alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Ribuan Pemohon Suket Padati PN Bojonegoro

BOJONEGORO – Ribuan pemohon surat keterangan (suket) tidak pernah tersangkut pidana, memadati Pengadilan Negeri Bojonegoro kemarin (24/8). Mereka rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan surat keterangan. Pengadilan negeri setempat mengeluarkan 1.500 surat keterangan. 

Ribuan pemohon tersebut, terlihat ada yang bergerombol di bawah pohon halaman parkir pengadilan negeri. Selain itu, ada sebagian pemohon yang memilih duduk santai di teras depan pintu masuk pengadilan. Ada yang duduk di ruang tunggu pengadilan sembari memainkan handphone. 

“Ada juga pemohon yang berdiri berjam-jam mengantre di depan ruangan pembuatan surat keterangan. Berharap namanya segera di panggil petugas pengadilan,” kata Humas Pengadilan Negeri Bojonegoro Isdaryanto kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (24/8).

Ribuan pemohon surat kerangan itu, memadati pengadilan negeri sejak pukul 08.00. Padatnya pemohon suket yang datang, membuat parkir pengunjung tidak cukup menampung peohon suket. Sehingga, pengadilan negeri setempat, menambah lahan parkir di utaranya (depan) pengadilan.

Baca Juga :  Dua Pemuda Dikeroyok Sepuluh Orang  

Selain itu, puluhan petugas pengadilan tampak mengatur keluar masuk kendaraan pemohon. Ada yang di tempat kan di depan pintu pagar masuk, di area parkir, dan di depan pintu masuk pembuatan suket. “Ini merupakan puncak pemohon surat keterangan. Membludaknya pemohon, sudah sejak tiga hari lalu,” uajrnya menjelaskan.

Isdaryanto menambahkan, selain menambah personel yang mengatur keluar masuknya kendaraan pemohon. Pihaknya juga menambah 10 petugas untuk membantu pembuatan surat keterangan. Hal itu, dilakukan untuk mengantisi penumpukan surat permohonan tersebut. “Untuk mengeluarkan 1.500 suket, kita garap lembur,” ucapnya.

Tercatat ada 6.000 pemohon surat keterangan. Sedangkan, baru di keluarkan pengadilan negeri setempat sekitar 5.000 (termasuk 1.500) surat keterangan. Jadi, pengadilan negeri masih memiliki tanggungan untuk mengeluarkan sekitar 1.000 surat keterangan. “Masih ngendon di pengadilan, rencananya bakal kita lembur,” kata Isdaryanto.

Baca Juga :  Kemelut Perceraian di PN,┬áSeret Nama Tokoh Kelenteng

Diperkirakan, tambahnya, puncak pemohon surat keterangan hanya terjadi kemarin (24/8) saja. Pasalnya, pengeluaran 1.500 suket ini merupakan terbanyak dibandingkan sebelumnya. Sebelumnya, hanya 200 hingga 400 suket yang di keluarkan pengadilan.

Penyebab dari penumpukan berkas pemohon, diantaranya, kurangnya personel. Sehingga, pengeluaran surat keterangan kurang maksimal. Sebelumnya, rata-rata ada 200 pemohon suket per hari. Sedangkan, yang mampu di keluarkan pengadilan hanya 100 suket. “Sehingga terjadi penumpukan berkas pemohon suket,” ujarnya menjelaskan.

Sementara, Firdaus salah seorang pemuda asal Kecamatan Sumberrejo mengatakan, sudah mengantre sejak pukul 08.00. Dia tidak menyangaka pemohon surat keterangan membeludak ribuan orang kemarin. Pemuda berkulit sawo matang itu rela mengantri berjam-jam demi mendapatkan suket. Sebab dia membutuhkan untuk pengajuan syarat pendaftaran perangkat desa. “Meski lama tetap saya tunggu,” pungkasnya. 

BOJONEGORO – Ribuan pemohon surat keterangan (suket) tidak pernah tersangkut pidana, memadati Pengadilan Negeri Bojonegoro kemarin (24/8). Mereka rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan surat keterangan. Pengadilan negeri setempat mengeluarkan 1.500 surat keterangan. 

Ribuan pemohon tersebut, terlihat ada yang bergerombol di bawah pohon halaman parkir pengadilan negeri. Selain itu, ada sebagian pemohon yang memilih duduk santai di teras depan pintu masuk pengadilan. Ada yang duduk di ruang tunggu pengadilan sembari memainkan handphone. 

“Ada juga pemohon yang berdiri berjam-jam mengantre di depan ruangan pembuatan surat keterangan. Berharap namanya segera di panggil petugas pengadilan,” kata Humas Pengadilan Negeri Bojonegoro Isdaryanto kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (24/8).

Ribuan pemohon surat kerangan itu, memadati pengadilan negeri sejak pukul 08.00. Padatnya pemohon suket yang datang, membuat parkir pengunjung tidak cukup menampung peohon suket. Sehingga, pengadilan negeri setempat, menambah lahan parkir di utaranya (depan) pengadilan.

Baca Juga :  Puskesmas Dilarang Keluarkan SK Sehat Caleg

Selain itu, puluhan petugas pengadilan tampak mengatur keluar masuk kendaraan pemohon. Ada yang di tempat kan di depan pintu pagar masuk, di area parkir, dan di depan pintu masuk pembuatan suket. “Ini merupakan puncak pemohon surat keterangan. Membludaknya pemohon, sudah sejak tiga hari lalu,” uajrnya menjelaskan.

Isdaryanto menambahkan, selain menambah personel yang mengatur keluar masuknya kendaraan pemohon. Pihaknya juga menambah 10 petugas untuk membantu pembuatan surat keterangan. Hal itu, dilakukan untuk mengantisi penumpukan surat permohonan tersebut. “Untuk mengeluarkan 1.500 suket, kita garap lembur,” ucapnya.

Tercatat ada 6.000 pemohon surat keterangan. Sedangkan, baru di keluarkan pengadilan negeri setempat sekitar 5.000 (termasuk 1.500) surat keterangan. Jadi, pengadilan negeri masih memiliki tanggungan untuk mengeluarkan sekitar 1.000 surat keterangan. “Masih ngendon di pengadilan, rencananya bakal kita lembur,” kata Isdaryanto.

Baca Juga :  Kemelut Perceraian di PN,┬áSeret Nama Tokoh Kelenteng

Diperkirakan, tambahnya, puncak pemohon surat keterangan hanya terjadi kemarin (24/8) saja. Pasalnya, pengeluaran 1.500 suket ini merupakan terbanyak dibandingkan sebelumnya. Sebelumnya, hanya 200 hingga 400 suket yang di keluarkan pengadilan.

Penyebab dari penumpukan berkas pemohon, diantaranya, kurangnya personel. Sehingga, pengeluaran surat keterangan kurang maksimal. Sebelumnya, rata-rata ada 200 pemohon suket per hari. Sedangkan, yang mampu di keluarkan pengadilan hanya 100 suket. “Sehingga terjadi penumpukan berkas pemohon suket,” ujarnya menjelaskan.

Sementara, Firdaus salah seorang pemuda asal Kecamatan Sumberrejo mengatakan, sudah mengantre sejak pukul 08.00. Dia tidak menyangaka pemohon surat keterangan membeludak ribuan orang kemarin. Pemuda berkulit sawo matang itu rela mengantri berjam-jam demi mendapatkan suket. Sebab dia membutuhkan untuk pengajuan syarat pendaftaran perangkat desa. “Meski lama tetap saya tunggu,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/