alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

PPKM Level 3, Fasilitas Olahraga Mulai Dibuka Kembali

Radar Lamongan – Pelaksanaan PPKM darurat di Lamongan turun dari level 4 menjadi level 3. Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Lamongan Moh Nalikan menjelaskan, secara teknis aturannya masih sama. Namun, ada beberapa penyesuaian. Di antaranya, fasilitas olahraga boleh dibuka dengan kapasitas 50 persen. Sedangkan fasilitas olahraga outdoor, bukan olahraga fisik, maksimal empat orang.

Mereka yang berolahraga tetap bermasker. Kecuali, olahraga renang yang mewajibkan lepas masker saat latihan. Sedangkan resepsi pernikahan diperbolehkan dengan maksimal 20 undangan. Makanan yang disuguhkan sebaiknya dimodel bungkus agar bisa dibawa pulang.

“Kalau harapannya makanan yang disediakan  bukan prasmanan, jadi langsung dibawa pulang,” jelasnya. Menurut dia, pembelajaran tatap muka bisa dilakukan dengan kapasitas 50 persen. Jenjang PAUD ketentuannya 33 persen atau maksimal lima anak per kelas.

Baca Juga :  Usulkan Remisi, Terbanyak Napi Narkoba

Saat ini, jenjang SMP/ SMA sudah melakukan PTM dengan kapasitas maksimal 50 persen. Jika sarana prasarana penunjang protokol kesehatan hanya mampu menampung 30 persen siswa, maka bisa disesuaikan. Nalikan mengatakan, aturan kegiatan pusat perbelanjaan 50 persen, jam buka pukul 10.00 – 20.00.

Sementara rumah makan dan kafe tetap sama, 25 persen pengunjung maksimal dan dine in 30 menit. Untuk pusat perekonomian seperti pasar tradisional, buka normal dengan pembatasan dan penerapam protokol kesehatan ketat. Sedangkan fasilitas umum seperti taman dan alun-alun masih tutup. Tempat ibadah juga bisa dibuka dengan kapasitas 50 persen atau 50 jamaah. “Jam operasional pasar menyesuaikan dengan aturan pusat perbelanjaan maksimal pukul 20.00,” ujarnya. 

Baca Juga :  Jalur Alternatifnya Lewat Sugio

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Lamongan Sumiarso mengatakan, SMA mulai simulasi tatap muka 50 persen atas seizin orang tua. Jam pembelajaran hanya empat jam dengan jumlah siswa dibatasi. Kantin masih tutup, sehingga tidak ada jam istirahat.

Bagi siswa yang belum mendapatkan giliran tatap muka, maka akan dilakukan pembelajaran secara daring. “Supaya siswa tidak los pembelajarannya, sehingga dilakukan dua sistem,” terangnya. Kepala SMAN 1 Lamongan Sofyan menuturkan, sekolahnya sudah dilakukan tatap muka kapasitas 30 persen. Sebelumnya dilakukan simulasi.  “Sesuai arahan satgas bisa dilakukan tatap muka terbatas,” katanya.

Radar Lamongan – Pelaksanaan PPKM darurat di Lamongan turun dari level 4 menjadi level 3. Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Lamongan Moh Nalikan menjelaskan, secara teknis aturannya masih sama. Namun, ada beberapa penyesuaian. Di antaranya, fasilitas olahraga boleh dibuka dengan kapasitas 50 persen. Sedangkan fasilitas olahraga outdoor, bukan olahraga fisik, maksimal empat orang.

Mereka yang berolahraga tetap bermasker. Kecuali, olahraga renang yang mewajibkan lepas masker saat latihan. Sedangkan resepsi pernikahan diperbolehkan dengan maksimal 20 undangan. Makanan yang disuguhkan sebaiknya dimodel bungkus agar bisa dibawa pulang.

“Kalau harapannya makanan yang disediakan  bukan prasmanan, jadi langsung dibawa pulang,” jelasnya. Menurut dia, pembelajaran tatap muka bisa dilakukan dengan kapasitas 50 persen. Jenjang PAUD ketentuannya 33 persen atau maksimal lima anak per kelas.

Baca Juga :  Kesadaran Pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) Masih Rendah

Saat ini, jenjang SMP/ SMA sudah melakukan PTM dengan kapasitas maksimal 50 persen. Jika sarana prasarana penunjang protokol kesehatan hanya mampu menampung 30 persen siswa, maka bisa disesuaikan. Nalikan mengatakan, aturan kegiatan pusat perbelanjaan 50 persen, jam buka pukul 10.00 – 20.00.

Sementara rumah makan dan kafe tetap sama, 25 persen pengunjung maksimal dan dine in 30 menit. Untuk pusat perekonomian seperti pasar tradisional, buka normal dengan pembatasan dan penerapam protokol kesehatan ketat. Sedangkan fasilitas umum seperti taman dan alun-alun masih tutup. Tempat ibadah juga bisa dibuka dengan kapasitas 50 persen atau 50 jamaah. “Jam operasional pasar menyesuaikan dengan aturan pusat perbelanjaan maksimal pukul 20.00,” ujarnya. 

Baca Juga :  Puncak Kemarau Berakhir September

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Lamongan Sumiarso mengatakan, SMA mulai simulasi tatap muka 50 persen atas seizin orang tua. Jam pembelajaran hanya empat jam dengan jumlah siswa dibatasi. Kantin masih tutup, sehingga tidak ada jam istirahat.

Bagi siswa yang belum mendapatkan giliran tatap muka, maka akan dilakukan pembelajaran secara daring. “Supaya siswa tidak los pembelajarannya, sehingga dilakukan dua sistem,” terangnya. Kepala SMAN 1 Lamongan Sofyan menuturkan, sekolahnya sudah dilakukan tatap muka kapasitas 30 persen. Sebelumnya dilakukan simulasi.  “Sesuai arahan satgas bisa dilakukan tatap muka terbatas,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Berharap Pasar Hewan segera Dibuka

Harga Tanah Rp 450 Ribu Per Meter

Sempat Vakum Dua Tahun


/