petani. ‘’Petani harus mendapat kemudahan dalam proses tanam.

Dan, ini (penggunaan pupuk organik, Red) adalah bagian dari solusi,’’ tutur bupati yang berharap petani bisa beralih pada pupuk organik.

ADVERTORIAL – Sejumlah inovasi di bidang pertanian yang dicanangkan Pemkab Tuban mulai membuahkan hasil. Salah satunya adalah pengurangan pemakaian pupuk kimia dengan memanfaat pupuk organik Agrodyke. Hasilnya, produksi padi semakin maksimal.

Bukti keberhasilan pupuk organik tersebut terlihat di Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang. Hasil produksi padi di wilayah yang menjadi demplot atau lahan percontohan penggunaan pupuk organik itu, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Kamis (22/2) lalu, bupati Fathul Huda meninjau langsung panen padi di area percontohan penggunaan pupuk organik tersebut. Dalam kunjungannya, bupati memberikan apresiasi sekaligus bangga melihat hasil pertanian setelah memanfaatkan pupuk organik tersebut.

Sebab, hasil panen mengalami peningkatan yang cukup signifikan di banding saat menggunakan pupuk anorganik. ‘’Ada peningkatan sekitar 20 persen,’’ kata dia yang meyakinkan penggunaan pupuk organik memiliki manfaat cukup besar.

Selain itu, lanjut bupati, secara kualitas hasil panen juga semakin maksimal. Saat panen, jumlah padi yang gabuk sangat minim. Begitu juga rendemennya (berbandingan kuantitas gabah setelah digiling), mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Baca Juga :  Penyelesaian Diserahkan Provinsi, Perbatasan Lamongan-Gresik

‘’Secara visual sudah saya lihat, rendemennya memang lebih bagus. (Setelah digiling, Red) hasilnya lebih banyak dibanding menggunakan pupuk anorganik,’’ terang bupati dua priode itu.

Dipaparkan bupati, jika sebelumnya lahan seluas 1,1 hektare hanya mampu menghasilkan padi sekitar 6,4 ton, kini setelah mengurangi penggunaan pupuk kimia dan memanfaatkan pupuk organik, hasilnya meningkat menjadi 9,7 ton.

Praktis, ada peningkatan sekitar 3,3 ton dari sebelumnya. Begitu juga setelah proses giling menjadi beras.

Jika sebelumnya 100 kilogram (kg) gabah hanya mampu menghasilkan beras sekitar 58-60 kg, kini setelah memanfaatkan pupuk organic Agrodyke bisa menghasilkan beras sekitar 70 kg.

Selain mampu meningkatkan hasil pertanian, lanjut bupati, penggunaan pupuk organik ini juga bisa memberikan manfaat yang lebih luas terhadap kesuburan tanah. Unsur hara tanah yang sebelumnya terkontaminasi dengan pupuk kimia, kini mulai bisa dinetralisir.

Baca Juga :  GO RSNU Tuban, Pelayanan dalam Genggaman  

‘’Unsur hara tanah akan benar-benar kembali normal setelah lima kali masa tanam,’’ tegas  bupati.Dia juga menilai pemanfaatan pupuk organik bisa menekan biaya produksi.

Sebab, persentase penggunaan pupuk bakal terus berkurang seiring dengan kondisi kesuburan tanah yang kembali netral setelah memanfaatkan pupuk organik.

‘’Untuk proses tanam pertama saja sudah ada penghematan biaya sekitar Rp 500 ribu,’’ kata bupati. Dengan begitu, pemanfaatan pupuk organik bisa mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik.

Dan, ini juga bisa menjadi langkah yang baik dalam mengatasi kelangkaan pupuk yang setiap tahun selalu menjadi persoalan petani. ‘’Petani harus mendapat kemudahan dalam proses tanam.

Dan, ini (penggunaan pupuk organik, Red) adalah bagian dari solusi,’’ tutur bupati yang berharap petani bisa beralih pada pupuk organik.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/