alexametrics
25.1 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Jelang Idul Adha, Disnakkan Tandai Kambing Yang Belum Cukup Umur

Radar Bojonegoro – Tujuh lapak penjualan hewan kurban di kawasan Kecamatan Kota diperiksa kemarin (24/7). Hasilnya terdapat kambing mengalami iritasi mata dan kurang umur untuk dijadikan hewan kurban.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, suara kambing mengiringi beberapa dokter hewan ketika mengecek kesehatan. Satu per satu kambing dicek dan dilihat gigi dan mulutnya. Pemeriksaan sejak pukul 09.00 hingga 11.00 mulai lapak hewan kurban di Jalan Veteran hingga Jalan Panglima Sudirman.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Sugiharti Sri Rahayu mengatakan, kemarin hari pertama pemeriksaan hewan kurban di lapak-lapak. Rencananya pemeriksaan hingga mendekati Hari Idul Adha.

Dari tujuh titik penjualan hewan, sekitar 300 kambing dan domba diperiksa. Tim yang memeriksa terdiri dokter hewan dan petugas teknis peternakan. Pengecekan mulai kesehatan, kondisi fisik, hingga umur kambing. “Dicek sehat atau tidaknya. Juga hewan tidak boleh cacat. Juga sudah cukup umur atau belum,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jangan Kagetan dengan Aturan Baru

Menurut dia, hasil pemeriksaan kebanyakan hewan sudah sehat, hanya beberapa ekor sakit mata. Namun, itu sudah biasa terjadi karena urea dari air kecing kambing menguap. Sehingga terjadi iritasi pada mata dan berkibat mata berair. ‘’Tidak ada temuan hewan diare,’’ ujar dia.

Juga ditemukan kambing dan domba tidak cukup umur. Sehingga tidak sesuai dijadikan hewan kurban. Kambing dan domba tidak cukup umur ditandai. Sehingga penjual tahu dan tidak keliru. “Terlalu muda tidak sesuai,” tegas dia.

Selain pemeriksaan hewan juga pembinaan kepada pemilik lapak. Pemilik lapak harus harus melaksanakan prosedur kesehatan Covid-19. Sehingga kesehatan pembeli dan penjual tetap terjaga. “Kami juga melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kandang atau lapak,” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Jamaah Pulang Naik Ambulans

Iyon salah satu penjual hewan kurban mengatakan, terdapat 45 kambing dan domba diperiksa. Hasilnya semua sehat, dibuktikan surat keterangan diberikan disnakkan. Dia mengaku sudah membuka lapak di Jalan Panglima Sudirman sejak Senin (20/7). Dan berjualan hingga 2 Agustus mendatang. “Harga kambing mulai Rp 2 juta sampai Rp 4,5 juta,” ungkapnya

Radar Bojonegoro – Tujuh lapak penjualan hewan kurban di kawasan Kecamatan Kota diperiksa kemarin (24/7). Hasilnya terdapat kambing mengalami iritasi mata dan kurang umur untuk dijadikan hewan kurban.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, suara kambing mengiringi beberapa dokter hewan ketika mengecek kesehatan. Satu per satu kambing dicek dan dilihat gigi dan mulutnya. Pemeriksaan sejak pukul 09.00 hingga 11.00 mulai lapak hewan kurban di Jalan Veteran hingga Jalan Panglima Sudirman.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Sugiharti Sri Rahayu mengatakan, kemarin hari pertama pemeriksaan hewan kurban di lapak-lapak. Rencananya pemeriksaan hingga mendekati Hari Idul Adha.

Dari tujuh titik penjualan hewan, sekitar 300 kambing dan domba diperiksa. Tim yang memeriksa terdiri dokter hewan dan petugas teknis peternakan. Pengecekan mulai kesehatan, kondisi fisik, hingga umur kambing. “Dicek sehat atau tidaknya. Juga hewan tidak boleh cacat. Juga sudah cukup umur atau belum,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kursi 12 Kepala OPD Kosong

Menurut dia, hasil pemeriksaan kebanyakan hewan sudah sehat, hanya beberapa ekor sakit mata. Namun, itu sudah biasa terjadi karena urea dari air kecing kambing menguap. Sehingga terjadi iritasi pada mata dan berkibat mata berair. ‘’Tidak ada temuan hewan diare,’’ ujar dia.

Juga ditemukan kambing dan domba tidak cukup umur. Sehingga tidak sesuai dijadikan hewan kurban. Kambing dan domba tidak cukup umur ditandai. Sehingga penjual tahu dan tidak keliru. “Terlalu muda tidak sesuai,” tegas dia.

Selain pemeriksaan hewan juga pembinaan kepada pemilik lapak. Pemilik lapak harus harus melaksanakan prosedur kesehatan Covid-19. Sehingga kesehatan pembeli dan penjual tetap terjaga. “Kami juga melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kandang atau lapak,” ujarnya.

Baca Juga :  Revisi Raperda Bisa Berdampak Pilkades Serentak

Iyon salah satu penjual hewan kurban mengatakan, terdapat 45 kambing dan domba diperiksa. Hasilnya semua sehat, dibuktikan surat keterangan diberikan disnakkan. Dia mengaku sudah membuka lapak di Jalan Panglima Sudirman sejak Senin (20/7). Dan berjualan hingga 2 Agustus mendatang. “Harga kambing mulai Rp 2 juta sampai Rp 4,5 juta,” ungkapnya

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/