alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Empat Tersangka Tak Ditahan di Surabaya

BOJONEGORO – Empat tersangka perkara korupsi tetap ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bojonegoro. Belum ada rencana empat tersangka tersebut dititipkan penahanannya di Surabaya atau Sidoarjo. Meksipun, empat tersangka dari dua perkara berbeda itu tak lama lagi menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Empat tersangka yakni Kepala Desa Jari, Kecamatan Gondang Srihamto dan bendaharanya Yatmirian. Dua tersangka ini terjerat dugaan korupsi APBDes 2014-2016. Dua tersangka lainnya yakni dugaan perkara DPMLUEP. Yakni, Hadi pemilik UD Kandang Kumpul, Kecamatan Kepohbaru dan Sudirman pemilik UD Sumber Rejeki, Kecamatan Sumberrejo. 

Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Agus Budiarto mengatakan, empat tersangka masih tetap ditahan di Bojonegoro karena tidak perlu dilakukan penahanan di Surabaya atau Sidoarjo. ‘’Tetap kita tahan di Bojonegoro,’’ katanya Kamis (25/1). 

Baca Juga :  Warga Bisa Akses Data Proyek

Dia menjelaskan, tim jaksa penuntut umum (JPU) telah menyiapkan dakwaan masing-masing tersangka. Dari empat tersangka dengan dua perkara berbeda ini, semua berkas perkaranya disendirikan. Artinya, berkas terpisah antara satu dengan yang lain. ‘’Jadi berkas displit (dipisah),’’ tutur jaksa Asal Nganjuk itu. 

Namun, hingga kemarin, pihaknya masih menunggu dari Pengadilan Tipikor Surabaya, terkait jadwal sidang. Sedangkan, kejari melimpahkan berkas pada Selasa (23/1). ‘’Jadwalnya belum keluar. Jaksa sudah kami siapkan untuk masing-masing perkara,’’ terang dia. 

Dia mengungkapkan, dugaan korupsi APBDes Jari diperkirakan Rp 200 juta. Tersangka terancam pasal 2 dan 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Baca Juga :  MOW-MOP Ke-7 Kembali Dihelat di RSNU

Sedangkan, perkara DPMLUEP pinjaman uang dari UD Kandang Kumpul sebesar Rp 350 juta. Namun, hanya sebagian dikembalikan. Sedangkan, pinjaman modal UD Sumber Rejeki sebesar Rp 100 juta. Dana tersebut sudah dilakukan pengembalian. 

Perkara ini juga telah memvonis mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Bojonegoro Andreas Wahyono dan mantan Kepala BKP Jawa Timur Tajudin Tahir. Perkara ini diduga mengalami kerugian negara senilai Rp 378 juta.

BOJONEGORO – Empat tersangka perkara korupsi tetap ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bojonegoro. Belum ada rencana empat tersangka tersebut dititipkan penahanannya di Surabaya atau Sidoarjo. Meksipun, empat tersangka dari dua perkara berbeda itu tak lama lagi menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Empat tersangka yakni Kepala Desa Jari, Kecamatan Gondang Srihamto dan bendaharanya Yatmirian. Dua tersangka ini terjerat dugaan korupsi APBDes 2014-2016. Dua tersangka lainnya yakni dugaan perkara DPMLUEP. Yakni, Hadi pemilik UD Kandang Kumpul, Kecamatan Kepohbaru dan Sudirman pemilik UD Sumber Rejeki, Kecamatan Sumberrejo. 

Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Agus Budiarto mengatakan, empat tersangka masih tetap ditahan di Bojonegoro karena tidak perlu dilakukan penahanan di Surabaya atau Sidoarjo. ‘’Tetap kita tahan di Bojonegoro,’’ katanya Kamis (25/1). 

Baca Juga :  KPP Pratama Sosialisasi PERPPU Akses Informasi Keuangan

Dia menjelaskan, tim jaksa penuntut umum (JPU) telah menyiapkan dakwaan masing-masing tersangka. Dari empat tersangka dengan dua perkara berbeda ini, semua berkas perkaranya disendirikan. Artinya, berkas terpisah antara satu dengan yang lain. ‘’Jadi berkas displit (dipisah),’’ tutur jaksa Asal Nganjuk itu. 

Namun, hingga kemarin, pihaknya masih menunggu dari Pengadilan Tipikor Surabaya, terkait jadwal sidang. Sedangkan, kejari melimpahkan berkas pada Selasa (23/1). ‘’Jadwalnya belum keluar. Jaksa sudah kami siapkan untuk masing-masing perkara,’’ terang dia. 

Dia mengungkapkan, dugaan korupsi APBDes Jari diperkirakan Rp 200 juta. Tersangka terancam pasal 2 dan 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Baca Juga :  MOW-MOP Ke-7 Kembali Dihelat di RSNU

Sedangkan, perkara DPMLUEP pinjaman uang dari UD Kandang Kumpul sebesar Rp 350 juta. Namun, hanya sebagian dikembalikan. Sedangkan, pinjaman modal UD Sumber Rejeki sebesar Rp 100 juta. Dana tersebut sudah dilakukan pengembalian. 

Perkara ini juga telah memvonis mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Bojonegoro Andreas Wahyono dan mantan Kepala BKP Jawa Timur Tajudin Tahir. Perkara ini diduga mengalami kerugian negara senilai Rp 378 juta.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/