alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Anggaran Dinas Pendidikan Tahun Depan Tembus Rp 1,1 Triliun

Radar Bojonegoro – Pagu anggaran dinas pendidikan (disdik) jadi sorotan dalam rapat Badan Anggaran DPRD Bojonegoro kemarin (24/11) Sebab, alokasi anggaran tahun depan tembus Rp 1,1 triliun. Dari jumlah itu paling tinggi alokasi gaji pegawai.

Kalangan legislatif menyoroti besaran anggaran itu, karena serapan disdik tahun ini rendah. Beberapa program tidak terealisasi, seperti infrastruktur pendidikan dan program bosda.

Anggota Badan Anggaran DPRD Lasuri mengatakan, besaran gaji pegawai di disdik itu terlalu besar. Bahkan, lebih besar dibanding tahun lalu. ‘’Tahun ini saja hanya sebesar Rp 758 miliar. Tahun depan kok tinggi sekali,’’ katanya kemarin.

Lasuri mengungkapkan, anggaran disdik melebihi Rp 1 triliun itu dikhawatirkan tak bisa menyerap maksimal. Mengingat serapan disdik tahun ini rendah. Ketua Komisi C DPRD Bojo negoro Mochlasin Afan mengatakan, tingginya anggaran disdik adalah mandat dari undang-undang. Yakni, 20 persen anggaran pendidikan. ‘’Sehingga, alokasi anggaran disdik tahun depan sangat besar,’’ jelasnya. 

Baca Juga :  Terjaring Razia Masker, Siap Siap KTP Disita dan Denda 500 Ribu

Namun, 20 persen anggaran pendidikan itu jangan diartikan anggaran dikelola disdik saja. Namun, anggaran mendukung sektor pendidikan meskipun dikelola OPD lain. Namun, anggaran pendidikan itu masih terpusat di disdik. ‘’Kami ingin disdik ini benar-benar memetakan program pembangunan sekolahnya. Sebab, hingga kini belum ada data riil tentang sekolah-sekolah yang rusak itu,’’ tandasnya.

Karena itu, Afan meminta disdik mendata sekolah rusak itu. Kemudian, memaparkan data-data itu ke DPRD. Sehingga, bisa diketahui anggaran yang dibutuhkan memang besar. ‘’Sebab, anggaran rehabilitasi yang dipasang tahun depan sekitar Rp 280 miliar,’’ jelasnya.

Kepala Disdik Bojonegoro Dandi Suprayitno menjelaskan, pagu anggaran itu paling besar pengeluaran gaji pegawai mencapai Rp 843 miliar. Sebab, jumlah ASN di disdik cukup banyak. Selain itu, juga ada tunjangan honorer jumlahnya ribuan. ‘’Anggaran itu paling banyak adalah untuk gaji pegawai,’’ ujar mantan kepala dispora itu.

Baca Juga :  Kesadaran Pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) Masih Rendah

Selain gaji, sisanya adalah untuk pembangunan infrastruktur Rp 280 miliar, bosda Rp 27 miliar, dan DAK madrasah aliyah Rp 9,7 miliar. Selain itu juga untuk program lain. Seperti beasiswa scientist Rp 22,5 miliar. Pembangunan insfratruktur sekolah alokasinya masih cukup besar. Sebab, jumlah gedung sekolah, mulai TK, SD, dan SMP rusak masih banyak rusak.

‘’Sehingga, diperlukan perbaikan secepatnya,’’ jelasnya. Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah memastikan kekuatan APBD tahun depan Rp 6,2 triliun, sesuai amanat undang-undang anggaran pendidikan minimal 20 persen. Sehingga pagu anggaran di disdik tahun depan sekitar Rp 1,1 triliun itu, mengacu dari kekuatan APBD. ‘’Sesuai undang-undang, untuk pendidikan 20 persen, karena APBD kita tinggi,’’ katanya via ponsel.

Radar Bojonegoro – Pagu anggaran dinas pendidikan (disdik) jadi sorotan dalam rapat Badan Anggaran DPRD Bojonegoro kemarin (24/11) Sebab, alokasi anggaran tahun depan tembus Rp 1,1 triliun. Dari jumlah itu paling tinggi alokasi gaji pegawai.

Kalangan legislatif menyoroti besaran anggaran itu, karena serapan disdik tahun ini rendah. Beberapa program tidak terealisasi, seperti infrastruktur pendidikan dan program bosda.

Anggota Badan Anggaran DPRD Lasuri mengatakan, besaran gaji pegawai di disdik itu terlalu besar. Bahkan, lebih besar dibanding tahun lalu. ‘’Tahun ini saja hanya sebesar Rp 758 miliar. Tahun depan kok tinggi sekali,’’ katanya kemarin.

Lasuri mengungkapkan, anggaran disdik melebihi Rp 1 triliun itu dikhawatirkan tak bisa menyerap maksimal. Mengingat serapan disdik tahun ini rendah. Ketua Komisi C DPRD Bojo negoro Mochlasin Afan mengatakan, tingginya anggaran disdik adalah mandat dari undang-undang. Yakni, 20 persen anggaran pendidikan. ‘’Sehingga, alokasi anggaran disdik tahun depan sangat besar,’’ jelasnya. 

Baca Juga :  Terjaring Razia Masker, Siap Siap KTP Disita dan Denda 500 Ribu

Namun, 20 persen anggaran pendidikan itu jangan diartikan anggaran dikelola disdik saja. Namun, anggaran mendukung sektor pendidikan meskipun dikelola OPD lain. Namun, anggaran pendidikan itu masih terpusat di disdik. ‘’Kami ingin disdik ini benar-benar memetakan program pembangunan sekolahnya. Sebab, hingga kini belum ada data riil tentang sekolah-sekolah yang rusak itu,’’ tandasnya.

Karena itu, Afan meminta disdik mendata sekolah rusak itu. Kemudian, memaparkan data-data itu ke DPRD. Sehingga, bisa diketahui anggaran yang dibutuhkan memang besar. ‘’Sebab, anggaran rehabilitasi yang dipasang tahun depan sekitar Rp 280 miliar,’’ jelasnya.

Kepala Disdik Bojonegoro Dandi Suprayitno menjelaskan, pagu anggaran itu paling besar pengeluaran gaji pegawai mencapai Rp 843 miliar. Sebab, jumlah ASN di disdik cukup banyak. Selain itu, juga ada tunjangan honorer jumlahnya ribuan. ‘’Anggaran itu paling banyak adalah untuk gaji pegawai,’’ ujar mantan kepala dispora itu.

Baca Juga :  Profesional, Kolaborasi & Pemasaran Digital Bantu Angkat Produk Lokal

Selain gaji, sisanya adalah untuk pembangunan infrastruktur Rp 280 miliar, bosda Rp 27 miliar, dan DAK madrasah aliyah Rp 9,7 miliar. Selain itu juga untuk program lain. Seperti beasiswa scientist Rp 22,5 miliar. Pembangunan insfratruktur sekolah alokasinya masih cukup besar. Sebab, jumlah gedung sekolah, mulai TK, SD, dan SMP rusak masih banyak rusak.

‘’Sehingga, diperlukan perbaikan secepatnya,’’ jelasnya. Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah memastikan kekuatan APBD tahun depan Rp 6,2 triliun, sesuai amanat undang-undang anggaran pendidikan minimal 20 persen. Sehingga pagu anggaran di disdik tahun depan sekitar Rp 1,1 triliun itu, mengacu dari kekuatan APBD. ‘’Sesuai undang-undang, untuk pendidikan 20 persen, karena APBD kita tinggi,’’ katanya via ponsel.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/