alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Pertamina Bakal Berikan SP PT BBS Karena Belum Bisa Penuhi Target

KEDEWAN – PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) harus bekerja keras dan membenahi kinerjanya. Sebab, perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sumur minyak tua ini terancam menerima surat peringatan (SP) dari PT Pertamina. Gara-gara badan usaha milik daerah (BUMD) Pemkab Bojonegoro itu belum bisa memenuhi target yang diberikan.

”Konsekuensi sesuai perjanjian yang ada, yaitu kita beri surat peringatan untuk memperbaiki kinerja,’’ ujar Field Manajer PT Pertamina Eskplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Heru Irianto JUMAT (24/11).

Dia mengatakan, target sebesar 500 berel per hari yang diberikan memang belum tercapai. Sampai sekarang, PT BBS hanya mampu memroduksi rata-rata 15 barel  per bulan. ”Mereka harus evaluasi apa yang menjadi hambatannya,’’ tambahnya.

Pertamina, kata dia, juga mengevaluasi capaian PT BBS dalam mengelola sumur minyak. Menurutnya, surat peringatan tersebut akan diberikan sebagai upaya untuk mendorong BUMD tersebut untuk lebih maksimal lagi berusaha. ”Surat peringatan belum kami kirim. Namun, pasti akan kita berikan,’’ katanya.

Baca Juga :  Juga Menggunakan Treatment Mechanical Chentrifugal

Terpisah, Direktur PT BBS Tonny Ade Irawan membenarkan, perusahaan yang dia pimpin belum bisa memenuhi target Pertamina. Dia menyebut, banyak hal yang harus dipersiapkan saat diserahi mengelola lapangan minyak di Kecamatan Kedewan. ”Ada banyak persoalan yang harus diselesaikan. Bukan hanya teknis, namun persoalan sosial juga berusaha kita selesaikan,’’ jelasnya.

Meski demikian, PT BBS akan berusaha untuk memproduksi minyak di sumur yang sudah dikelola sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat. Tonny menyebut, sebagai perusahaan profesional, semua kegiatan dilakukan sesuai prosedur.

Misalnya soal manajemen pengelolaannya, sarana dan prasarana yang digunakan dan lain sebagainya. ”Misalnya sarana yang kita pakai harus standar. Untuk mengurus agar sarana ini standar juga butuh waktu. Contohnya standar untuk tangki pengangkut minyak,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  DBH Diprediksi di Atas Rp 400 M

Tangki yang bakal dipakai untuk alat angkut diajukan ke Pertamina untuk dilihat apakah sudah standar atau belum. Pemeriksaan ini juga butuh waktu berhari-hari. Selain itu, ada masalah-masalah lain yang harus ditata, agar produksi minyak nanti berjalan sesuai ketentuan. ”Kita produksi sambil memenuhi ketentuan yang ditetapkan. Kita tidak mau hanya memroduksi saja tanpa memenuhi ketentuan,’’ tandasnya.

Sekadar diketahui, mulai tahun ini Pemkab Bojonegoro melalui PT BBS mengambilalih pengelolaan 700-an sumur minyak tua di Kecamatan Kedewan. Sebelumnya, sumur tua tersebut dikelola oleh KUD. Sumur tua tersebut tersebar di tiga lapangan, yakni lapangan Ngrayom di Desa Beji, lapangan Dandangilo di Desa Hargomulyo dan lapangan Wonocolo, di Desa Wonocolo. Semuanya di Kecamatan Kedewan

KEDEWAN – PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) harus bekerja keras dan membenahi kinerjanya. Sebab, perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sumur minyak tua ini terancam menerima surat peringatan (SP) dari PT Pertamina. Gara-gara badan usaha milik daerah (BUMD) Pemkab Bojonegoro itu belum bisa memenuhi target yang diberikan.

”Konsekuensi sesuai perjanjian yang ada, yaitu kita beri surat peringatan untuk memperbaiki kinerja,’’ ujar Field Manajer PT Pertamina Eskplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Heru Irianto JUMAT (24/11).

Dia mengatakan, target sebesar 500 berel per hari yang diberikan memang belum tercapai. Sampai sekarang, PT BBS hanya mampu memroduksi rata-rata 15 barel  per bulan. ”Mereka harus evaluasi apa yang menjadi hambatannya,’’ tambahnya.

Pertamina, kata dia, juga mengevaluasi capaian PT BBS dalam mengelola sumur minyak. Menurutnya, surat peringatan tersebut akan diberikan sebagai upaya untuk mendorong BUMD tersebut untuk lebih maksimal lagi berusaha. ”Surat peringatan belum kami kirim. Namun, pasti akan kita berikan,’’ katanya.

Baca Juga :  Kejuaraan Voli Direspons Positif

Terpisah, Direktur PT BBS Tonny Ade Irawan membenarkan, perusahaan yang dia pimpin belum bisa memenuhi target Pertamina. Dia menyebut, banyak hal yang harus dipersiapkan saat diserahi mengelola lapangan minyak di Kecamatan Kedewan. ”Ada banyak persoalan yang harus diselesaikan. Bukan hanya teknis, namun persoalan sosial juga berusaha kita selesaikan,’’ jelasnya.

Meski demikian, PT BBS akan berusaha untuk memproduksi minyak di sumur yang sudah dikelola sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat. Tonny menyebut, sebagai perusahaan profesional, semua kegiatan dilakukan sesuai prosedur.

Misalnya soal manajemen pengelolaannya, sarana dan prasarana yang digunakan dan lain sebagainya. ”Misalnya sarana yang kita pakai harus standar. Untuk mengurus agar sarana ini standar juga butuh waktu. Contohnya standar untuk tangki pengangkut minyak,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Sulit Tidur, ZA Kecanduan Obat Berefek Kantuk

Tangki yang bakal dipakai untuk alat angkut diajukan ke Pertamina untuk dilihat apakah sudah standar atau belum. Pemeriksaan ini juga butuh waktu berhari-hari. Selain itu, ada masalah-masalah lain yang harus ditata, agar produksi minyak nanti berjalan sesuai ketentuan. ”Kita produksi sambil memenuhi ketentuan yang ditetapkan. Kita tidak mau hanya memroduksi saja tanpa memenuhi ketentuan,’’ tandasnya.

Sekadar diketahui, mulai tahun ini Pemkab Bojonegoro melalui PT BBS mengambilalih pengelolaan 700-an sumur minyak tua di Kecamatan Kedewan. Sebelumnya, sumur tua tersebut dikelola oleh KUD. Sumur tua tersebut tersebar di tiga lapangan, yakni lapangan Ngrayom di Desa Beji, lapangan Dandangilo di Desa Hargomulyo dan lapangan Wonocolo, di Desa Wonocolo. Semuanya di Kecamatan Kedewan

Artikel Terkait

Most Read

KPU Tetapkan DPS Pilkada Tuban 946.351 Jiwa

Hasil ANBK Diperkirakan Keluar Maret

Evaluasi Penjaga Gawang

Artikel Terbaru


/