alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Janji Kapolres : Tak Biarkan Arak Berkembang di Tuban

TUBAN – Kapolres Tuban AKPB Sutrisno HR memastikan, selama bertugas di Bumi Wali, dirinya tidak akan membiarkan produksi arak berkembang.Komitmen tersebut kemarin (25/1) disampaikannya usai menghadiri kegiatan perpisahan Kepala Pengadilan Negeri (PN) Tuban I Nyoman Wiguna.

‘’(Selama saya bertugas di Tuban, Red) Saya tidak akan membiarkan (produksi, Red) arak hidup di sini,’’ tegas perwira dengan pangkat dua melati di pundak itu.

Untuk memastikan komitmennya tersebut, perwira asal Makassar ini tidak akan memberikan toleransi kepada produsen arak.

Salah satu, bakal menjatuhkan sanksi tegas berupa hukuman maksimal kepada produsen arak yang terjaring razia. ‘’Kita tegas, tidak akan memberikan toleransi,’’ tandas perwira jebolan Akpol 1998 itu.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto Hibahkan Bantuan 2 Bus Listrik & Microbus untuk UGM

Selain tuntutan maksimal, dalam pelimpahan berkas juga bakal disertai penahanan.‘’Saat berkas dilimpahkan ke kejaksaan, tersangka harus ditahan.

(Komitmen, Red) inilah yang nanti akan kita koordinasikan dengan lembaga terkait,’’ tandas dia.  

Disinggung terkait trio produsen arak ibu rumah tangga (IRT), Suwarni, Sulasi, dan Vita yang hanya diproses tindak pidana ringan (tipiring), mantan Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya ini mengaku belum mengetahui pasti.

‘’Saya cek dulu,’’ katanya.

Sekadar diketahui, kasus trio IRT ini menjadi sorotan karena sebelumnya pernah terjerat hukum.Ketika menjalani proses hukum kedua, mereka bukannya dijerat undang-undang pangan, namun tipiring.

TUBAN – Kapolres Tuban AKPB Sutrisno HR memastikan, selama bertugas di Bumi Wali, dirinya tidak akan membiarkan produksi arak berkembang.Komitmen tersebut kemarin (25/1) disampaikannya usai menghadiri kegiatan perpisahan Kepala Pengadilan Negeri (PN) Tuban I Nyoman Wiguna.

‘’(Selama saya bertugas di Tuban, Red) Saya tidak akan membiarkan (produksi, Red) arak hidup di sini,’’ tegas perwira dengan pangkat dua melati di pundak itu.

Untuk memastikan komitmennya tersebut, perwira asal Makassar ini tidak akan memberikan toleransi kepada produsen arak.

Salah satu, bakal menjatuhkan sanksi tegas berupa hukuman maksimal kepada produsen arak yang terjaring razia. ‘’Kita tegas, tidak akan memberikan toleransi,’’ tandas perwira jebolan Akpol 1998 itu.

Baca Juga :  Seribu Lebih Pagu Masih Kosong

Selain tuntutan maksimal, dalam pelimpahan berkas juga bakal disertai penahanan.‘’Saat berkas dilimpahkan ke kejaksaan, tersangka harus ditahan.

(Komitmen, Red) inilah yang nanti akan kita koordinasikan dengan lembaga terkait,’’ tandas dia.  

Disinggung terkait trio produsen arak ibu rumah tangga (IRT), Suwarni, Sulasi, dan Vita yang hanya diproses tindak pidana ringan (tipiring), mantan Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya ini mengaku belum mengetahui pasti.

‘’Saya cek dulu,’’ katanya.

Sekadar diketahui, kasus trio IRT ini menjadi sorotan karena sebelumnya pernah terjerat hukum.Ketika menjalani proses hukum kedua, mereka bukannya dijerat undang-undang pangan, namun tipiring.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/