alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Pelanggar R4 Didominasi Mati Uji KIR

Kendaraan roda empat (R4) mendominasi pelanggaran belum memperpanjang  uji KIR. Ada belasan pelanggaran yang ditemukan oleh operasi gabungan Polres dan Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro. Kasi Pengendalian dan Operasi (Dalops) Dishub Bojonegoro, Bambang Mulyanto mengatakan, razia lebih banyak dilakukan akibat dari jembatan timbang yang hingga sekarang tutup. Dishub pun melacak banyak kendaraan roda empat yang belum mengurus uji KIR. 

Padahal masa berlakunya sudah mati. Razia di wilayah Balen kemarin (25/1) Dishub menemukan 13 pelanggaran yang didominasi matinya uji KIR. “13 pelanggaran terdiri dari enam kendaraan truk mati uji KIR, lima bus pariwisata mati izin trayek, dan dua elf yang kelebihan muatan penumpang,” tuturnya.

Baca Juga :  Kini Penggarap Sawah Bisa Akses KPM, Target Perlu Tepat Sasaran

Kelengkapan uji KIR juga harus dibuktikan dengan buku KIR, pelat uji KIR di bagian depan, dan pelat uji KIR di bagian samping. Apabila salah satu syarat  tersebut tidak ada, dinyatakan tidak lengkap dan ditilang. “Harus benar-benar lengkap, kembali lagi apabila jembatan timbang masih ada, hal tersebut bisa cepat terdeteksi,” ujarnya.

Pelanggaran lainnya ialah dimensi bak truk yang tidak sesuai dengan buku KIR.Adapun titik-titik razia paling sering diadakan di wilayah timur Bojonegoro dikarenakan banyaknya jumlah kecelakaan. Lalu, disusul wilayah barat Bojonegoro.

Razia juga dilakukan secara insidental, terkadang juga karena banyaknya laporan masyarakat terkait pelanggaran para pengendara R2 maupun R4. “Sekarang masyarakat Bojonegoro aktif menginformasikan apabila ada pelanggaran di jalan,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Mayat dari Ponorogo Ditemukan di Bojonegoro

Kendaraan roda empat (R4) mendominasi pelanggaran belum memperpanjang  uji KIR. Ada belasan pelanggaran yang ditemukan oleh operasi gabungan Polres dan Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro. Kasi Pengendalian dan Operasi (Dalops) Dishub Bojonegoro, Bambang Mulyanto mengatakan, razia lebih banyak dilakukan akibat dari jembatan timbang yang hingga sekarang tutup. Dishub pun melacak banyak kendaraan roda empat yang belum mengurus uji KIR. 

Padahal masa berlakunya sudah mati. Razia di wilayah Balen kemarin (25/1) Dishub menemukan 13 pelanggaran yang didominasi matinya uji KIR. “13 pelanggaran terdiri dari enam kendaraan truk mati uji KIR, lima bus pariwisata mati izin trayek, dan dua elf yang kelebihan muatan penumpang,” tuturnya.

Baca Juga :  Dinas Sosial Diminta Evaluasi Menyeluruh BPNT Pusat

Kelengkapan uji KIR juga harus dibuktikan dengan buku KIR, pelat uji KIR di bagian depan, dan pelat uji KIR di bagian samping. Apabila salah satu syarat  tersebut tidak ada, dinyatakan tidak lengkap dan ditilang. “Harus benar-benar lengkap, kembali lagi apabila jembatan timbang masih ada, hal tersebut bisa cepat terdeteksi,” ujarnya.

Pelanggaran lainnya ialah dimensi bak truk yang tidak sesuai dengan buku KIR.Adapun titik-titik razia paling sering diadakan di wilayah timur Bojonegoro dikarenakan banyaknya jumlah kecelakaan. Lalu, disusul wilayah barat Bojonegoro.

Razia juga dilakukan secara insidental, terkadang juga karena banyaknya laporan masyarakat terkait pelanggaran para pengendara R2 maupun R4. “Sekarang masyarakat Bojonegoro aktif menginformasikan apabila ada pelanggaran di jalan,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Satu Jam Evakuasi Dua Pekerja Pingsan di Gudang Walet

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Berharap Pasar Hewan segera Dibuka

Harga Tanah Rp 450 Ribu Per Meter

Sempat Vakum Dua Tahun


/