alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Permintaan Kain Didominasi Para Ibu

BOJONEGORO – Membeli bahan mentah berupa aneka jenis kain merupakan kegemaran para kaum hawa untuk mengeksplorasi model baju atau dress. Sehingga, pengusaha bahan kain mentah pun menjadi sasaran yang tepat. 

Apalagi, kebutuhan fashion masa kini semakin cepat berganti tren dan modelnya. Rata-rata konsumen kalangan ibu-ibu tertarik model baju syari.

Salah satu pengusaha toko kain di Jalan Basuki Rahmat Bojonegoro, Siti Fatimah mengungkapkan bahwa konsumen bahan kain mentah sudah pasti didominasi kaum perempuan.

Rata-rata konsumen di toko tersebut ingin membuat baju muslim atau kerap disebut baju syari. Baju tersebut biasanya cocok digunakan saat menghadiri acara formal ataupun pengajian.

Dia pun menyebutkan, setidaknya dalam sebulan mampu terjual kurang lebih satu kuintal kain. ’’Konsumen masa kini biasanya beli bahan kain mentah untuk dibuat jadi baju syari,” ujarnya.

Baca Juga :  BPJamsostek Bojonegoro Salurkan Santunan dan BSU

Jenis kain di toko tersebut sangat variatif, ada kain korea, livina, jersey, maradona, dan sebagainya. Harganya pun rata-rata Rp 100 ribu per kilogram (kg).

Dia pun melayani jasa menjahitkan baju-baju dari bahan kain mentah tersebut. Sehingga, sistemnya one stop service di toko tersebut.

’’Di sini juga ada jasa menjahitnya, biasanya ada konsumen dari jamaah tahlil yang langsung pesan satu roll kain lalu dibuat jadi baju,” jelasnya.

Terpisah, salah satu pengusaha toko bahan kain mentah di Jalan Veteran Bojonegoro, Rufaidah, mengungkapkan, bahwa kain mentah memang selalu dicari oleh kaum hawa untuk dibuat menjadi dress yang sesuai dengan keinginannya.

Para konsumen tinggal mencari warna dan motif yang cocok lalu menyodorkan desain dress-nya untuk dijahit sekalian.

’’Di tempat saya, pilihan kain cukup beragam dan up to date, saya pun buka jasa jahit juga, jadi konsumen saya tidak perlu ribet kalau mau langsung bikin dress, jasa jahitnya mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 80 ribu,” tuturnya.

Baca Juga :  Toko Rajin Gelontor Ragam TasĀ 

Sementara itu, jenis kain yang sering dicari oleh konsumen di antaranya kain linen, baloteli, dan crepe. Sebab, jenis kain tersebut lembut dan nyaman dipakai.

Harga kain di toko tersebut per kilogramnya sekitar Rp 110 ribu, kalau per meternya sekitar Rp 20 ribu.

Sehingga, tak heran, Rufaidah mampu meraup omzet Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per harinya.

Selain itu, dia menyebutkan bahwa konsumen di tokonya paling banyak dari kalangan karyawan PNS maupun swasta.

’’Konsumen memang awalnya dari jaringan teman, lalu getok tular hingga sampai kalangan para karyawan,” jelasnya.

BOJONEGORO – Membeli bahan mentah berupa aneka jenis kain merupakan kegemaran para kaum hawa untuk mengeksplorasi model baju atau dress. Sehingga, pengusaha bahan kain mentah pun menjadi sasaran yang tepat. 

Apalagi, kebutuhan fashion masa kini semakin cepat berganti tren dan modelnya. Rata-rata konsumen kalangan ibu-ibu tertarik model baju syari.

Salah satu pengusaha toko kain di Jalan Basuki Rahmat Bojonegoro, Siti Fatimah mengungkapkan bahwa konsumen bahan kain mentah sudah pasti didominasi kaum perempuan.

Rata-rata konsumen di toko tersebut ingin membuat baju muslim atau kerap disebut baju syari. Baju tersebut biasanya cocok digunakan saat menghadiri acara formal ataupun pengajian.

Dia pun menyebutkan, setidaknya dalam sebulan mampu terjual kurang lebih satu kuintal kain. ’’Konsumen masa kini biasanya beli bahan kain mentah untuk dibuat jadi baju syari,” ujarnya.

Baca Juga :  Berani Mengatasi Ragu

Jenis kain di toko tersebut sangat variatif, ada kain korea, livina, jersey, maradona, dan sebagainya. Harganya pun rata-rata Rp 100 ribu per kilogram (kg).

Dia pun melayani jasa menjahitkan baju-baju dari bahan kain mentah tersebut. Sehingga, sistemnya one stop service di toko tersebut.

’’Di sini juga ada jasa menjahitnya, biasanya ada konsumen dari jamaah tahlil yang langsung pesan satu roll kain lalu dibuat jadi baju,” jelasnya.

Terpisah, salah satu pengusaha toko bahan kain mentah di Jalan Veteran Bojonegoro, Rufaidah, mengungkapkan, bahwa kain mentah memang selalu dicari oleh kaum hawa untuk dibuat menjadi dress yang sesuai dengan keinginannya.

Para konsumen tinggal mencari warna dan motif yang cocok lalu menyodorkan desain dress-nya untuk dijahit sekalian.

’’Di tempat saya, pilihan kain cukup beragam dan up to date, saya pun buka jasa jahit juga, jadi konsumen saya tidak perlu ribet kalau mau langsung bikin dress, jasa jahitnya mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 80 ribu,” tuturnya.

Baca Juga :  Hobi Grafiti, Belajar dari Pengalaman dan Teman

Sementara itu, jenis kain yang sering dicari oleh konsumen di antaranya kain linen, baloteli, dan crepe. Sebab, jenis kain tersebut lembut dan nyaman dipakai.

Harga kain di toko tersebut per kilogramnya sekitar Rp 110 ribu, kalau per meternya sekitar Rp 20 ribu.

Sehingga, tak heran, Rufaidah mampu meraup omzet Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per harinya.

Selain itu, dia menyebutkan bahwa konsumen di tokonya paling banyak dari kalangan karyawan PNS maupun swasta.

’’Konsumen memang awalnya dari jaringan teman, lalu getok tular hingga sampai kalangan para karyawan,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/