alexametrics
27 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Tiga Fraksi Walk Out Penetapan AKD

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Rapat pembentukan alat kelengkapan DPRD (AKD) berlangsung alot, kemarin (24/9) sore. Bahkan, tiga fraksi walk out (meninggalkan sidang) ketika rapat internal dipimpin Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto itu. 

Tiga fraksi yang walk out adalah Fraksi PAN Nurani Indonesia Sejahtera, Fraksi PPP, dan Fraksi Nasdem Gerakan Persatuan Indonesia (NGPI). Aksi keluar dari sidang ini karena fraksi tersebut tidak mendapat jatah ketua komisi.

Ketua Fraksi PAN Suyuthi menjelaskan, pihaknya walk out karena pembahasan berlangsung alot. Fraksinya tidak membuahkan hasil. Fraksinya tidak berhasil menempati posisi pimpinan di salah satu AKD. ’’Jadi, buat apa saya ikuti lagi,’’ sesalnya di sela paripurna.

Suyuthi menjelaskan, jumlah fraksi ada delapan. Sedangkan, jumlah kursi pimpinan (ketua, wakil ketua, sekretaris) AKD ada 16. Sehingga, dia meminta semua fraksi diakomodir di jabatan pimpinan AKD. ’’Meskipun hanya wakil,’’ ujar politisi kelahiran Sumberrejo itu.

Baca Juga :  Sistem Zonasi, Tempat Kos Sepi

Menurut Suyuthi, sudah menyatakan keberatan pada pimpinan DPRD mengenai mekanisme pemilihan ketua AKD. Dia ingin ketua AKD dipilih melalui musyawarah mufakat. Bukan melalui voting. ’’Pembahasan di ruang pimpinan itu tidak membuahkan hasil. Tetap tidak bisa,’’ tegas pria yang sebelumnya menjabat wakil ketua DPRD itu.

Sebelumnya, para pimpinan fraksi dan pimpinan DPRD melakukan pertemuan di ruang ketua DPRD. Pertemuan itu membahas mekanisme pemilihan ketua AKD. ’’Kami ingin anggota fraksi kami ada yang menjadi pimpinan AKD,’’ jelas dia. 

Ketua Fraksi PPP Choirul Anam menyatakan, sejauh ini pihaknya tidak pernah diajak komunikasi mengenai pemilihan AKD. Namun, tiba-tiba ditetapkan pemilihannya melalui voting. ’’Selama ini kita tidak pernah diajak komunikasi apapun,’’ ujarnya. 

Menurut Irul, sapaannya, pimpinan DPRD seharusnya mengundang pimpinan fraksi. Membahas masalah pengisian pimpinan AKD. ’’Itu sebagai bentuk tabayun,’’ ujar pria juga menjabat Ketua PPP Bojonegoro itu.

Baca Juga :  BPNT Bisa Mundur hingga Juni

Mengenai adanya jatah untuk masing-masing fraksi di setiap pimpinan AKD, Irul tidak membantahnya. ’’Kabarnya begitu. Kami kan bukan termasuk,’’ keluhnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Ketua Fraksi Nasdem Sri Sudarumiati belum berani memberikan banyak keterangan mengenai fraksinya walk out. ’’Saya ini masih baru ya. Belum bisa memberikan keterangan,’’ ujar legislator yang sebelumnya menjabat kepala desa itu. 

Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto menghargai sikap politik tiga fraksi itu. Menurutnya, mekanisme pemilihan ketua AKD tetap akan berlanjut. ’’Kita tetap menghargai. Baik mereka ada di dalam maupun di luar,’’ ujar dia. 

Pemilihan pimpinan AKD dilakukan melalui proses voting anggota. Kemudian langsung dilakukan paripurna penetapan AKD. ’’Usai pemilihan ketua, langsung kita lakukan paripurna,’’ ujar politikus Demokrat itu.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Rapat pembentukan alat kelengkapan DPRD (AKD) berlangsung alot, kemarin (24/9) sore. Bahkan, tiga fraksi walk out (meninggalkan sidang) ketika rapat internal dipimpin Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto itu. 

Tiga fraksi yang walk out adalah Fraksi PAN Nurani Indonesia Sejahtera, Fraksi PPP, dan Fraksi Nasdem Gerakan Persatuan Indonesia (NGPI). Aksi keluar dari sidang ini karena fraksi tersebut tidak mendapat jatah ketua komisi.

Ketua Fraksi PAN Suyuthi menjelaskan, pihaknya walk out karena pembahasan berlangsung alot. Fraksinya tidak membuahkan hasil. Fraksinya tidak berhasil menempati posisi pimpinan di salah satu AKD. ’’Jadi, buat apa saya ikuti lagi,’’ sesalnya di sela paripurna.

Suyuthi menjelaskan, jumlah fraksi ada delapan. Sedangkan, jumlah kursi pimpinan (ketua, wakil ketua, sekretaris) AKD ada 16. Sehingga, dia meminta semua fraksi diakomodir di jabatan pimpinan AKD. ’’Meskipun hanya wakil,’’ ujar politisi kelahiran Sumberrejo itu.

Baca Juga :  Sandiaga Uno Dukung Pembangunan Kampus STEBIA

Menurut Suyuthi, sudah menyatakan keberatan pada pimpinan DPRD mengenai mekanisme pemilihan ketua AKD. Dia ingin ketua AKD dipilih melalui musyawarah mufakat. Bukan melalui voting. ’’Pembahasan di ruang pimpinan itu tidak membuahkan hasil. Tetap tidak bisa,’’ tegas pria yang sebelumnya menjabat wakil ketua DPRD itu.

Sebelumnya, para pimpinan fraksi dan pimpinan DPRD melakukan pertemuan di ruang ketua DPRD. Pertemuan itu membahas mekanisme pemilihan ketua AKD. ’’Kami ingin anggota fraksi kami ada yang menjadi pimpinan AKD,’’ jelas dia. 

Ketua Fraksi PPP Choirul Anam menyatakan, sejauh ini pihaknya tidak pernah diajak komunikasi mengenai pemilihan AKD. Namun, tiba-tiba ditetapkan pemilihannya melalui voting. ’’Selama ini kita tidak pernah diajak komunikasi apapun,’’ ujarnya. 

Menurut Irul, sapaannya, pimpinan DPRD seharusnya mengundang pimpinan fraksi. Membahas masalah pengisian pimpinan AKD. ’’Itu sebagai bentuk tabayun,’’ ujar pria juga menjabat Ketua PPP Bojonegoro itu.

Baca Juga :  Kampanyekan Silat untuk Olahraga dan Warisan Budaya

Mengenai adanya jatah untuk masing-masing fraksi di setiap pimpinan AKD, Irul tidak membantahnya. ’’Kabarnya begitu. Kami kan bukan termasuk,’’ keluhnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Ketua Fraksi Nasdem Sri Sudarumiati belum berani memberikan banyak keterangan mengenai fraksinya walk out. ’’Saya ini masih baru ya. Belum bisa memberikan keterangan,’’ ujar legislator yang sebelumnya menjabat kepala desa itu. 

Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto menghargai sikap politik tiga fraksi itu. Menurutnya, mekanisme pemilihan ketua AKD tetap akan berlanjut. ’’Kita tetap menghargai. Baik mereka ada di dalam maupun di luar,’’ ujar dia. 

Pemilihan pimpinan AKD dilakukan melalui proses voting anggota. Kemudian langsung dilakukan paripurna penetapan AKD. ’’Usai pemilihan ketua, langsung kita lakukan paripurna,’’ ujar politikus Demokrat itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/