alexametrics
27 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Ditarget Rp 80 Juta, SCL – Stadion Belum Tercapai

LAMONGAN, Radar Lamongan – Stadion Surajaya Lamongan sering dijadikan kandang Persela Lamongan menjamu lawan – lawannya di Liga 1. Sport Center Lamongan (SCL) juga sering dijadikan tempat pameran maupun resepsi pernikahan.

Namun, dua lokasi milik pemkab tersebut hingga bulan ini belum mampu memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) yang hanya Rp 80 juta. Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan, Bambang Didik Sukarto, menyatakan, realisasi PAD sementara masih 85 persen.

 “Tahun depan kita naikkan setelah penunjang (sarpras) dinyatakan lengkap dan ada Perbup-nya,” ujarnya.

Dia mengatakan, sistem sewa tempat hanya berlaku bagi swasta. Yakni, pengguna di luar lintas sektoral pemerintahan. Misalnya untuk acara pameran nonpemerintah dan pernikahan. Sedangkan untuk kegiatan pemerintahan tidak dikenai biaya.

Baca Juga :  Mayoritas Pasien Covid-19 Butuhkan Oksigen

Menurut dia, kedua tempat memang sering digunakan. Namun, sebagian besar oleh lintas pemerintahan. Sehingga mereka hanya dikenai pembayaran untuk kebersihan dan listrik. “Itu kan sarpras pemerintah, kalau penggunanya mitra tidak mungkin dikenai sewa,” tuturnya.

Bambang menjelaskan, stadion yang berkapasitas besar biasanya disewa untuk acara tertentu yang mengundang massa banyak. Intensitas penggunaan tidak seperti di SCL.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Lamongan, Hery Pranoto, menuturkan, besaran PAD ditentukan masing-masing OPD. Mereka berhak mengisi sesuai kemampuannya. Data itu dilaporkan ke bapenda untuk perumusan besaran.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Stadion Surajaya Lamongan sering dijadikan kandang Persela Lamongan menjamu lawan – lawannya di Liga 1. Sport Center Lamongan (SCL) juga sering dijadikan tempat pameran maupun resepsi pernikahan.

Namun, dua lokasi milik pemkab tersebut hingga bulan ini belum mampu memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) yang hanya Rp 80 juta. Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan, Bambang Didik Sukarto, menyatakan, realisasi PAD sementara masih 85 persen.

 “Tahun depan kita naikkan setelah penunjang (sarpras) dinyatakan lengkap dan ada Perbup-nya,” ujarnya.

Dia mengatakan, sistem sewa tempat hanya berlaku bagi swasta. Yakni, pengguna di luar lintas sektoral pemerintahan. Misalnya untuk acara pameran nonpemerintah dan pernikahan. Sedangkan untuk kegiatan pemerintahan tidak dikenai biaya.

Baca Juga :  Belum Ada Parpol Memperbaiki Data Anggota

Menurut dia, kedua tempat memang sering digunakan. Namun, sebagian besar oleh lintas pemerintahan. Sehingga mereka hanya dikenai pembayaran untuk kebersihan dan listrik. “Itu kan sarpras pemerintah, kalau penggunanya mitra tidak mungkin dikenai sewa,” tuturnya.

Bambang menjelaskan, stadion yang berkapasitas besar biasanya disewa untuk acara tertentu yang mengundang massa banyak. Intensitas penggunaan tidak seperti di SCL.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Lamongan, Hery Pranoto, menuturkan, besaran PAD ditentukan masing-masing OPD. Mereka berhak mengisi sesuai kemampuannya. Data itu dilaporkan ke bapenda untuk perumusan besaran.

Artikel Terkait

Most Read

Kasus Covid-19 Lamongan Terus Bertambah

Layak Jadi Cagar Budaya

Artikel Terbaru


/