alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Dokter-Perawat Reaktif, IGD RSUD Tutup Sehari

Virus korona kian merambah kalangan medis yang menangani pasien. Imbasnya, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo tutup kemarin (24/12).

Radar Bojonegoro – Virus korona kian merambah kalangan medis yang menangani pasien. Imbasnya, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo tutup kemarin (24/12).

Penutupan akibat hasil rapid test antigen sejumlah tenaga kesehatan seperti dokter jaga dan perawat dinyatakan reaktif. Penutupan IGD sehari kemarin dimanfaatkan untuk sterilasasi seluruh ruangan. Hari ini (25/12) IGD sudah buka kembali.

“Iya benar IGD ditutup hari ini saja untuk disterilisasi, besok (hari ini, Red) jam 07.00 sudah buka lagi,” ujar Humas RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Thomas Djaja kemarin.

Baca Juga :  Liburan Nataru Tak Dongkrak Penumpang KA

Thomas menambahkan, 40 kamar isolasi khusus Covid-19 di RSUD telah penuh. Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak lengah. Protokol kesehatan Covid-19 wajib diterapkan. Upayakan tidak datang ke fasilitas kesehatan (faskes) apabila kondisi sakit tidak parah.

“Saya imbau jangan ke datang dulu ke dokter, puskesmas, atau rumah sakit apabila kondisi sakit ringan. Upayakan diobati dulu secara mandiri. Karena memang kondisinya masih belum aman,” tegasnya.

Terpisah, Direktur RS Aisyiyah Bojonegoro Totok Sudjarwanto mengatakan, memang kerap terjadi penumpukan pasien di ruang IGD. Sehingga pihaknya mendirikan tenda guna menampung pasien di teras IGD.

“Adanya penumpukan karena kami memang melakukan skrining dulu tiap pasien. Kami kerja sama dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Bojonegoro untuk pinjam tenda,” tuturnya.

Baca Juga :  Pajak PBB P2 Belum Penuhi Target

Skrining tersebut guna memetakan pasien Covid-19 dan non-Covid-19. Juga memetakan pasien darurat dan nondarurat. Totok juga mengungkapkan, bahwa 19 kamar isolasi Covid-19 di RS Aisyiyah juga penuh.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanggulangan dan Percepatan Penanganan Covid-19 Bojonegoro Masirin menambahkan, bahwa selain penutupan sehari IGD RSUD, ada dua puskesmas juga tutup. Yakni, Puskesmas Kalitidu dan Puskesmas Wisma Indah.

Penutupan pelayanan tersebut karena masing-masing puskesmas tersebut ada tiga tenaga kesehatan terkonfirmasi positif Covid-19. “Puskesmas Kalitidu tutup mulai 24 hingga 30 Desember. Sedangkan Puskesmas Wisma Indah tutup mulai 24 hingga 29 Desember,” jelasnya.

Virus korona kian merambah kalangan medis yang menangani pasien. Imbasnya, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo tutup kemarin (24/12).

Radar Bojonegoro – Virus korona kian merambah kalangan medis yang menangani pasien. Imbasnya, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo tutup kemarin (24/12).

Penutupan akibat hasil rapid test antigen sejumlah tenaga kesehatan seperti dokter jaga dan perawat dinyatakan reaktif. Penutupan IGD sehari kemarin dimanfaatkan untuk sterilasasi seluruh ruangan. Hari ini (25/12) IGD sudah buka kembali.

“Iya benar IGD ditutup hari ini saja untuk disterilisasi, besok (hari ini, Red) jam 07.00 sudah buka lagi,” ujar Humas RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Thomas Djaja kemarin.

Baca Juga :  Pajak PBB P2 Belum Penuhi Target

Thomas menambahkan, 40 kamar isolasi khusus Covid-19 di RSUD telah penuh. Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak lengah. Protokol kesehatan Covid-19 wajib diterapkan. Upayakan tidak datang ke fasilitas kesehatan (faskes) apabila kondisi sakit tidak parah.

“Saya imbau jangan ke datang dulu ke dokter, puskesmas, atau rumah sakit apabila kondisi sakit ringan. Upayakan diobati dulu secara mandiri. Karena memang kondisinya masih belum aman,” tegasnya.

Terpisah, Direktur RS Aisyiyah Bojonegoro Totok Sudjarwanto mengatakan, memang kerap terjadi penumpukan pasien di ruang IGD. Sehingga pihaknya mendirikan tenda guna menampung pasien di teras IGD.

“Adanya penumpukan karena kami memang melakukan skrining dulu tiap pasien. Kami kerja sama dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Bojonegoro untuk pinjam tenda,” tuturnya.

Baca Juga :  Usai Ditambah 2 Hektare, Lahan TPA Banjarsari Masih Kurang

Skrining tersebut guna memetakan pasien Covid-19 dan non-Covid-19. Juga memetakan pasien darurat dan nondarurat. Totok juga mengungkapkan, bahwa 19 kamar isolasi Covid-19 di RS Aisyiyah juga penuh.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanggulangan dan Percepatan Penanganan Covid-19 Bojonegoro Masirin menambahkan, bahwa selain penutupan sehari IGD RSUD, ada dua puskesmas juga tutup. Yakni, Puskesmas Kalitidu dan Puskesmas Wisma Indah.

Penutupan pelayanan tersebut karena masing-masing puskesmas tersebut ada tiga tenaga kesehatan terkonfirmasi positif Covid-19. “Puskesmas Kalitidu tutup mulai 24 hingga 30 Desember. Sedangkan Puskesmas Wisma Indah tutup mulai 24 hingga 29 Desember,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/