alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Mendadak, Terima DBH Migas Rp 303 Miliar 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Secara tidak terduga, menjelang akhir tahun, Pemkab Bojonegoro mendadak dapat transfer dana bagi hasil (DBH) migas triwulan IV. DBH migas tersebut dicairkan bertahap. Minggu lalu, pemkab setempat menerima transfer DBH migas Rp 303 miliar. 

Dalam waktu dekat, pemkab juga akan mendapatkan transfer DBH  migas lanjutan. Sebab, DBH migas triwulan IV totalnya Rp 586 miliar. Sehingga, masih tersisa Rp 283 miliar. ’’Diperkirakan minggu ini juga akan ada transfer lagi. Tapi, itu belum pasti,’’ kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Ibnu Soeyuthi kemarin (24/12).

Transfer DBH di akhir tahun itu dipastikan akan menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa). Sebab, DBH itu masuk rekening kas daerah (kasda) setelah semua pembahasan APBD Induk 2020 selesai. 

Tahun ini target penerimaan DBH migas Rp 2,1 triliun. Namun, hingga pembahasan Perubahan APBD 2019 dan APBD 2020, transfer DBH masih belum lengkap. Diperkirakan, lanjut Ibnu, minggu ini masih akan ada transfer DBH lagi. Namun, besarannya tidak banyak. Hanya Rp 99 miliar. ’’Itu informasi yang saya terima. Tapi masih belum pasti,’’ ujar pria yang sebelumnya menjabat kepala badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD).

Baca Juga :  Wow, Gedung DPRD Diusulkan Dibangun dengan Anggaran Rp 70 Miliar

Hingga saat ini, kekurangan transfer DBH migas adalah Rp 283 miliar. Jika ada transfer lagi sebesar Rp 99 miliar, masih sisa Rp 184 miliar. ’’Kemungkinan itu akan ditransfer awal tahun depan,’’ ungkap pria kelahiran Madura itu.

Ibnu menjelaskan, sisa DBH 2019 ini akan ditransfer pada awal 2020. Yakni, sekitar Januari atau Februari. Tidak bersamaan dengan transfer DBH tahun depan. ’’Hitungannya lagi. Jadi, transfernya berbeda,’’ jelasnya.

Transfer DBH migas di akhir tahun ini adalah yang tidak terduga. Sebab, sebelumnya DBH triwulan IV itu diperkirakan ditransfer tahun depan. ’’Saya juga tidak menduga sebelumnya. Tapi tidak semua ditransfer tahun ini,’’ jelasnya.

Anggota Komisi B DPRD Lasuri menjelaskan, transfer DBH migas memang tidak pasti. Sehingga, target DBH migas tidak bisa dipasang 100 persen. ’’Tahun ini DBH migas hanya dipasang di APBD sebesar 70 persen,’’ jelas politikus PAN itu.

Baca Juga :  DBH Migas Tetap Tinggi, Disalurkan P-APBD

Pria asli Baureno itu melanjutkan, DBH migas yang masuk di akhir tahun ini dipastikan menjadi silpa. Sehingga, tidak bisa digunakan tahun depan. Namun, baru bisa digunakan pada APBD Perubahan 2020 nanti. 

Menurut Lasuri, silpa tahun ini jumlahnya akan menggunung. Lebih Rp 3 triliun. Sebab, silpa yang sudah dipasang sudah Rp 2,3 triliun. ’’Saya yakin jumlahnya mencapai Rp 3 triliun lebih,’’ jelasnya. (zim/rij) 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Secara tidak terduga, menjelang akhir tahun, Pemkab Bojonegoro mendadak dapat transfer dana bagi hasil (DBH) migas triwulan IV. DBH migas tersebut dicairkan bertahap. Minggu lalu, pemkab setempat menerima transfer DBH migas Rp 303 miliar. 

Dalam waktu dekat, pemkab juga akan mendapatkan transfer DBH  migas lanjutan. Sebab, DBH migas triwulan IV totalnya Rp 586 miliar. Sehingga, masih tersisa Rp 283 miliar. ’’Diperkirakan minggu ini juga akan ada transfer lagi. Tapi, itu belum pasti,’’ kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Ibnu Soeyuthi kemarin (24/12).

Transfer DBH di akhir tahun itu dipastikan akan menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa). Sebab, DBH itu masuk rekening kas daerah (kasda) setelah semua pembahasan APBD Induk 2020 selesai. 

Tahun ini target penerimaan DBH migas Rp 2,1 triliun. Namun, hingga pembahasan Perubahan APBD 2019 dan APBD 2020, transfer DBH masih belum lengkap. Diperkirakan, lanjut Ibnu, minggu ini masih akan ada transfer DBH lagi. Namun, besarannya tidak banyak. Hanya Rp 99 miliar. ’’Itu informasi yang saya terima. Tapi masih belum pasti,’’ ujar pria yang sebelumnya menjabat kepala badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD).

Baca Juga :  Rangkai Bulan Depan

Hingga saat ini, kekurangan transfer DBH migas adalah Rp 283 miliar. Jika ada transfer lagi sebesar Rp 99 miliar, masih sisa Rp 184 miliar. ’’Kemungkinan itu akan ditransfer awal tahun depan,’’ ungkap pria kelahiran Madura itu.

Ibnu menjelaskan, sisa DBH 2019 ini akan ditransfer pada awal 2020. Yakni, sekitar Januari atau Februari. Tidak bersamaan dengan transfer DBH tahun depan. ’’Hitungannya lagi. Jadi, transfernya berbeda,’’ jelasnya.

Transfer DBH migas di akhir tahun ini adalah yang tidak terduga. Sebab, sebelumnya DBH triwulan IV itu diperkirakan ditransfer tahun depan. ’’Saya juga tidak menduga sebelumnya. Tapi tidak semua ditransfer tahun ini,’’ jelasnya.

Anggota Komisi B DPRD Lasuri menjelaskan, transfer DBH migas memang tidak pasti. Sehingga, target DBH migas tidak bisa dipasang 100 persen. ’’Tahun ini DBH migas hanya dipasang di APBD sebesar 70 persen,’’ jelas politikus PAN itu.

Baca Juga :  Wow, Gedung DPRD Diusulkan Dibangun dengan Anggaran Rp 70 Miliar

Pria asli Baureno itu melanjutkan, DBH migas yang masuk di akhir tahun ini dipastikan menjadi silpa. Sehingga, tidak bisa digunakan tahun depan. Namun, baru bisa digunakan pada APBD Perubahan 2020 nanti. 

Menurut Lasuri, silpa tahun ini jumlahnya akan menggunung. Lebih Rp 3 triliun. Sebab, silpa yang sudah dipasang sudah Rp 2,3 triliun. ’’Saya yakin jumlahnya mencapai Rp 3 triliun lebih,’’ jelasnya. (zim/rij) 

Artikel Terkait

Most Read

Desa Ngraho Deklarasi Bebas Sampah

Harus Beri Efek Jera Pedagang Miras

Melenceng, Konsep CFD di Tuban

Artikel Terbaru


/