alexametrics
24.6 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

SLB Mulai Pembelajaran Tatap Muka, Madrasah Baru Mulai Minggu Depan

Radar Bojonegoro – Siswa sekolah luar biasa (SLB) di Bojonegoro sudah memulai pembelajaran tatap muka (PTM) secara ketat. Membatasi maksimal lima siswa per kelasnya dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Penerapan ini sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 wilayah Jawa dan Bali.

Kepala SLB Putra Harapan Bojonegoro Nanang Nasrullah mengatakan, PTM di sekolahnya dibagi menjadi dua sif. Jam pertama dipakai PTM siswa kelas reguler dan jam kedua siswa terapi. Membatasi maksimal lima siswa per kelasnya dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter. “PTM sudah berjalan satu minggu,” katanya.

Selama pandemi Covid-19, mayoritas orang tua siswa lebih menghendaki PTM, agar siswa lebih terkontrol dalam belajarnya. “Namun ada juga orang tua masih khawatir PTM. Biasanya seminggu sekali orang tua itu mengambil modul pembelajaran selama seminggu. Lalu, seminggu kemudian evaluasi pembelajaran,” terangnya.

Baca Juga :  Hujan Deras, Tanggul Kali Plalangan Jebol Dua Tempat

Terpisah, Kepala SLB Negeri Sumbang Isitijani mengatakan, bahwa PTM baru berjalan untuk siswa-siswa yang terapi. Sedangkan PTM siswa reguler masih belum digelar. “Kami akan laporan dulu ke cabang dinas pendidikan terkait PTM, orang tua siswa sudah pengin anak-anaknya masuk sekolah,” pungkasnya.

Sementara itu, PTM siswa madrasah direncanakan digelar mulai minggu depan seiring status Bojonegoro kategori PPKM level 3. Namun, hanya 25 persen dari total siswa. Kepala MAN 1 Bojonegoro M. Saifuddin mengatakan, PTM sedang dipersiapakan terlebih status Bojonegoro sudah PPKM level 3. Sehingga diperbolehkan pembelajaran luring.

Humas MTsN 2 Bojonegoro Agus Faisol mengatakan, belum ada informasi terkait PTM karena PPKM kembali diperpanjang. Sehingga belum berani merencanakan pembelajaran luring. “Terlebih jika tidak ada surat edaran melakukan PTM,” katanya kemarin (24/8).

Baca Juga :  700 Kuota Beasiswa Tak Terserap

Terkait kesiapan madrasahnya menggelar PTM, Agus mengaku sebelum ada PPKM sudah siap menggelar pembelajaran luring. Surat pernyataan ketersediaan wali siswa bermaterai sudah dikantongi. Sehingga ketika ada instruksi PTM pihaknya sudah siap menggelar. “Meja sudah disekat, berjarak,” ujarnya.

Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kemenag Bojonegoro Abdul Wahid mengatakan, direncanakan pembelajaran digelar Senin depan. Ketika status PPKM level tiga diperbolehkan PTM 25 persen dari total siswa dengan durasi waktu di sekolah hanya tiga jam. (irv)

Radar Bojonegoro – Siswa sekolah luar biasa (SLB) di Bojonegoro sudah memulai pembelajaran tatap muka (PTM) secara ketat. Membatasi maksimal lima siswa per kelasnya dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Penerapan ini sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 wilayah Jawa dan Bali.

Kepala SLB Putra Harapan Bojonegoro Nanang Nasrullah mengatakan, PTM di sekolahnya dibagi menjadi dua sif. Jam pertama dipakai PTM siswa kelas reguler dan jam kedua siswa terapi. Membatasi maksimal lima siswa per kelasnya dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter. “PTM sudah berjalan satu minggu,” katanya.

Selama pandemi Covid-19, mayoritas orang tua siswa lebih menghendaki PTM, agar siswa lebih terkontrol dalam belajarnya. “Namun ada juga orang tua masih khawatir PTM. Biasanya seminggu sekali orang tua itu mengambil modul pembelajaran selama seminggu. Lalu, seminggu kemudian evaluasi pembelajaran,” terangnya.

Baca Juga :  Pertanyakan Manajemen Griya Dharma Kusuma Bojonegoro

Terpisah, Kepala SLB Negeri Sumbang Isitijani mengatakan, bahwa PTM baru berjalan untuk siswa-siswa yang terapi. Sedangkan PTM siswa reguler masih belum digelar. “Kami akan laporan dulu ke cabang dinas pendidikan terkait PTM, orang tua siswa sudah pengin anak-anaknya masuk sekolah,” pungkasnya.

Sementara itu, PTM siswa madrasah direncanakan digelar mulai minggu depan seiring status Bojonegoro kategori PPKM level 3. Namun, hanya 25 persen dari total siswa. Kepala MAN 1 Bojonegoro M. Saifuddin mengatakan, PTM sedang dipersiapakan terlebih status Bojonegoro sudah PPKM level 3. Sehingga diperbolehkan pembelajaran luring.

Humas MTsN 2 Bojonegoro Agus Faisol mengatakan, belum ada informasi terkait PTM karena PPKM kembali diperpanjang. Sehingga belum berani merencanakan pembelajaran luring. “Terlebih jika tidak ada surat edaran melakukan PTM,” katanya kemarin (24/8).

Baca Juga :  700 Kuota Beasiswa Tak Terserap

Terkait kesiapan madrasahnya menggelar PTM, Agus mengaku sebelum ada PPKM sudah siap menggelar pembelajaran luring. Surat pernyataan ketersediaan wali siswa bermaterai sudah dikantongi. Sehingga ketika ada instruksi PTM pihaknya sudah siap menggelar. “Meja sudah disekat, berjarak,” ujarnya.

Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kemenag Bojonegoro Abdul Wahid mengatakan, direncanakan pembelajaran digelar Senin depan. Ketika status PPKM level tiga diperbolehkan PTM 25 persen dari total siswa dengan durasi waktu di sekolah hanya tiga jam. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/