alexametrics
27.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Apresiasi Pendirian Bank Sampah di Desa Tulungrejo 

BOJONEGFORO – Bupati Bojonegoro Suyoto mengapresiasi kontribusi Universitas Bojonegoro (Unigoro) dalam pengabdian masyarakat saat me-launching BUMDes Bank Sampah di Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Kamis (24/8). Program tersebut dapat membantu mengatasi problem pengelolaan sampah di masyarakat.

Suyoto berharap, program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan dapat dicontoh desa-desa lain. “Kebiasaan masyarakat yang dulu membuang sampah sekarang akan berubah menjadi rebutan sampah. Sebab, sampah bisa menjadi tabungan uang mereka jika disetorkan di bank sampah dan berimbas lingkungan menjadi sehat,” kata Kang Yoto sapaan akrabnya. 

Launching ini merupakan puncak kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) Tematik Kelompok 2 Unigoro, dengan judul program ”Akselerasi SDG’S melalui Bumdes Bank Sampah”. Tema ini diangkat sebagai bentuk keprihatian terhadap perilaku buruk sebagian masyarakat dan bahayanya membuang sampah sembarangan. 

Baca Juga :  Miliki Delapan Karyawan

Dwi Wijayanti, ketua kelompok 2 mengatakan, mengusung tema pentingnya memanfaatkan sampah demi keberlangsungan hidup sekarang dan ke depan. “Berharap adanya bank sampah ini dapat merubah kebiasaan warga yang sering membuang sampah sembarangan terutama ke Bengawan Solo dapat berkurang,” tuturnya.

Dwi juga berharap program KKN tematik terus dijaga keberlangsungannya dengan mendapatkan dukungan baik dari masyarakat maupun mahasiswa untuk jangka yang panjang. Program bank sampah diikuti 5 RT dan terbagi menjadi 142 nasabah. Nasabah dengan mudah menukar sampah dimiliki untuk dijadikan uang. Selanjutnya, uang akan dibukukan. Uang itulah nantinya menjadi tabungan bagi warga. 

Siti Munawaroh, salah satu warga sangat mendukung program bank sampah ini. “Bank Sampah ini sangat bagus untuk kebersihan lingkungan Desa Tulungrejo dan saya sangat mendukung,” tuturnya.

Baca Juga :  Diler Perang Pasarkan Mobil MPV

Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro Arif Januarso menuturkan, agenda KKN ini dilakukan setiap tahun membantu masyarakat untuk mengatasi masalah. ‘’Program KKN tahun ini mengambil tema pembangunan berkelanjutan. Sehingga, program-program dihasilkan bersifat pemberdayaan dan pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.

Selain bupati, acara juga dihadiri Rektor Unigoro Slamet Kyswantoro, dan jajaran muspika yang terdiri dari Camat Trucuk, Kapolsek, Danramil Trucuk, kepala desa, dan warga setempat. (fiq/rij)

BOJONEGFORO – Bupati Bojonegoro Suyoto mengapresiasi kontribusi Universitas Bojonegoro (Unigoro) dalam pengabdian masyarakat saat me-launching BUMDes Bank Sampah di Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Kamis (24/8). Program tersebut dapat membantu mengatasi problem pengelolaan sampah di masyarakat.

Suyoto berharap, program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan dapat dicontoh desa-desa lain. “Kebiasaan masyarakat yang dulu membuang sampah sekarang akan berubah menjadi rebutan sampah. Sebab, sampah bisa menjadi tabungan uang mereka jika disetorkan di bank sampah dan berimbas lingkungan menjadi sehat,” kata Kang Yoto sapaan akrabnya. 

Launching ini merupakan puncak kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) Tematik Kelompok 2 Unigoro, dengan judul program ”Akselerasi SDG’S melalui Bumdes Bank Sampah”. Tema ini diangkat sebagai bentuk keprihatian terhadap perilaku buruk sebagian masyarakat dan bahayanya membuang sampah sembarangan. 

Baca Juga :  Tampilkan Ragam Pengantin Nusantara

Dwi Wijayanti, ketua kelompok 2 mengatakan, mengusung tema pentingnya memanfaatkan sampah demi keberlangsungan hidup sekarang dan ke depan. “Berharap adanya bank sampah ini dapat merubah kebiasaan warga yang sering membuang sampah sembarangan terutama ke Bengawan Solo dapat berkurang,” tuturnya.

Dwi juga berharap program KKN tematik terus dijaga keberlangsungannya dengan mendapatkan dukungan baik dari masyarakat maupun mahasiswa untuk jangka yang panjang. Program bank sampah diikuti 5 RT dan terbagi menjadi 142 nasabah. Nasabah dengan mudah menukar sampah dimiliki untuk dijadikan uang. Selanjutnya, uang akan dibukukan. Uang itulah nantinya menjadi tabungan bagi warga. 

Siti Munawaroh, salah satu warga sangat mendukung program bank sampah ini. “Bank Sampah ini sangat bagus untuk kebersihan lingkungan Desa Tulungrejo dan saya sangat mendukung,” tuturnya.

Baca Juga :  Lamongan Jadi Buah Bibir Nasional: Barometer Agribisnis Jagung

Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro Arif Januarso menuturkan, agenda KKN ini dilakukan setiap tahun membantu masyarakat untuk mengatasi masalah. ‘’Program KKN tahun ini mengambil tema pembangunan berkelanjutan. Sehingga, program-program dihasilkan bersifat pemberdayaan dan pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.

Selain bupati, acara juga dihadiri Rektor Unigoro Slamet Kyswantoro, dan jajaran muspika yang terdiri dari Camat Trucuk, Kapolsek, Danramil Trucuk, kepala desa, dan warga setempat. (fiq/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/