alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Bojonegoro Jemput Bola Investor 

BOJONEGORO – Pemkab Bojonegoro melakukan langkah agresif dalam mencari investor. Kemarin (24/2), Pemkab Kota Ledre itu menggelar kegiatan Bojonegoro Investment Day di hotel Bumi Surabaya, untuk mengundang investor datang dan mau berinvestasi. 

Ketergantungan Bojonegoro pada industri migas memang sudah harus diakhiri. Sebab, hanya bersifat sementara dan kebijakan sepenuhnya di tangan pemerintah pusat. Sehingga, daerah kurang maksimal menikmati hasil. Karena itu industri nonmigas harus mulai dipikirkan. Masalahnya, Bojonegoro jarang dikunjungi investor. Sehingga harus intensif melakukan jemput bola investor. “Bukan lagi menunggu, tapi harus kita jemput. Karena itu, kita adakan Bojonegoro Investment Day di Surabaya,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Bojonegoro, Rahmat Junaidi kemarin (25/2). 

Rahmat mengatakan, jika hanya menunggu saja, Bojonegoro bakal kesulitan mencari investor. Karena itu pemkab melakukan langkah revolusioner dengan menghelat acara investment day di Surabaya. Kota Pahlawan itu dipilih karena menjadi sentra investor di pulau Jawa, selain Jakarta. 

Baca Juga :  Trotoar Dirombak, Telan Rp 24,7 Miliar

Beberapa keuntungan berinvestasi ke Bojonegoro, di antaranya; kemudahan perizinan yang didukung keterbukaan, tidak ada pungutan liar yang membebani proses investasi, penerapan upah minimum pedesaan, kemudahan mencari tenaga kerja terampil, ketersediaan pasokan listrik dari PLN, akses wilayah yang telah didukung jalan dan jembatan layak . Juga terdapat BUMD sektor perbankan, hotel, air bersih, hulu, dan hilir migas yang siap bersinergi dengan para investor. “Intinya Bojonegoro menganut paham ekonomi inklusif dengan semangat pembangunan berkelanjutan,” imbuhnya. 

Menurut dia, acara yang dihadiri sebanyak 100 investor dari dalam dan luar negeri dari berbagai bidang industri tersebut, sehingga sangat potensial. Di antaranya; bidang pertanian dan perkebunan, migas, properti, makanan, pariwisata, pertambangan, peternakan, garmen, tekstil, hingga keramik. Acara tersebut juga disemangati dan dibuka langsung Bupati Bojonegoro, Suyoto. “Jika 15 persen investor undangan itu bisa berinvestasi ke Bojonegoro, tentu bakal mempermudah penanggulangan kemiskinan,” tukasnya. 

Baca Juga :  Tarik Minat Investor dan Tumbuhkan Lapangan Pekerjaan

Rahmat menambahkan, ASN harus kreatif mencari peluang. Sudah tidak zamannya ASN pasif, normatif, dan hanya mengandalkan perintah. Tetapi harus mulai berpikir dan bertindak. Seperti pesan Kang Yoto, ASN tidak boleh berkata “tetapi” tapi “walaupun”. Faktor itu yang menjadikannya berpikir progresif untuk mencari investor hingga ke Surabaya. 

BOJONEGORO – Pemkab Bojonegoro melakukan langkah agresif dalam mencari investor. Kemarin (24/2), Pemkab Kota Ledre itu menggelar kegiatan Bojonegoro Investment Day di hotel Bumi Surabaya, untuk mengundang investor datang dan mau berinvestasi. 

Ketergantungan Bojonegoro pada industri migas memang sudah harus diakhiri. Sebab, hanya bersifat sementara dan kebijakan sepenuhnya di tangan pemerintah pusat. Sehingga, daerah kurang maksimal menikmati hasil. Karena itu industri nonmigas harus mulai dipikirkan. Masalahnya, Bojonegoro jarang dikunjungi investor. Sehingga harus intensif melakukan jemput bola investor. “Bukan lagi menunggu, tapi harus kita jemput. Karena itu, kita adakan Bojonegoro Investment Day di Surabaya,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Bojonegoro, Rahmat Junaidi kemarin (25/2). 

Rahmat mengatakan, jika hanya menunggu saja, Bojonegoro bakal kesulitan mencari investor. Karena itu pemkab melakukan langkah revolusioner dengan menghelat acara investment day di Surabaya. Kota Pahlawan itu dipilih karena menjadi sentra investor di pulau Jawa, selain Jakarta. 

Baca Juga :  Bulan ini,  Venue Porprov Dijajal 

Beberapa keuntungan berinvestasi ke Bojonegoro, di antaranya; kemudahan perizinan yang didukung keterbukaan, tidak ada pungutan liar yang membebani proses investasi, penerapan upah minimum pedesaan, kemudahan mencari tenaga kerja terampil, ketersediaan pasokan listrik dari PLN, akses wilayah yang telah didukung jalan dan jembatan layak . Juga terdapat BUMD sektor perbankan, hotel, air bersih, hulu, dan hilir migas yang siap bersinergi dengan para investor. “Intinya Bojonegoro menganut paham ekonomi inklusif dengan semangat pembangunan berkelanjutan,” imbuhnya. 

Menurut dia, acara yang dihadiri sebanyak 100 investor dari dalam dan luar negeri dari berbagai bidang industri tersebut, sehingga sangat potensial. Di antaranya; bidang pertanian dan perkebunan, migas, properti, makanan, pariwisata, pertambangan, peternakan, garmen, tekstil, hingga keramik. Acara tersebut juga disemangati dan dibuka langsung Bupati Bojonegoro, Suyoto. “Jika 15 persen investor undangan itu bisa berinvestasi ke Bojonegoro, tentu bakal mempermudah penanggulangan kemiskinan,” tukasnya. 

Baca Juga :  Perbup Belum Siap, DD Terancam Molor

Rahmat menambahkan, ASN harus kreatif mencari peluang. Sudah tidak zamannya ASN pasif, normatif, dan hanya mengandalkan perintah. Tetapi harus mulai berpikir dan bertindak. Seperti pesan Kang Yoto, ASN tidak boleh berkata “tetapi” tapi “walaupun”. Faktor itu yang menjadikannya berpikir progresif untuk mencari investor hingga ke Surabaya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/