alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Peraih The Best Silver UBS Zetizen Avenue 2K17 

UBS Zetizen Convention adalah kompetisi anak muda tahunan yang diadakan Jawa Pos. Tim zetizen SMAN Babat berhasil meraih the best silver untuk kategori UBS Zetizen Avenue pada kompetisi 10-19 November lalu 

——————————-

B. FEBRIANTO, Lamongan

——————————-

Polemik fullday school, program literasi di sekolah, ujian nasional (UN) move on hingga keunggulan sekolah, merupakan informasi-informasi yang ditampilkan tim siswa SMAN 1 Babat (Smaba) dalam kompetisi UBS Zetizen Convention 2K17 yang digelar di Supermal Pakuwon Indah Surabaya. 

Informasi – informasi yang disajikan dalam bentuk artikel dan infografis itu tertata apik dalam ruang seluas 3 x 3 x 1,75 meter. Ruang itu berupa avenue, yaitu tempat yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan informasi-informasi yang disediakan dalam ruang tersebut.

‘’Kami memberi judul avenue kami dengan nama inside knowledge,’’ kata M. Wildan Sulthon Al Fikri, salah satu anggota tim Zetizen Smaba.

Judul itu bertemakan tentang gagasan mereka untuk membuat perpustakaan sekolah yang memiliki museum.

Baca Juga :  Pastikan Temuannya Selalu Baru dan Original 

Sehingga tidak hanya disuguhkan pengetahun dari buku -buku layaknya sebuah perpustakaan. Juga disajikan informasi tentang sekolahnya melalui benda-benda bersejarah yang ditempatkan di dalam perpustakaan.

‘’Tema dan judul itu kami pilih sesuai dengan tema UBS Zetizen Convention tahun ini, yakni breakthrough. Yaitu terobosan yang ingin dicapai sekolah,’’ tuturnya.

Untuk membuat avenue tersebut, Wildan dan teman – temannya memilih bahan-bahan bekas. Alasnya dari papan tripleks sisa bangunan. Kemudian dinosaurus tiga dimensi dibuat dari ranting pohon jati sisa tebangan.

Sedangkan taman di bagian depan, dibuat dari akar pohon beringin dan serbuk pohon kelapa yang diberi warna hijau. ‘’Kami berusaha membuat tampilan avenue semenarik mungkin dan senyaman mungkin bagi pengunjung,’’ ujar siswa kelahiran 28 Juli 1999 tersebut.

Meski lombanya berlangsung selama sembilan hari, persiapan yang dilakukan mencapai sebulan. Persiapan yang cukup lama tersebut karena semua ide anggota tim berusaha digali semaksimal mungkin agar diperoleh hasil yang terbaik.

Baca Juga :  Sabet Dua Penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award

‘’Selama sebulan kami keluarkan semua ide-ide agar bisa menghasilkan tampilan avenue yang terbaik,’’ ujar mantan ketua OSIS periode 2016-2017 itu.

Melakukan persiapan dan mengikuti lomba tersebut, menurut siswa penghobi main bola dan beroganisasi ini, tidak mudah. Sebab, sebagian besar dari mereka sudah kelas XII.

Mereka harus membagi waktu dengan persiapan ujian akhir, yakni ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

‘’Kendala yang kami hadapi adalah membagi konsentrasi dengan persiapan menghadapi ujian akhir. Sebab kami sebagian besar kelas XII,’’ tuturnya.

Kerja keras mereka akhirnya tidak sia-sia. Meski tidak berhasil meraih the best gold, mereka tetap sangat senang dengan medali perak yang diraih.

Sebab persaingannya sangat ketat dengan tim-tim dari SMA di seluruh Jawa Timur. ‘’Tentu saja kami sangat senang bisa meraih juara, meski juara dua atau medali perak,’’ ujar Wildan.

UBS Zetizen Convention adalah kompetisi anak muda tahunan yang diadakan Jawa Pos. Tim zetizen SMAN Babat berhasil meraih the best silver untuk kategori UBS Zetizen Avenue pada kompetisi 10-19 November lalu 

——————————-

B. FEBRIANTO, Lamongan

——————————-

Polemik fullday school, program literasi di sekolah, ujian nasional (UN) move on hingga keunggulan sekolah, merupakan informasi-informasi yang ditampilkan tim siswa SMAN 1 Babat (Smaba) dalam kompetisi UBS Zetizen Convention 2K17 yang digelar di Supermal Pakuwon Indah Surabaya. 

Informasi – informasi yang disajikan dalam bentuk artikel dan infografis itu tertata apik dalam ruang seluas 3 x 3 x 1,75 meter. Ruang itu berupa avenue, yaitu tempat yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan informasi-informasi yang disediakan dalam ruang tersebut.

‘’Kami memberi judul avenue kami dengan nama inside knowledge,’’ kata M. Wildan Sulthon Al Fikri, salah satu anggota tim Zetizen Smaba.

Judul itu bertemakan tentang gagasan mereka untuk membuat perpustakaan sekolah yang memiliki museum.

Baca Juga :  Berkat Hobi Membawa Krayon, Roro Koleksi Puluhan Trofi Lomba Mewarnai

Sehingga tidak hanya disuguhkan pengetahun dari buku -buku layaknya sebuah perpustakaan. Juga disajikan informasi tentang sekolahnya melalui benda-benda bersejarah yang ditempatkan di dalam perpustakaan.

‘’Tema dan judul itu kami pilih sesuai dengan tema UBS Zetizen Convention tahun ini, yakni breakthrough. Yaitu terobosan yang ingin dicapai sekolah,’’ tuturnya.

Untuk membuat avenue tersebut, Wildan dan teman – temannya memilih bahan-bahan bekas. Alasnya dari papan tripleks sisa bangunan. Kemudian dinosaurus tiga dimensi dibuat dari ranting pohon jati sisa tebangan.

Sedangkan taman di bagian depan, dibuat dari akar pohon beringin dan serbuk pohon kelapa yang diberi warna hijau. ‘’Kami berusaha membuat tampilan avenue semenarik mungkin dan senyaman mungkin bagi pengunjung,’’ ujar siswa kelahiran 28 Juli 1999 tersebut.

Meski lombanya berlangsung selama sembilan hari, persiapan yang dilakukan mencapai sebulan. Persiapan yang cukup lama tersebut karena semua ide anggota tim berusaha digali semaksimal mungkin agar diperoleh hasil yang terbaik.

Baca Juga :  Pastikan Temuannya Selalu Baru dan Original 

‘’Selama sebulan kami keluarkan semua ide-ide agar bisa menghasilkan tampilan avenue yang terbaik,’’ ujar mantan ketua OSIS periode 2016-2017 itu.

Melakukan persiapan dan mengikuti lomba tersebut, menurut siswa penghobi main bola dan beroganisasi ini, tidak mudah. Sebab, sebagian besar dari mereka sudah kelas XII.

Mereka harus membagi waktu dengan persiapan ujian akhir, yakni ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

‘’Kendala yang kami hadapi adalah membagi konsentrasi dengan persiapan menghadapi ujian akhir. Sebab kami sebagian besar kelas XII,’’ tuturnya.

Kerja keras mereka akhirnya tidak sia-sia. Meski tidak berhasil meraih the best gold, mereka tetap sangat senang dengan medali perak yang diraih.

Sebab persaingannya sangat ketat dengan tim-tim dari SMA di seluruh Jawa Timur. ‘’Tentu saja kami sangat senang bisa meraih juara, meski juara dua atau medali perak,’’ ujar Wildan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/