alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Diproyeksi Imunisasi 317 Ribu Anak

BOJONEGORO – Menindaklanjuti temuan kasus difteri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro sudah memulai pendataan anak usia 0-19 tahun untuk diberikan Outbreak Response Immunization Difteri (ORI Difteri). Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bojonegoro, Totok Ismanto menyampaikan saat ini sudah mulai memproyeksikan jumlahnya 317 ribu anak yang akan diimunisai.

“Data proyeksinya dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan, untuk data riilnya kami masih proses mendorong 36 puskesmas mengumpulkan datanya hingga akhir Januari,” tuturnya. 

Selain itu, Dinkes Bojonegoro juga masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Provinsi Jawa Timur guna membekali puskesmas dan para petugas imunisasi.

Agar adanya kesepahaman melaksanakan ORI difteri tersebut. “Nantinya juga akan menyesuaikan dengan anggaran yang dialokasikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Atap Ruang Tunggu Stasiun Runtuh, Dua Orang Luka

Jumlah ORI difteri juga lebih besar dibanding imunisasi measles rubella (MR) tahun lalu. Karena memang rentang usianya berbeda, imunisasi MR hanya 0-15. “Tahun lalu imunisasi MR hanya 273 ribu anak,” katanya.

Adapun ORI difteri akan diberikan tiga tahap pada Februari, Juli, dan November. Dia pun ingin memberikan pemahaman dengan seluruh target ORI difteri agar tidak takut diimunisasi.

“Imunisasi ini menggunakan suntik, biasanya ada siswa yang takut, jadi petugas harus ekstra tenaganya, karena kalau sudah SMA cukup sulit untuk dikendalikan,” katanya.

Lanjut dia, peran guru juga sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman akan pentingnya ORI difteri.Totok pun sudah berkomunikasi dengan bagian hukum atas turunnya SK bupati terkait kejadian luar biasa (KLB).

Baca Juga :  Cakades Petahana Cukup Cuti dan Tunjuk Plt

Setidaknya akhir Januari ini sudah bisa turun SK-nya. “Sudah saya cek di bagian hukum, masih proses disposisi bupati,” katanya.

Selanjutnya, tinggal menunggu logistik dari pusat terkait vaksin penangkal virus difteri.

BOJONEGORO – Menindaklanjuti temuan kasus difteri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro sudah memulai pendataan anak usia 0-19 tahun untuk diberikan Outbreak Response Immunization Difteri (ORI Difteri). Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bojonegoro, Totok Ismanto menyampaikan saat ini sudah mulai memproyeksikan jumlahnya 317 ribu anak yang akan diimunisai.

“Data proyeksinya dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan, untuk data riilnya kami masih proses mendorong 36 puskesmas mengumpulkan datanya hingga akhir Januari,” tuturnya. 

Selain itu, Dinkes Bojonegoro juga masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Provinsi Jawa Timur guna membekali puskesmas dan para petugas imunisasi.

Agar adanya kesepahaman melaksanakan ORI difteri tersebut. “Nantinya juga akan menyesuaikan dengan anggaran yang dialokasikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Egga Ditahan di Lapas, Berkas Dilimpah ke Pengadilan Negeri Bojonegoro

Jumlah ORI difteri juga lebih besar dibanding imunisasi measles rubella (MR) tahun lalu. Karena memang rentang usianya berbeda, imunisasi MR hanya 0-15. “Tahun lalu imunisasi MR hanya 273 ribu anak,” katanya.

Adapun ORI difteri akan diberikan tiga tahap pada Februari, Juli, dan November. Dia pun ingin memberikan pemahaman dengan seluruh target ORI difteri agar tidak takut diimunisasi.

“Imunisasi ini menggunakan suntik, biasanya ada siswa yang takut, jadi petugas harus ekstra tenaganya, karena kalau sudah SMA cukup sulit untuk dikendalikan,” katanya.

Lanjut dia, peran guru juga sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman akan pentingnya ORI difteri.Totok pun sudah berkomunikasi dengan bagian hukum atas turunnya SK bupati terkait kejadian luar biasa (KLB).

Baca Juga :  Ingatkan Jemaah Haji asal Bojonegoro Tak Perlu Bawa Bahan Makanan

Setidaknya akhir Januari ini sudah bisa turun SK-nya. “Sudah saya cek di bagian hukum, masih proses disposisi bupati,” katanya.

Selanjutnya, tinggal menunggu logistik dari pusat terkait vaksin penangkal virus difteri.

Artikel Terkait

Most Read

Biar Tetap Lincah, Joget Aerobik

Pohon, Rumah, hingga Sekolah Tersapu Angin

Rehab TPI Lama Tunggu Pusat

Artikel Terbaru


/