alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Jadi Incaran, Tas Selempang Dilirik Semua Usia

TUBAN – Tas selempang seakan menjadi aksesori yang wajib dimiliki perempuan ketika keluar rumah. Sehingga, penjualan tas masih tinggi tanpa melihat tren dan momentum tertentu.

Dengan banyaknya varian dan warna, pasar meluas tak hanya para wanita karir, namun juga pelajar dan mahasiswa. 

Pemilik salah satu toko aksesori di Tuban, Yeni Agustin, mengatakan, model tas terus update.

Sebab, selain kualitas, model dan warna menjadi pendongkrak pasar.

Model tas berbahan kulit masih menjadi favorit para perempuan.

’’Kalau tas biasanya dibeli untuk dipakai dan koleksi. Jadi, warna tas juga pengaruh,’’ tuturnya.

Yeni menambahkan, ukuran tas selempang dirasa cocok untuk segala usia.

Itu yang membuat konsumen jarang sepi. Berbeda dengan tas punggung yang banyak diburu waktu tahun ajaran baru.

Baca Juga :  Teganya, Guru SMK di Lamongan Cabuli Murid Sejenis

Tas selempang hampir setiap bulan ramai pembeli. Terlebih kini pasar tas diramaikan oleh para reseller pebisnis online.

’’Jadi, selain untuk dipakai, mereka biasanya jual lagi lewat online,’’ jelasnya.

Yeni mengatakan, daya beli konsumen terhadap tas selempang cukup tinggi. Baik untuk produk lokal maupun impor.

Harga bukan menjadi faktor penghalang para konsumen untuk membeli tas.

Asal model dan warna cocok, mereka akan membeli tanpa mempedulikan harga.

’’Apalagi kalau yang beli wanita pekerja, harga tidak akan dilihat,’’ tambahnya.

Penjual tas lain, Astutik, mengatakan, tas sudah menjadi kebutuhan sekunder perempuan.

Sehingga, dipastikan penjualannnya akan tetap tinggi tanpa memandang momen.

Meski demikian, penjualan tetap naik jika momentum tertentu, seperti pertengahan tahun dan menjelang lebaran.

Baca Juga :  27 Ribu Lebih Pemilih Potensial ‘’Tak Jelas’’

’’Meskipun tanpa momen, banyak yang cari karena memang ini seperti properti wajib,’’ tambahnya.

TUBAN – Tas selempang seakan menjadi aksesori yang wajib dimiliki perempuan ketika keluar rumah. Sehingga, penjualan tas masih tinggi tanpa melihat tren dan momentum tertentu.

Dengan banyaknya varian dan warna, pasar meluas tak hanya para wanita karir, namun juga pelajar dan mahasiswa. 

Pemilik salah satu toko aksesori di Tuban, Yeni Agustin, mengatakan, model tas terus update.

Sebab, selain kualitas, model dan warna menjadi pendongkrak pasar.

Model tas berbahan kulit masih menjadi favorit para perempuan.

’’Kalau tas biasanya dibeli untuk dipakai dan koleksi. Jadi, warna tas juga pengaruh,’’ tuturnya.

Yeni menambahkan, ukuran tas selempang dirasa cocok untuk segala usia.

Itu yang membuat konsumen jarang sepi. Berbeda dengan tas punggung yang banyak diburu waktu tahun ajaran baru.

Baca Juga :  27 Ribu Lebih Pemilih Potensial ‘’Tak Jelas’’

Tas selempang hampir setiap bulan ramai pembeli. Terlebih kini pasar tas diramaikan oleh para reseller pebisnis online.

’’Jadi, selain untuk dipakai, mereka biasanya jual lagi lewat online,’’ jelasnya.

Yeni mengatakan, daya beli konsumen terhadap tas selempang cukup tinggi. Baik untuk produk lokal maupun impor.

Harga bukan menjadi faktor penghalang para konsumen untuk membeli tas.

Asal model dan warna cocok, mereka akan membeli tanpa mempedulikan harga.

’’Apalagi kalau yang beli wanita pekerja, harga tidak akan dilihat,’’ tambahnya.

Penjual tas lain, Astutik, mengatakan, tas sudah menjadi kebutuhan sekunder perempuan.

Sehingga, dipastikan penjualannnya akan tetap tinggi tanpa memandang momen.

Meski demikian, penjualan tetap naik jika momentum tertentu, seperti pertengahan tahun dan menjelang lebaran.

Baca Juga :  Sulit Prediksi Capaian BPHTB

’’Meskipun tanpa momen, banyak yang cari karena memang ini seperti properti wajib,’’ tambahnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/