alexametrics
28.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Ublik Hanguskan Satu Rumah

KEREK – Gara-gara keteledoran sang pemilik, sebuah rumah di Desa Padasan, Kecamatan Kerek kemarin (24/11) sekitar pukul 04.00 ludes dilalap di jago merah. Pemicunya, diduga karena ublik yang dinyalakan Suwarti, pemilik rumah. Lampu minyak tersebut dinyalakan untuk menggantikan lampu yang padam karena listrik mati sejak tengah malam.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, kejadian itu bermula saat listrik di desa setempat padam.

Seperti biasa, Suwarti mengambil ublik berbahan bakar minyak tanah sebagai pengganti cahaya.

Sekitar pukul 03.00, Warti pergi ke pasar bersama suami. Diduga, petaka bermula dari ublik yang belum dimatikan tersebut. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiyono menjelaskan, api diduga bermula dari percikan lampu minyak yang diletakkan dekat kardus bekas.

Baca Juga :  Empat Kuliner Lamongan Diajukan Hak Paten

Berikutnya kardus yang terbakar itu menyambar botol bensin dagangan Warti yang ditempatkan di dalam ruang tamu. 

Warga sekitar yang mengetahui asap dari rumah Warti mencoba memadamkan dengan perantai seadanya.

Sebagian warga lain melapor ke Polsek Kerek. Sekitar setengah jam berikutnya, dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Pemkab Tuban dan 1 unit damkar SG tiba. ‘’Api baru bisa dijinakkan satu jam kemudian,’’ ujar Joko. 

Setelah api berhasil dipadamkan, tempat hunian korban menyisakan tembok batanya saja. Puing bangunan berbahan kayu, ludes terbakar. Kerugian ditaksir sekitar Rp 100 juta.

KEREK – Gara-gara keteledoran sang pemilik, sebuah rumah di Desa Padasan, Kecamatan Kerek kemarin (24/11) sekitar pukul 04.00 ludes dilalap di jago merah. Pemicunya, diduga karena ublik yang dinyalakan Suwarti, pemilik rumah. Lampu minyak tersebut dinyalakan untuk menggantikan lampu yang padam karena listrik mati sejak tengah malam.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, kejadian itu bermula saat listrik di desa setempat padam.

Seperti biasa, Suwarti mengambil ublik berbahan bakar minyak tanah sebagai pengganti cahaya.

Sekitar pukul 03.00, Warti pergi ke pasar bersama suami. Diduga, petaka bermula dari ublik yang belum dimatikan tersebut. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiyono menjelaskan, api diduga bermula dari percikan lampu minyak yang diletakkan dekat kardus bekas.

Baca Juga :  Musim Kemarau Diprediksi Lebih Panjang

Berikutnya kardus yang terbakar itu menyambar botol bensin dagangan Warti yang ditempatkan di dalam ruang tamu. 

Warga sekitar yang mengetahui asap dari rumah Warti mencoba memadamkan dengan perantai seadanya.

Sebagian warga lain melapor ke Polsek Kerek. Sekitar setengah jam berikutnya, dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Pemkab Tuban dan 1 unit damkar SG tiba. ‘’Api baru bisa dijinakkan satu jam kemudian,’’ ujar Joko. 

Setelah api berhasil dipadamkan, tempat hunian korban menyisakan tembok batanya saja. Puing bangunan berbahan kayu, ludes terbakar. Kerugian ditaksir sekitar Rp 100 juta.

Artikel Terkait

Most Read

Diduga Ceroboh, Pelajar Dilindas Bus

Diproyeksi Imunisasi 317 Ribu Anak

Menakutkan, PLN Abaikan Tiang Doyong

Artikel Terbaru


/